SMASH Menolak Bubar
SMASH. (Foto: Instagram SMASH Indonesia)
Jakarta: SMASH kembali bukan sebagai 'Seven Man As Seven Heroes'. Berenam; Bisma Kharisma, Rangga Moela, Dicky Prasetya, Rafael Landry Tanubrata, Reza Anugrah dan Ilham Fauzi melaju tanpa Morgan Oey. Mereka menolak jika dibilang bubar, sekaligus enggan kalau ada yang berkata ini sebagai ajang reuni. Sebab, mereka belum lengkap. Morgan belum benar-benar kembali.

Jumpa media yang dilakukan pada Rabu, 11 Juli 2018 di Jakarta menjadi momentum pertama mereka muncul dengan formasi enam personel di depan publik. Tidak ada yang berubah dan tidak ada yang spektakuler. SMASH masih sama seperti boyband Indonesia yang dulu dikenal lewat singel I Heart You, lagu cinta 'cenat cenut'.

SMASH kembali lewat singel Fenomena yang akan dirilis pada 18 Juli 2018. Lagu itu masih tentang asmara, di mana keenam personel menggambarkan satu sosok perempuan yang berbeda dari perempuan umumnya. "Bisa sebagai aspek sudut pandang, menurut kalian fenomena itu apa, sih? SMASH atau hukum alam yang terjadi. Bisa diartikan kita mencintai lawan jenis dengan sebegitunya, dia (perempuan) kayak one of a kind di antara banyak perempuan," kata Bisma dalam jumpa media di Jakarta, Rabu 11 Juli 2018. Lagu Fenomena akan dirilis di bawah label baru yaitu 401.



SMASH dalam jumpa media di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

SMASH Mereka pertama kali muncul pada 2010 saat musim boyband Korea gencar melebarkan pasarnya di Asia, termasuk Indonesia. Saat itu beberapa boyband Korea yang bersinar sebut saja Super Junior, Big Bang dan 2PM. Kehadiran SMASH disebut-sebut mengimitasi formasi Super Junior. Kendati banyak cibiran SMASH mengimitasi Super Junior, dukungan ikut mengalir lewat para penggemar mereka, SMASH Blast.

Dalam perjanjian kontrak tiga tahun bersama label Ancora Music, SMASH menelurkan dua album mini yaitu SM*SH (2011) dan Step Forward (2012). Empat lagu di album debut mereka sukses menggema. Kalau masih ingat ada I Heart You, Senyum Semangat, Ada Cinta dan Akhiri Saja. Di album kedua berisi tiga lagu yaitu Patah Hati, Rindu Ini dan Selalu Tentang Kamu.

"Memang selama hampir empat tahun vakum kami bukan berarti melupakan SMASH. Kami dari awal kita komitmen dikontrak selama tiga tahun, tapi setelah tiga tahun kontrak berakhir kami tidak membubarkan SMASH karena kami satu sama lain sudah seperti keluarga. Kami sudah nyaman dengan grup yang kami bikin dari nol banget. Kami melihat penggemar kami, SMASH Blast yang sampai saat ini masih menunggu kapan SMASH mau balik lagi," kata Rangga.

"Kemarin mungkin kami sudah menjanjikan bakal balik tapi belum tahu kapan. Sekarang mudah-mudahan di tahun 2018 ini menjadi waktu yang tepat untuk kami bisa kembali berkarya. Semangat dan dukungan dari SMASH Blast mudah-mudahan bisa sekuat dulu dan boyband SMASH bisa meramaikan musik Indonesia lagi," lanjutnya.

Selama tiga hingga empat tahun setelah putus kontrak dengan Ancora Music, personel SMASH masih aktif bersolo karier dan merambah industri hiburan lain seperti presenter, aktor dan dunia radio. Kenapa mereka kembali di saat musim boyband sedang lesu di Indonesia? Bisma memberi jawaban yang cukup diplomatis bahwa target mereka bukan untuk menggebrak pasar musik melainkan untuk bermain di 'kolam' mereka sendiri.

"Ego manusia enggak akan cukup terpuaskan. Tiap personal punya ego masing-masing tapi kami tahu porsi SMASH kapan harus kembali. Yang terpenting bukan masalah karya dulu tapi energi. Kami bersinergi bareng lagi. Mungkin ini bulan yang pas. Proses yang cukup cepat. Kami (kemarin) sempat berpikir untuk kembali, tapi bukan saatnya karena energinya belum sama. Mudah-mudahan pertengahan tahun ini kami bisa kembali dengan energi yang sama," ujar Bisma.

