Poster penampil day 3 Synchronize Fest 2026 (Foto: dok. Synchronize)
Poster penampil day 3 Synchronize Fest 2026 (Foto: dok. Synchronize)

Rekomendasi Penampil Synchronize Fest 2026 Hari Ketiga: Reality Club x Phum Viphurit hingga Reggae Gang

Basuki Rachmat • 18 Oktober 2026 14:05
Ringkasnya gini..
  • Synchronize Fest 2026 hari ketiga (18/10) di Gambir Expo Kemayoran menutup rangkaian festival dengan enam pertunjukan spesial lintas genre dan negara.
  • Penonton dapat menyaksikan kolaborasi epik Reality Club bersama Phum Viphurit, serta set khusus secara penuh dari musisi jazz legendaris Indra Lesmana.
  • Hari terakhir ini turut diramaikan oleh perayaan Reggae Gang, kolaborasi Swellow, The Best of 80's Pop Kreatif, hingga penampilan artis asal Berlin Habibi Funk.
Jakarta: Synchronize Fest 2026 memasuki hari terakhir penyelenggaraannya pada Minggu, 18 Oktober 2026, di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Mengusung semangat keberagaman musik Indonesia, festival tahunan ini kembali menghadirkan deretan pertunjukan spesial yang mempertemukan musisi lintas genre, generasi, hingga negara.

Pada hari ketiga ini, Warga-Wargi, sebutan bagi para penonton Synchronize Fest, dapat menyaksikan sejumlah kolaborasi menarik. Di antaranya penampilan Reality Club bersama musisi asal Thailand, Phum Viphurit, serta pertunjukan bertajuk The Best of 80's Indonesian Pop Kreatif yang menghadirkan Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, Agatha Pricilla, Ify Alyssa, dan Sivia dengan iringan musik dari Nikita Dompas.

Selain itu, panggung Synchronize Fest 2026 juga akan diramaikan oleh penampilan spesial Indra Lesmana bersama sejumlah musisi, perayaan musik reggae melalui Reggae Gang, hingga kolaborasi Swellow dengan sederet musisi yang mewakili skena independen Indonesia.

Berikut enam pertunjukan spesial yang bisa Sobat Medcom nantikan pada hari terakhir Synchronize Fest 2026:
 

1. INDRA LESMANA "LITTLE THINGS FROM THE HEART" FEAT. EVA CELIA, TEZA SUMENDRA, MONITA TAHALEA, MICHAEL JAKARIMILENA, AND LLW (BARRY LIKUMAHUWA, RAFI MUHAMMAD, KYRIZ BOOGIEMAN, ANDRE DINUTH)


Indra Lesmana seorang legenda musik Jazz yang telah merilis puluhan album jazz eksploratif selama hidupnya. Salah satu yang paling populer adalah album Little Things From The Heart, yang berhasil menjadi jembatan antara musik jazz dan pop pada masanya. Indra Lesmana bersama istrinya Hon Lesmana menulis album ini di tahun 2020 menghasilkan lagu-lagu paling manis seperti “Sedalam Cintamu”, “Kisah Yang Indah”, “Ingatlah”. 

Untuk pertama kalinya lagi, Indra Lesmana akan membawa set album ini secara penuh bersama para kolaboratornya Eva Celia, Teza Sumendra, Monita Tahalea, dan Michael Jakarimilena, serta dibawakan oleh grup musik LLW yang berisi Barry Likumahuwa, Rafi Muhammad, Kyriz Boogieman, Andre Dinuth di panggung Synchronize Fest 2026.
 

2. REALITY CLUB X PHUM VIPHURIT


Untuk pertama kalinya Reality Club band asal Jakarta, berkolaborasi dengan Phum Viphurit musisi asal Bangkok - Thailand pemilik lagu “Lover Boy”. Pertemuan mereka berawal saat Reality Club didapuk menjadi band pembuka ketika Phum Viphurit menggelar konser solo di Jakarta pada tahun 2019. Momen dan waktu berselang rupanya mereka saling mengagumi satu sama lain, terekam di beberapa wawancara dengan media, Phum Viphurit kerap menyampaikan kekagumannya terhadap Reality Club.

Kolaborasi ini membawa semangat Synchronize Fest membawa narasi lokal menuju kancah global melalui berbagai format pertunjukan. Arah ini membuka ruang bagi pertukaran kreatif, kolaborasi regional, dan dialog artistik lintas negara menjadikannya momen yang tepat untuk menghadirkan kolaborasi penting antara Reality Club dan Phum Viphurit.
 

3. REGGAE GANG (DAY AFTERNOON, DHYO HAW, MOMONON, SEJEDEWE, UNCLE DJINK & FAHMI AZIZ, VARID PUTRA MBAH SURIP)


Nama-nama ini akan hadir dalam pertunjukan spesial “Reggae Gang” pada panggung Synchronize Fest 2026 membawa hangatnya suasana "gitaran" tongkrongan ke panggung besar sebagai perayaan budaya akar rumput yang menyatukan semua orang dalam nyanyian tanpa jarak.

