Keterlibatan FBI dan PPATK
Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol Himawan Sutanto mengatakan bahwa keterlibatan FBI dalam kasus ini disebabkan oleh adanya korban yang berasal dari luar negeri, termasuk Amerika Serikat.“Mengingat kasus ini melibatkan tersangka maupun korban warga negara asing khususnya Warga Negara Amerika, Polda Jateng berkoordinasi secara intensif dengan FBI melalui set NCB Interpol dan Bareskrim Polri,” kata Kombes Pol Himawan Sutanto, dikutip dari laman resmi Polres Karanganyar, pada Selasa, 2 Juni 2026.
Polda Jateng juga melibatkan lembaga dalam negeri, yakni Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), untuk menelusuri aliran dana perbankan dan aset kripto dari kasus penipuan daring tersebut.
“Kami juga menggandeng PPATK untuk menelusuri aliran dana perbankan maupun crypto, serta berkoordinasi erat dengan Ditjen Imigrasi terkait penanganan para WNA yang diamankan,” lanjut Kombes Pol Himawan Sutanto.
Baca Juga :
Profil Fabiola Elizabeth, Mantan Istri Reza Smash yang Jadi Tersangka Kasus Love Scamming
Modus Kejahatan dan Peran Fabiola
Kasus penipuan daring ini menggunakan modus pig butchering. Dalam modus tersebut, pelaku berpura-pura menjalin hubungan asmara, lalu membujuk korban untuk berinvestasi pada platform kripto palsu. Sebanyak 39 orang telah diamankan, termasuk Fabiola Elizabeth Agnes.Dalam sindikat penipuan daring ini, Fabiola Elizabeth Agnes bertugas sebagai model yang menyediakan foto-foto persuasif serta melakukan panggilan video secara langsung. Hal itu dilakukan agar korban sepenuhnya percaya dan bersedia menanamkan dana pada platform investasi yang dikendalikan oleh para pelaku.
Total Kerugian dan Lokasi Operasional
Penipuan daring yang melibatkan mantan istri Reza SMASH itu mencatat kerugian transaksi mencapai sekitar Rp41,1 miliar, dengan total 133 korban dari beberapa negara.Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa PT Digi Global Konsultan yang berlokasi di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, diduga digunakan sebagai tempat perekrutan pekerja sekaligus pusat operasional utama sindikat ini.
Adapun beberapa barang bukti yang telah disita di antaranya ratusan ponsel, komputer, monitor, serta sejumlah dokumen perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News