Paduan Asyik ESQI:EF, Cobek dan Temuk
ESQ:EF bersenang-senang di pematang sawah dengan maestro Gandrung Banyuwangi Temuk. Video Klip
medcom.id, Jakarta: Syaharani and QueenFireworks (Esqi:Ef) muncul lagi dengan album baru. Kali ini kolaborasi mereka mencoba menularkan perasaan damai yang asyik dengan nomor "Selalu Ada Cinta" di album ketiganya ini.

Lagu ini menawarkan suasana keakraban dan keceriaan. Bagi Syaharani "Selalu Ada Cinta" seperti penyejuk suasana setelah gonjang-ganjing Pemilu 2014. "Selalu Ada Cinta" berusaha mengingatkan bahwa cinta Tuhan yang terpancar lewat apapun di alam ini selalu ada.

"Memang sengaja ingin mengeluarkan nuansa ceria dan ringan untuk didengar. Walaupun berbeda tempat, tapi selalu ada cinta," ungkap Syaharani saat ditemui Metrotvnews.com di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Album "Selalu Ada Cinta" berisi 10 lagu dengan musik yang gampang, alias tidak jelimet. ESQI:EF menyebutnya musik akar berbalut pop. Musik akar layaknya rock n'roll, blues, dan swing. Seperti dalam lagu "Morning Coffe", irama yang mengemas adalah rock n' roll, dan lagu "Merah Kuning Jingga Ungu", dibalut swing.

"Morning Coffee" dipilih sebagai single pertama dalam album ini. Lagu berbahasa Inggris ini juga menawarkan keceriaan. Suka cita untuk memulai hidup. "Lagunya fun," kata Syaharani.

"Lagu ini mengungkapkan, saat bangun pagi, yang ada di kepala kita harus rasa bersyukur dan keriangan. Memulai hari dengan menikmati kopi, memandang langit, atau mendengarkan kicau burung, misalnya. Pokoknya, komunikasi yang baik pada pagi hari, supaya enggak memulai hari dengan kusut,” kata Syaharani lagi.

Mereka menggarap dua video klip untuk "Selalu Ada Cinta" dan "Morning Coffe".  Video klip "Selalu Ada Cinta" menampilkan suasana kebersamaan para personel saat main ke Banyuwangi. Syaharani, Donny Suhendra (gitaris), Didit Saad (gitaris), Trias Fajar Anugrah (keyboard), Andy Gomez Setiawan (keyboard), Kristian Dharma (bass), dan Sirhan M Bahasuan (drum), semua muncul di video ini dengan ekspresi natural.

Ada yang unik, di video klip kali ini, yaitu Syaharani beradegan mengulek cabai yang kemudian ia hidangkan untuk teman-temannya.
"Itu adalah ide Aditya Pratama yang memproduseri video klip kami. Adegan ulekan itu rumit sebenarnya. Saya pegang cobek dan kamera sendiri," tutur Syaharani.

Adegan mengulek cabai di video klip ini bukan cuma sekadar lucu-lucuan. Aditya Pratama ingin mengkat  keseharian yang jarang dilakukan masyarakat kota itu ke layar. Adegan ini juga mengandung ajakan untuk menghargai alam dan lingkungan sekitar.

"Saya ingin sesuatu yang unik mulai dari cara Mbak Rani ulek cabainya sampai sudut pandangnya ketika menyajikan sambal itu. Itu merupakan hal yang natural. Kalau di Jakarta kan orang jarang melakukan aktivitas mengulek, dan jarang ada dapur yang masih pakai tungku," jelas Aditya.

Proses pembuatan video klip kali ini dikatakan Adit cukup santai, karena ia tidak harus menargetkan harus cepat selesai. "Proses pembuatannya lima hari, dan kami memang enggak mau sampai larut malam. Kami betul-betul sudahi syuting ketika matahari terbenam, dan langsung istirahat. Waktu lima hari pun kami buat untuk dua video," ungkap Adit.

Video klip Syaharani and QueenFireworks, juga asyik dengan seni tradisional. Ada adegan, mereka bersenang-senang di pematang sawah mengikuti gerakan maestro Gandrung Banyuwangi Temuk. Mereka lenggak-lenggok sekenanya.

"Sebenarnya (Temuk) sudah pernah berkolaborasi sama kami waktu satu panggung di festival Banyuwangi. Tapi kami senang dan bangga. Beliau juga senang banget. Yang menyanyi dan menari gandrung satu paket memang sudah tinggal sedikit di Banyuwangi. Jadi kami sangat-sangat senang bisa menghadirkan dia. Pesannya supaya bisa sampai; ada kearifan lokal dan kesederhanaan. Titik pandangnya juga dari sini," ujar Syaharani.

Senafas dengan pesan yang terkandung di liriknya "Selalu Ada Cinta", Syahrani dan Queenfireworks mengajak penikmat musik untuk merayakan perbedaan.  "Enggak ada orang yang 100 persen benar-benar sama saudara kembar pun pasti punya perbedaan. Kita tidak bisa menuntut kesamaan dalam arti yang sama," kata Rani.

(FIT)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id