Bisma menambahkan, semarak musik elektronik dansa (EDM) bisa menjadi cela kembalinya SMASH diterima pasar musik Indonesia.

"Kami pingin ketika genre EDM masih naik menjadi genre yang populer, boyband punya peluang yang besar untuk musik dance," tambahnya.

Tetap Andalkan Koreografi

Kalau masih ingat dengan bentukan SMASH terdahulu, tentu soal koreografi dan spirit masih tampak menjadi identitas mereka. Namun, untuk fisik kini Rangga mengaku telah banyak berubah. Mereka menjamin, aksi panggung mereka di tahun ini akan lebih menggugah penggemar dan lebih terbarukan.

"Spirit masih sama seperti yang dulu. Sepanjang waktu kami melewati, bisa dilihat fisik kami berubah. Memang ada penyesuaian di koreografi karena tren yang menghentak-hentak dulu, yang up-beat, di era sekarang mungkin sudah tergantikan," kata Rangga.


SMASH. (Foto: Instagram SMASH Indonesia)

Seiring bertambahnya usia, target pendengar SMASH masih terbilang luas. Semisal dulunya masih SD sekarang SMA, akan ikut bernostalgia dengan kembalinya SMASH. Namun, itu bukan menjadi tujuan utama mereka. Kembalinya mereka masih sebagai ajang unjuk gigi bahwa SMASH menolak bubar dan masih eksis.

"Bukan ke strategi, niat kami kembali ini ingin mewarnai. Jangan sampai kayak dulu lagi, semua boyband atau girlband turn point-nya terlalu cepat, jadi gampang bosan dengan boyband. Kami inginnya punya bagian masing-masing, bukan ingin justru menjamur lagi, tapi (pembuktian) kita masih ada, genre ini masih ada," ujar Bisma.

"Market (target penggemar) masih yang sudah ada, yang dulunya SD sekarang sudah kuliah minimal SMA. Untuk soal musik (kami) akan kolaborasi dengan musisi sudah bertahun-tahun (bekerjasama dengan SMASH). Ada satu personel band yang legend. Pernah dulu (bekerjasama) juga," lanjutnya.

Soal koreografi, Rangga menjamin gerakan dibuat menyesuaikan zaman dan dapat diterima oleh berbagai kalangan umur. "Sekarang memang SMASH yang baru lebih chill dan tetap update. Dari segi koreografi kita lebih chill, slow, tapi ada gerakan yang bisa diikuti sama pendengar. Pinginnya mereka sing along dan dance along sama kita," kata Rangga.

"Dulu yang menonton berbagai usia. Jadi, sisi dance tetap dipertahankan supaya anak-anak kecil masih bisa tetap dance, nyambung ke orangtuanya dan kakaknya. Jadi, semua masih mendengar SMASH," sambungnya.

Ingin Seperti SLANK

Keenam personel SMASH yang memutuskan kembali masih disibukkan dengan berbagai proyek solo. Sebut saja Bisma sebagai aktor film, lalu Rangga yang merambah dunia radio, serta Rafael sebagai presenter di sebuah acara musik stasiun televisi swasta. Karier solo mereka masih tetap akan berjalan, tetapi SMASH adalah prioritas.

"SMASH ini karier pertama aku di dunia hiburan ini. Makanya ketika SMASH mau tampil lagi, kangen zaman dulu keluar-keluar lagi. Saya juga sibuk proyek solo pribadi tapi kita sesuaikan, enggak gontok-gontokan. Sekarang kita sesuaikan. Kami pintar-pintar diskusi," aku Rafael.

"Jadwal enggak menjadi masalah besar. Sejauh ini memang pekerjaan aku bisa membantu SMASH untuk mempromosikan singel karena aku bisa masuk ke radio, aku memandu acara musik yang lama dan harapannya SMASH bisa lebih mudah untuk promo musik baru," timpal Rangga.

Dirilisnya singel Fenomena bukan sebagai ajang bangkit sesaat. Sebuah rencana jangka panjang termasuk album telah dipersiapkan.

"Sudah ada pembicaraan dengan label dan ke depannya pasti album. Selain album kami juga ingin punya konser besar untuk reuni dengan SMASH Blast, ketemu penggemar kami. Terus ke kota-kota menemui SMASH Blast," kata Rangga.

"Kami di saat menjadi band, gimana caranya supaya jadi brand. Itu kan acuan terbesar kita, master plan terbesar kita adalah seperti itu. Seperti Slank, kita ingin sejauh itu," kata Bisma.


 



(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id