Jakarta: Musisi Andien Aisyah kembali memperluas gerakan sosial di bidang pendidikan dengan meresmikan cabang kelima Sekolah Anak Percaya. Sekolah gratis tersebut hadir di Kampung Apung, Jakarta, untuk membantu anak-anak dari keluarga yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan.
Menariknya, pendirian Sekolah Anak Percaya berawal dari pemanfaatan royalti lagu milik Andien yang dijual melalui teknologi non-fungible token (NFT) pada masa pandemi Covid-19.
"Waktu itu lagi zaman COVID, terus aku menjual lagu ini royaltinya secara NFT. Hasil dari NFT tersebut kemudian kami jadikan modal untuk mendirikan Sekolah Anak Percaya," kata Andien saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu, 11 Oktober 2026.
Berawal dari Royalti Lagu Percaya
Andien menginisiasi Sekolah Anak Percaya pada 2022. Gerakan tersebut bermula di Kampung Pemulung, Pondok Kopi, Jakarta Timur, dengan tujuan memberikan ruang belajar gratis bagi anak-anak yang membutuhkan.
Pendanaan awal berasal dari penjualan royalti lagu Percaya dalam bentuk NFT. Langkah tersebut menjadi salah satu cara Andien memanfaatkan karya musiknya untuk mendukung kegiatan sosial, khususnya di bidang pendidikan.
Seiring berjalannya waktu, inisiatif tersebut berkembang ke sejumlah lokasi lain. Peresmian cabang kelima di Kampung Apung menjadi kelanjutan dari upaya Andien memperluas akses belajar bagi anak-anak di lingkungan rentan.
Butuh Pendekatan Setahun di Kampung Apung
Pendirian sekolah kelima ini tidak berlangsung dalam waktu singkat. Andien mengungkapkan, timnya membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat setempat sebelum kegiatan belajar mengajar dapat diselenggarakan.
"Dari tahun lalu itu PDKT-nya setahun untuk kita bisa menyelenggarakan proses belajar mengajar di kampung tersebut," tuturnya.
Pemilihan Kampung Apung berangkat dari keprihatinan Andien terhadap tingginya angka anak putus sekolah di kawasan tersebut. Mayoritas warga setempat bekerja sebagai pengupas kerang, sementara sejumlah anak menghadapi hambatan untuk memperoleh pendidikan.
Menurut Andien, persoalan akses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan keinginan anak untuk bersekolah. Ada pula persoalan sosial dan administratif yang perlu diselesaikan.
Persoalan Pendidikan Tak Hanya Soal Biaya
Andien menjelaskan, persoalan yang dihadapi masyarakat di kawasan tersebut cukup kompleks, termasuk masalah administrasi kependudukan. Kondisi ini dapat menjadi hambatan bagi anak-anak untuk mengakses pendidikan.
Baca Juga :
Fontaines D.C. dan ROSALÍA Rilis “Where Is Gone?”, Single Baru dari Album Dopamine Chamber
"Masalahnya sangat berlapis, bukan hanya kemauan akan mengenyam pendidikannya saja, tapi juga ada banyak masalah mengenai misalnya administrasi kependudukan dan lain-lain," jelasnya.
Menghadapi berbagai kendala tersebut, Andien memilih mengambil peran langsung dan mengajak masyarakat mencari solusi bersama.
Melalui Sekolah Anak Percaya, Andien berharap anak-anak dari lingkungan yang memiliki keterbatasan akses pendidikan tetap mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensi mereka.
(Annisa Julinah)