Jakarta: Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mengajak generasi muda memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai sarana untuk melestarikan budaya Indonesia. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat membuka akses yang lebih luas terhadap warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat global tanpa menghilangkan nilai tradisinya.
Ajakan tersebut disampaikan dalam peluncuran program Dalling dan Batik untuk Derawan, Maratua, dan Budaya yang digagas Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN) di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan identitas budaya baru berbasis kekayaan bahari Kalimantan Timur melalui batik dan seni tari tradisional.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta, mengatakan bahwa perkembangan teknologi, termasuk AI, seharusnya dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat pelestarian budaya. Menurutnya, digitalisasi dapat membantu mendokumentasikan, mengenalkan, hingga mempromosikan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.
Bambang menilai AI memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai inovasi budaya, mulai dari pembuatan arsip digital, pengembangan materi edukasi, hingga penyebaran informasi melalui berbagai platform digital yang lebih mudah dijangkau oleh generasi muda.
"Ketika ombak diterjemahkan menjadi motif, penyu menjadi simbol kehidupan, dan alam diwujudkan dalam tarian, sesungguhnya masyarakat sedang memindahkan ingatan alam menjadi ingatan budaya," ujar Bambang.
Dia menegaskan bahwa budaya tidak boleh hanya dipandang sebagai warisan masa lalu yang disimpan, tetapi harus terus berkembang mengikuti zaman. Menurutnya, inovasi berbasis teknologi justru dapat menjadi jembatan agar nilai budaya tetap hidup di tengah perubahan era digital.
"Budaya yang kuat bukan budaya yang hanya disimpan, tetapi budaya yang terus hidup, dipelajari, digunakan, dan menginspirasi," katanya.
Bambang juga mengingatkan bahwa pemerintah terus menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan melalui strategi pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan. Seluruh proses tersebut dilakukan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, termasuk generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.
Dia pun mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan AI dalam berbagai aktivitas kebudayaan agar warisan budaya Indonesia semakin mudah diakses masyarakat sekaligus memperkuat diplomasi budaya di tingkat internasional.
"Setiap motif batik baru bukan sekadar memperkaya wastra Nusantara, tetapi memperkuat identitas Indonesia di mata dunia. Kebudayaan adalah titipan yang kita pinjam dari anak cucu kita sehingga harus dirawat sebaik-baiknya," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Pencinta Batik Nusantara Ayu Dyah Pasha menekankan pentingnya melibatkan anak muda sebagai motor utama pelestarian budaya. Menurut artis senior itu, pendekatan berbasis teknologi dan kreativitas akan membuat budaya lebih mudah diterima oleh generasi sekarang.
"Generasi muda harus menjadi pelaku utama pelestarian budaya. Karena itu kami menggabungkan tradisi dengan kreativitas, teknologi digital, dan ekonomi kreatif agar budaya Derawan dan Maratua dapat dikenal lebih luas, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia," kata Ayu.
Salah satu hasil dari program tersebut adalah pengembangan delapan motif Batik Derawan Maratua yang terinspirasi dari kekayaan alam Kabupaten Berau. Seluruh motif telah memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dan mengangkat unsur khas seperti penyu hijau, ubur ubur Danau Kakaban, ombak, serta kehidupan masyarakat pesisir.
Selain batik, program ini juga menghidupkan kembali Tari Dalling, tarian tradisional Suku Bajau yang mulai jarang dikenal generasi muda. Revitalisasi dilakukan melalui penyempurnaan koreografi, musik, tata busana, hingga promosi digital agar tetap relevan tanpa menghilangkan nilai budaya yang diwariskan.
Kementerian Kebudayaan berharap kolaborasi antara budaya, teknologi digital, dan AI dapat menjadi model baru pelestarian budaya Indonesia. Dengan memanfaatkan inovasi, warisan budaya tidak hanya dapat dijaga keberadaannya, tetapi juga mampu berkembang sebagai kekuatan diplomasi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif di masa depan.
"Derawan memiliki modal luar biasa. Alamnya kelas dunia, diperkaya budaya masyarakat Bajau, Tari Dalling, dan kini motif batik khas yang menjadi identitas baru. Kombinasi ini menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak destinasi wisata lain," ujar Dewan Pembina IPBN, Sapta Nirwandar.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan