medcom.id, Singapura: Nama sastrawan Sitok Srengenge resmi dicoret dari Singapore Writers Festival.
Awalnya, Sitok dijadwalkan menjadi pembicara dalam acara tersebut pada 31 Oktober 2015. Namun, Jumat, 2 Oktober, nama Sitok resmi dihapus dari festival.
Seperti dilansir StraitsTimes, Senin (5/10/2015), festival Director Yeow Kai Chai mengatakan, telah membicarakan hal ini kepada Sitok dan programming partner, The Arts House.
Penghapusan nama Sitok dilakukan setelah muncul surat terbuka penolakan keikutsertaan Sitok pada acara tersebut. Surat penolakan ditandatangani 133 orang dari berbagai latar belakang. Mulai dari seniman, mahasiswa, hingga aktivis hak-hak perempuan.
Sitok Srengenge (50) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perbuatan tidak menyenangkan, pada Oktober 2014. Setelah sebelumnya dia dilaporkan oleh perempuan berinisial RW, mahasiswi Universitas Indonesia yang diduga dihamili Sitok.
Sang penyair dianggap tidak memiliki itikad baik untuk bertanggung jawab atas perbuatannya, sehingga RW membawa persoalan ini ke meja hukum.
Selain RW, dikabarkan ada dua perempuan lain yang menjadi korban Sitok.
Sepanjang kariernya di dunia sastra, Sitok telah melahirkan beberapa antologi puisi dan novel, antara lain Persetubuhan Liar yang lantas diterbitkan dengan judul lain, Kelenjar Bekisar Jantan, Nonsens, dan Ambrosia.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan