Ironisnya, salah satu korban dilaporkan masih berstatus pelajar di bawah umur. Gigs yang digagas untuk mendukung Andrie Yunus, pembela HAM korban penyiraman air keras ini justru menjadi lokasi aksi tak bertanggung jawab dari oknum yang memanfaatkan situasi kerumunan.
Kabar ini mencuat setelah akun X @bluevelyz mengunggah utas panjang pada Selasa, 28 April 2026, yang membeberkan kronologi kejadian yang dialami oleh rekannya.
"Di konser tribute Andrie Yunus kemarin (28/04/2026), harusnya menjadi ruang aman untuk semua orang terlebih perempuan, sayang sekali tetap ada orang yang nafsunya dipelihara, nuraninya dibiarkan kelaparan," tulisnya mengawali utas panjang.
Modus "Melindungi" di Tengah Kerumuman Circle Pit
Dalam bukti tangkapan layar chat dengan korban, korban mengakui bahwa dirinya mendapatkan bentuk pelecahan non-verbal.Kejadian bermula saat band metal Down For Life tampil dan penonton mulai membentuk circle pit (lingkaran moshpit). Berdasarkan kesaksian korban, di tengah keriuhan tersebut, terduga pelaku yang diketahui berinisial FC mendekati korban dengan dalih ingin menjaga agar tidak terhimpit kerumunan.
"Kejadiannya pas band Down for Life main, di situ penonton buat lingkaran (circle pit). Aku dan temen² menepi ke samping. Di situ pelaku bilang 'hati- hati ya barangnya'. Pelaku berada di samping aku, kaya seolah-olah mau jagain. Nggak lama pelaku mulai memegang lengan, memengang kepala, dan mengelus-ngelus," ungkap korban melalui tangkapan layar percakapan yang diunggah.
Tak hanya satu orang, seorang penonton lain yang masih duduk di bangku sekolah juga mengalami hal serupa. Korban kedua tersebut dilaporkan mendapat perlakuan tidak menyenangkan berupa sentuhan di bagian bahu dan kepala secara berulang.

(Tangkapan layar chat kesaksian dua korban)
"Untuk korban satunya ternyata masih anak sekolah. Dia mengalami hal yg sama, dipegang bahu dan dielus-elus di bagian kepala," lanjut kesaksian korban.
Baca Juga :
Ed Sheeran Sakit Herpes
Diduga Bukan Aksi Pertama Melakukan Pelecehan di Acara Musik
Rupanya ini bukan kali pertama terduga pelaku menjalankan aksinya. Setelah utas tersebut viral di media sosial, fanbase dari band alternative rock asal Jakarta, .Feast yaitu Kelelawar Indonesia turut memberikan komentar via pesan direct message (DM) di Instagram.Terduga pelaku disinyalir merupakan "pemain lama" yang kerap melancarkan aksi serupa di berbagai acara musik.

(Tangakapan layar chat dengan fanbase band .Feast)
"Dia dateng konser manapun untuk mencari korban. Yang (di konser) .Feast dia dilepas, karena katanya orang penting. Pada takut buat usust," tulis akun @Kelelawar_ID dalam pesan yang dibagikan pengunggah utas.
Pelaku Buat Video Klarifikasi
Pihak rekan korban sempat meminta terduga pelaku untuk datang melakukan mediasi dan klarifikasi di Kios Ojo Keos, markas kolektif band Efek Rumah Kaca. Namun, FC dilaporkan terus mengelak hingga akhirnya hanya mengirimkan sebuah video permintaan maaf singkat secara pribadi."Halo, Assalamualaikum Mas atau Mbak, kalau sekiranya saya dirasa melecehkan saya minta maaf. Siapapun saya serius cuma ingin melindungi. Nggak ada niat apa-apa, tapi kalau memang saya dianggap seperti itu ya saya minta maaf, terimakasih," tutur FC dalam video klarifikasi.
Alih-alih meredam suasana, video tersebut justru membuat pihak korban semakin geram. Klarifikasi tersebut dinilai tidak tulus karena disertai penyangkalan (denial) dengan dalih ingin melindungi, yang dianggap sangat bertolak belakang dengan keterangan saksi dan korban di lapangan.
Hingga saat ini, pihak korban masih mendesak pelaku untuk hadir secara langsung di Kios Ojo Keos guna melakukan klarifikasi yang layak serta proses mediasi. Dukungan dari warganet pun terus mengalir, mendesak penyelenggara acara musik untuk lebih memperketat pengamanan terhadap tindakan pelecehan di masa mendatang.
"Untuk kabar selanjutnya saya akan lanjut di thread ini, saya memohon kepada kalian semua yang sudah membaca juga turut repost dan sebarluaskan," tutup akun tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News