Day Afternoon grup musik reggae asal Jakarta memiliki karakter musik reggae yang dipadukan dengan unsur ska, jazz, blues, pop, hingga keroncong, dikenal melalui karya-karya seperti Keroncong Perpisahan, Hari Setelah Senja, dan album Manis Djamboe yang dirilis pada 2013.
Dhyo Haw musisi reggae ini mulai dikenal luas oleh publik sejak merilis album debutnya yang bertajuk Always Positive pada tahun 2013, dengan lagu andalan "Ada Aku Disini" yang sempat meledak dan menjadi anthem di kalangan penikmat musik Indonesia.
 

Momonon grup musik reggae asal Banten ini mulai melambung eksistensinya lewat album debutnya yang bertajuk Si Aceng pada tahun 2011, dan singlenya yang bertajuk “Kopi Hitam”.

Sejedewe grup musik reggae asal Tangerang ini mulai dikenal lewat debut singlenya yang bertajuk “Wedang Jahe”.

Uncle Djink & Fahmi Aziz merupakan duo musisi senior sekaligus produser di skena musik reggae dan ska Indonesia, keduanya lebih sering berperan sebagai "otak di balik layar" (produser, arranger, dan pencipta lagu) yang sukses membidani lahirnya banyak lagu hit milik musisi reggae Indonesia.

Kedua memproduseri lagu-lagu hit dari Dhyo Haw dan juga Sejedewe.
Varid Putra Mbah Surip putra dari legenda musik reggae-pop Indonesia, Mbah Surip yang sangat terkenal dengan singlenya yang bertajuk “Tak Gendong”.

Sebagai putra dari ikon besar, Varid mendedikasikan sebagian besar karier bermusiknya untuk melanjutkan estafet perjuangan sang ayah dalam mempopulerkan musik reggae yang jenaka, santai, dan penuh pesan kedamaian di Indonesia.
 

4. SWELLOW BERNYANYI BERSAMA BRAY-BRAY (MENAMPILKAN BIN HARLAN, THE COTTONS, JIMI MULTHAZAM, HENRY FOUNDATION, TECHA AURELLIA, RATTA BILL, DAN JO SOEGONO)


Swellow, grup musik asal Bogor yang berhasil menambahkan kemanisan skena indie-rock Bogor yang sedang eksis beberapa tahun belakangan ini.

Swellow akan hadir pada panggung Synchronize Fest 2026, berkolaborasi dengan nama-nama; Bin Harlan yang dikenal sebagai vokalis dari grup musik C’mon Lennon yang juga aktif sebagai penulis dan kurator seni.

Henry Foundation dikenal sebagai punggawai grup musik elektronik legendaris asal Jakarta, Goodnight Electric.

Jimi Multhazam yang dikenal sebagai frontman dari grup musik legendaris Jakarta, The Upstairs dan Morfem.

Ratta Bill musisi, penyanyi, sekaligus desainer grafis asal Jakarta ini aktif berkarya pada grup musik Bedchamber dan Glyph Talk.

Techa Aurellia dikenal sebagai vokalis grup musik post-punk/deathrock Pelteras dan grup musik metal Amerta. The Cottons duo musik pop yang juga sepasang suami-istri memulai perjalanan bermusik mereka sejak 2016, setelah vakum cukup lama, The Cottons kembali pada tahun 2024 dengan merilis EP yang bertajuk Harapan.

Serta Jo Soegono solois pria yang telah merilis mini album bertajuk Prof Jo (2025) dan album penuh bertajuk Rasa&Rasa (2026) dengan musik bernuansa bossa nova samba berbahasa Indonesia.
 

5. THE BEST OF 80'S INDONESIAN POP KREATIF FEAT. ARDHITO PRAMONO, ISYANA SARASVATI, TEDDY ADHITYA, TEZA SUMENDRA, AGATHA PRICILLA, IFY ALYSSA, SIVIA (MUSIC BY NIKITA DOMPAS)


Musik Indonesia Pop Kreatif era 80-an bisa dibilang menjadi salah satu gelombang musik paling berpengaruh hingga saat ini. Musik dengan nuansa melodi pop yang khas dengan synthesizer turut menjadi inspirasi bagi banyak musisi muda.

Lagu-lagu berjudul seperti “Astaga”, “Surat Cinta” besutan Vina Panduwinata, “Anak Sekolah” dan “Hip Hip Hura” yang dinyanyikan Almarhum Chrisye, hingga lagu-lagu Utha Likumahuwa dan Oddie Agam.

Pertunjukan spesial ini akan membawa penonton kembali ke era musik Indonesia tahun 1980-an, dengan dinamika genre pop, pop kreatif. Hits-hits yang tidak luntur oleh waktu akan dibawakan kembali oleh para penyanyi muda masa kini seperti Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, Agatha Pricilla, Ify Alyssa, dan Sivia, serta musik dipimpin oleh Nikita Dompas.
 

6. HABIBI FUNK


Habibi Funk merupakan reissue record label dan DJ set asal Berlin ini didirikan oleh kolektor musik asal Jerman bernama Jannis Stürtz. Kerap mengarsip lagu-lagu Arabic funk, soul, jazz era 1960-1980, Habibi Funk juga merilis banyak kompilasi lewat DSP, seperti “Habibi Funk: An Eclectic Selection of Music from the Arab World, Part 1 & 2” pada 2017 dan 2019 silam. Habibi Funk siap menggetarkan Synchronize Fest 2026.
 

Baca Juga :

Ayu Ting Ting Ingin Dangdut Melesat di Panggung Global seperti Agnez Mo



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA