Konser Andrea Bocelli di Indonesia (Foto: instagram)
Konser Andrea Bocelli di Indonesia (Foto: instagram)

Konser Andrea Bocelli Jadi Momentum Kenalkan Budaya Indonesia ke Dunia

Elang Riki Yanuar • 11 Oktober 2026 22:44
Ringkasnya gini..
  • Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta menjadi peluang Indonesia memperkenalkan kekayaan budaya serta memperkuat posisi di panggung global.
  • Hery Haryanto Azumi menilai musik Andrea Bocelli dapat menjadi jembatan dialog lintas budaya dan memperkuat nilai kemanusiaan di tengah konflik global.
  • Andrea Bocelli menggelar konser di Candi Borobudur pada 31 Oktober dan JIExpo Kemayoran pada 3 November 2026 dalam perayaan 30 tahun album Romanza.
Jakarta: Konser Andrea Bocelli di Indonesia menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Tanah Air sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percakapan kebudayaan global. Mantan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hery Haryanto Azumi, menilai kehadiran maestro tenor dunia itu membuka ruang untuk menunjukkan bagaimana seni dapat mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Andrea Bocelli dijadwalkan menggelar konser di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026. Dua pertunjukan tersebut merupakan bagian dari Romanza 30th Anniversary World Tour yang memperingati tiga dekade album Romanza.

Bagi Hery, rangkaian konser ini tidak hanya menjadi perayaan musik, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan potensi Indonesia sebagai ruang pertemuan budaya dunia. Kekayaan tradisi, keberagaman masyarakat, dan kehidupan spiritual yang dimiliki Indonesia dapat menjadi modal untuk berkontribusi dalam membangun hubungan antarmanusia lintas bangsa.

Pandangan tersebut disampaikan Hery dalam menyambut kedatangan Andrea Bocelli melalui QUTB GLOBAL, inisiatif yang menjadi wadah dialog lintas peradaban dan budaya. Menurut dia, musik memiliki kemampuan untuk menjembatani perbedaan, terutama ketika dunia masih menghadapi konflik dan ketegangan geopolitik.
 
Hery menilai musik tidak semata-mata hadir sebagai hiburan atau ekspresi artistik. Seni juga dapat menjadi medium diplomasi kebudayaan yang memungkinkan masyarakat dari latar belakang berbeda berbagi pengalaman emosional tanpa harus memiliki bahasa maupun pandangan yang sama.

"Musik menjadi jembatan, kebudayaan menjadi ruang perjumpaan, dan kemanusiaan menjadi tujuan bersama," katanya.

Dia menjelaskan, upaya membangun pemahaman antarbangsa tidak selalu harus dimulai melalui perundingan politik atau forum diplomasi formal. Pertemuan melalui seni dan kebudayaan juga dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal perspektif berbeda sekaligus menghormati identitas masing-masing.

Dalam konteks tersebut, konser Andrea Bocelli di Indonesia dapat menjadi ruang perjumpaan bagi penonton dari beragam latar belakang. Musik yang dibawakan seorang seniman internasional memungkinkan audiens berbagi pengalaman yang sama, meskipun memiliki perbedaan bahasa, budaya, maupun pandangan hidup.

"Kehadiran seniman kelas dunia seperti Andrea Bocelli menjadi pengingat bahwa apresiasi terhadap seni mampu melampaui batas-batas sosial dan budaya. Keindahan musik dapat dinikmati oleh masyarakat dari latar belakang yang beragam, sekaligus menghadirkan pengalaman emosional yang memungkinkan mereka terhubung tanpa harus mengesampingkan perbedaan," jelasnya.

Hery juga melihat kekayaan budaya Indonesia sebagai kekuatan yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat internasional melalui kegiatan seni berskala global. Tradisi dan nilai spiritual yang hidup di tengah masyarakat dapat menjadi bagian dari dialog yang lebih luas, bukan sekadar identitas yang dinikmati di dalam negeri.
Pemilihan Borobudur dan Jakarta sebagai lokasi konser turut menghadirkan dua konteks yang berbeda. Borobudur memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat, sedangkan Jakarta menjadi pusat aktivitas perkotaan dengan masyarakat yang beragam. Keduanya dapat memperlihatkan sisi berbeda Indonesia dalam menyambut pertunjukan musik kelas dunia.

"Pada akhirnya, seni memiliki makna yang lebih luas ketika mampu menumbuhkan empati, memperluas pemahaman, dan memperkuat ikhtiar bersama untuk membangun peradaban yang lebih manusiawi," katanya.









 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA