Situasi tersebut membuat bintang drama You Are My Glory itu terpaksa membatalkan kehadirannya di ajang fashion bergengsi Dior Fall/Winter 2026 yang digelar di Paris pada Selasa, 3 Maret 2026 waktu setempat.
Kabar mengenai kondisi Dilraba pertama kali disampaikan oleh agensinya, Jaywalk Media, melalui pernyataan resmi di platform Weibo.
"Atas nama Dilraba dan timnya, kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada Dior dan kepada semua teman yang telah menantikan kehadirannya dan telah menyiapkan berbagai kegiatan dukungan," tulis pihak Jaywalk Media.
Mereka juga memastikan bahwa sang aktris dalam kondisi aman dan baik-baik saja.
"Pada saat yang sama, kami ingin meyakinkan semua orang yang peduli padanya bahwa Dilraba aman dan sehat. Ia dan timnya bersama dan saling menjaga satu sama lain, jadi jangan khawatir," lanjutnya.
Sempat Viral Terjebak di Bandara Selama 24 Jam
Sebelumnya, beredar kabar di media sosial bahwa Dilraba terjebak di Bandara Dubai selama lebih dari 24 jam akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara kawasan Timur Tengah. Kondisi itu membuatnya tidak dapat melanjutkan penerbangan menuju Paris maupun kembali ke Tiongkok.Isu lain yang turut mencuat adalah dugaan bahwa beberapa anggota tim manajemennya telah lebih dulu terbang ke Paris. Warganet pun menyoroti keputusan rute penerbangan yang membuat sang aktris harus transit di Dubai.
Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen menegaskan bahwa situasi yang terjadi sepenuhnya berada di luar kendali mereka.
"Namun, karena keadaan yang tidak terduga dan di luar kendali selama perjalanannya, ia akhirnya tidak dapat sampai ke Paris," ungkap manajemen.
"Meskipun Dilraba, timnya, dan tim Dior tidak pernah menyerah dan melakukan segala upaya untuk mencari solusi, kenyataan situasi tersebut mencegahnya untuk terbang ke Paris seperti yang direncanakan semula sebelum pertunjukan," lanjut mereka.
Mereka pun menyampaikan permohonan maaf atas kekecewaan yang timbul akibat pembatalan tersebut.
"Situasi tak terduga ini benar-benar mengejutkan kami, dan kami mohon maaf telah mengecewakan Anda," tutupnya.
Eskalasi konflik di Timur Tengah (Timteng) kian memanas pasca-operasi militer bernama "Operation Lion’s Roar" atau "Operation Epic Furry" yang menyebabkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan udara di kantornya yang berlokasi di Teheran, pada Sabtu dini hari, 28 Februari 2026.
Situasi pun kian mencekam setelah Iran membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan drone tanpa awak ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timteng.
Laporan terbaru mengonfirmasi bahwa serangan balasan Iran telah memicu status waspada keamanan tertinggi di seluruh wilayah Timteng. Dampaknya tidak main-main, Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis bagi seperlima pasokan minyak dan gas global kini resmi ditutup untuk pelayaran internasional.
Terbaru Iran juga baru saja menyerang kilang minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco di Arab Saudi yang merupakan salah satu kilang minyak terbesar di dunia, dengan drone tanpa awak.
Sejumlah ruang udara negara seperti Iran, Israel, Irak, Yordania, hingga Uni Emirat Arab dilaporkan lumpuh akibat lalu lintas misil dan drone tempur. Penutupan bandara internasional di Abu Dhabi, Kuwait, dan beberapa wilayah lain pun sempat terjadi hingga Senin, 2 Maret 2026.
Akibatnya, ribuan penumpang terdampak pembatalan dan penundaan penerbangan, termasuk Dilraba Dilmurat yang harus menunda agenda internasionalnya di tengah situasi global yang belum kondusif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News