Dipromotori oleh Seven Star Production, Afgan bakal kembali menggandeng maestro Erwin Gutawa untuk mengemas seluruh diskografinya dalam balutan pertunjukan grand symphonic universe.
Dalam sesi jumpa pers yang digelar di Midaz Senayan Golf, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026, Afgan membeberkan bahwa konser ini akan menjadi rangkuman perjalanan kariernya, mulai dari album debut The One (2010) hingga album teranyar Retrospektif (2025).
Tantangan Mengawinkan R&B dengan Orkestra
Salah satu daya tarik utama dari konser ini adalah keberanian Afgan untuk menampilkan era "banting setir"-nya, yakni saat ia merilis album penuh berbahasa Inggris dengan nuansa R&B dan Hip-Hop yang kental. Afgan mengakui bahwa menggabungkan elemen musik elektronik tersebut ke dalam format orkestra merupakan tantangan yang cukup besar."Nah itu satu era yang mau kita tampilkan di konser ini, tapi lumayan challenging karena itu musiknya elektronik, R&B, Hip-Hop, justru nggak ada trap-nya," tutur Afgan.
Sambil tertawa, pelantun hits "Panah Asmara" ini pun melontarkan candaan bahwa ia menyerahkan seluruh kerumitan teknis tersebut kepada Erwin Gutawa.
"Tapi gimana caranya kita bisa menggabungkan R&B, Hip-Hop itu dengan orkestra? Gimana caranya Hip-Hop, R&B, tapi jadi orkestra? Saya juga sampai sekarang masih bingung.
Tapi nggak apa-apa biar Om Erwin yang pusing arrange-nya," lanjut Afgan.
​Menanggapi tantangan tersebut, Erwin Gutawa justru merasa optimis. Baginya, esensi dari Retrospektif adalah melihat kembali ke belakang untuk melangkah ke depan, sehingga setiap bagian penting dalam perjalanan karier Afgan harus diceritakan kembali dengan aransemen yang tepat.
"Pada intinya adalah pasti konsep ini akan menampilkan hampir semua bagan-bagan penting dari lagu-lagu pentingnya Afgan dari awal karetnya sampai sekarang," tutur Erwin Gutawa.
Erwin meyakini bahwa karakter suara dan lagu-lagu Afgan memiliki fleksibilitas yang luar biasa untuk diorkestrasi. Ia menjanjikan bahwa transisi antar-era musik Afgan akan mengalir dengan indah dan memberikan pengalaman baru bagi telinga pendengar.
"Nah, lagi-lagi kalau soal orkestra tadi statement saya benar bahwa mudah-mudahan cocok sama teman-teman semua, bahwa lagu-lagu Afgan dari pertama sampai sekarang itu semua kalau diorkestrasi pasti cocok dan enak. Bahkan menambahkan suasana suasana imaginatif yang mungkin nanti yang nonton juga jadi punya memorable," tutup Erwin Gutawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News