Foo Fighters live Jakarta (Foto: dok.Medcom)
Foo Fighters live Jakarta (Foto: dok.Medcom)

Perang di Timur Tengah Pengaruhi Festival Musik di Indonesia

Basuki Rachmat • 31 Maret 2026 17:45
Ringkasnya gini..
  • Konflik AS-Israel vs Iran bikin jadwal tur musisi dunia ke Indonesia kacau, termasuk efek pembatasan jalur energi Selat Hormuz.
  • Hammersonic Festival 2026 terdampak geopolitik Timur Tengah. Sejumlah band asing batal tampil karena isu keamanan dan rute penerbangan.
  • Meski ada pembatalan, promotor pastikan Hammersonic 2026 tetap jalan. Line-up dirombak dengan sistem substitusi band agar tetap maksimal.
Jakarta: Gejolak geopolitik yang tengah membara di kawasan Timur Tengah rupanya membawa dampak domino yang cukup signifikan bagi industri hiburan di Tanah Air. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran beserta sekutunya, tidak hanya memicu risiko ekonomi global, namun juga mengacaukan jadwal tur musisi mancanegara ke Indonesia.
 
Situasi mencekam ini kian memanas setelah Iran memperketat jalur energi strategis di Selat Hormuz.
 
Melansir dari laporan Metrotvnews.com pada 27 Maret 2026, Iran menegaskan bahwa hanya kapal yang tidak terafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel yang diperbolehkan melintas. 

Alhasil, dampak dari konflik di Timur Tengah ini pun merembet hingga ke urusan routing panggung musik internasional.

Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Hammersonic Festival 2026

Promotor festival musik metal terbesar di Asia Tenggara, Ravel Entertainment, mengungkapkan bahwa festival kebanggaan mereka, Hammersonic Festival, turut terdampak langsung oleh eskalasi tersebut.
 
CEO Ravel Entertainment, Ravel Junardy, menuturkan bahwa sejumlah band mancanegara yang semula dijadwalkan tampil di Jakarta terpaksa membatalkan rencana mereka akibat situasi keamanan dan jalur penerbangan yang tidak menentu.
 
"Kejadian geopolitik ini memang menghambat Hammersonic secara langsung, karena kan langsung ber-impact," ujar Ravel Junardy usai jumpa pers konser Avenged Sevenfold di kawasan Jakarta Selatan, Selasa, 31 Maret 2026.
 
Ravel pun menerangakan bahwa mengelola festival internasional dengan puluhan band dari mancanegara memiliki tingkat kerumitan yang sangat tinggi, terutama saat dihadapkan pada krisis global.
 
"Beresin Festival tuh memang paling ribet. Apalagi festival internasional kayak Hammersonic yang artis-artis internasionalnya harus ada 40 atau 50 penampil. Jadi ya kita routing ulang, karena kejadian yang terjadi di Timur Tengah. Kita harus routing mana yang bisa mana yang nggak," jelas Ravel.

Strategi Substitusi Band Penampil Demi Keberlangsungan Hammersonic Festival

Meski menghadapi kendala logistik dan keamanan artis, Ravel memastikan bahwa proses penyusunan line-up Hammersonic Festival tetap berjalan semestinya. Saat ini, tercatat ada sekitar 31 band yang tengah dimatangkan jadwalnya, meski terdapat beberapa perubahan nama band dari rencana awal.
 
"31 artis di luar dari ada yang udah keluar dan masuk. Jadi ada beberapa pergantian, kayak substitution pergantian pemain. Pergantian band, keluar masuk.Tapi ya nggak kalah bagus," tuturnya.
 
​Pihak promotor juga menggaransi bahwa gelaran Hammersonic Festival 2026 "Decade of Dominion" akan tetap berjalan sesuai rencana. Ravel pun memastikan bahwa tim produksinya saat ini tengah bekerja ekstra keras untuk memastikan kesiapan panggung dan teknis keberangkatan para artis.
 
"Hammersonic udah pasti bakal jalan Kita udah prepare juga secara production. Kita lagi nge-routing semua artis-artisnya. Yang pasti saya nggak pernah lupain. Kita mau kasih yang terbaik buat Hammersonic," tutup Ravel Junardy.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA