Jakarta: Grup musik Float membawa nostalgia ke panggung Pestapora 2026 lewat sejumlah lagu yang lekat dengan film 3 Hari untuk Selamanya. Penampilan tersebut menjadi salah satu momen yang menghidupkan kembali ingatan penonton terhadap soundtrack film road trip movie coming of age ikonik karya sutradara Riri Riza tersebut.
Float tampil di Riang Gembira Stage pada hari terakhir Pestapora 2026 di Gambir Expo & Hall D2 JIEXPO, Jakarta, Minggu sore, 27 September 2026.
Mengawali penampilan sekitar pukul 17.00 WIB, band yang digawangi Hotma Roni Simamora alias Meng (vokal dan gitar akustik), David Qlintang (gitar elektrik), Timur Segara (drum), dan Binsar Tobing (bass) membuka set mereka dengan "Studipo Ritmo" dari EP perdana Float, No-Dream Land yang dirilis pada 2005.
"Selamat sore Pestapora, apa kabar semua besok kerja yaa? Selamat bersenang-senang di Pestapora ya. senang banget kita ada di sini, enjoy yaa," sapa Meng kepada para penonton.
Setelah membuka penampilan dengan materi lawas, Float kemudian membawa penonton menyusuri perjalanan musik mereka hingga rilisan terbaru. Meng memperkenalkan Constant Changes, EP terbaru Float yang dirilis pada 4 September 2026.
"Lagu ini diambil dari materinya Float yang paling baru. Yang masih formatnya mini album, harapannya tahun depan jadi full album," ungkap Meng.
Dua lagu dari materi tersebut, yakni "Emily" dan "Dimabuk Cahaya", kemudian mengisi setlist Float di Pestapora.
Memasuki sore menuju senja, suasana Riang Gembira Stage perlahan berubah lebih syahdu. Float membawakan "Tiap Senja" dan "I.H.I" dari album Time (2019), sebelum membawa penonton memasuki bagian paling nostalgik dari penampilan mereka.
Setelah itu, mereka memasuki bagian yang paling ditunggu bagi penonton yang mengenal karya Float lewat film 3 Hari untuk Selamanya. "3 Hari untuk Selamanya" dan "Pulang" dibawakan menjelang akhir penampilan.
Puncak nostalgia hadir ketika Float menyiapkan "Sementara". Lagu tersebut tidak hanya menjadi salah satu karya yang paling dikenal dari Float, tetapi juga memiliki keterkaitan kuat dengan 3 Hari untuk Selamanya.
Film tersebut sempat menjadi sorotan karena menampilkan adegan penggunaan ganja. Karya Riri Riza dan Mira Lesmana itu bahkan sempat berhadapan dengan Lembaga Sensor Film (LSF), sehingga sejumlah adegannya mengalami pemotongan.
Sebelum memainkan lagu penutup, Meng pun menyampaikan pesan kepada para penonton.
"Ini lagu terakhir dari kami. Terima kasih buat yang ada di sini. Selamat bersenang-senang. Sukses terus buat kita semua. Gaspol terus! Jangan takut sama yang ngehe-ngehe di pemerintahan!" tutur Meng.
Meng kemudian kembali menegaskan pesannya sesaat sebelum musik "Sementara" dimulai.
"Gue ulangin. Jangan takut sama yang ngehe-ngehe di pemerintahan! Ini lagu buat kita semua, anthem buat kita semua," tutup Float dengan lagu "Sementara" yang langsung disambut sing along massal penonton.
"Sementara" akhirnya menjadi penutup penampilan Float di Pestapora 2026 sekaligus membawa kembali kenangan terhadap 3 Hari untuk Selamanya, film yang membuat sejumlah karya mereka semakin lekat dengan perjalanan dan memori penontonnya.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan