Kredo Jerinx
Jerinx "Superman Is Dead" (Foto oleh @myrockinphoto)
Superman Is Dead (SID) tumbuh lebih besar dari sekadar perkara musik. Mereka adalah identitas. Tidak bisa dipungkiri, paradigma ini turut lahir dari peran besar I Gede Ari Astina alias Jerinx.

Jerinx, saudara kandung kontroversi, seperti sebuah tokoh fiksi anti-hero. Dia dikagumi bukan karena pesona fisik atau polesan-polesan superfisial. Melainkan karena sisi liar yang lebih sering tak terkendali.

Awal November 2018, nama Jerinx jadi sorotan media nasional atas pernyataannya terkait pedangdut Via Vallen. Apa yang terjadi antara Jerinx dan Via Vallen terdengar dramatis, seorang pentolan band punk-rock cari gara-gara dengan biduan dangdut nomor satu negeri ini.


Meski pernyataannya mengundang polemik, bukan berarti Jerinx berhenti berbicara. Di Twitter, tempat asumsi berkembang biak sangat cepat, Jerinx justru makin telaten meladeni para pembencinya.

Sialnya, masalah Jerinx - Via Vallen berada dalam lini waktu yang sama dengan perilisan album terbaru SID, Tiga Perompak Senja. Kaum pembenci memanfaatkan isu ini dan menuding Jerinx sengaja menciptakan drama untuk mendongkrak popularitas album. 

Pada sebuah siang di akhir November 2018, Jerinx membalas pesan saya yang berisi ajakan wawancara. Kebetulan, dia sedang berada di Jakarta. Selang satu hari, pertemuan kami terjadi. 

Di kehidupan nyata, Jerinx jauh dari kesan "Si Pemarah" yang mungkin Anda bayangkan jika membaca kicauan-kicauan galaknya di Twitter. Jerinx tipikal narasumber yang tidak mudah tersulut emosinya jika mendengar pertanyaan-pertanyaan sensitif. Dia menanggapi semua pertanyaan dengan luwes, sesekali tertawa lepas sebelum mengurai isi kepalanya.


Dalam beberapa kesempatan, Jerinx selalu mengatakan album Tiga Perompak Senja merupakan album yang membawa SID kembali ke masa awal kalian. Bisa dijelaskan tentang maksud itu?

Spiritnya, sejak album Angels and the Outsiders dan Sunset di Tanah Anarki, kami banyak membahas isu sosial politik. Di album Tiga Perompak Senja, kami sedikit lepas dari sosial politik, kami mencoba kembali ke awal era awal 2000-an dimana semangat hedon kami masih kental. Ada beberapa lagu yang temanya hedonis.

SID hari ini tentu beda dibanding saat kalian masih merintis. Saat ini tentu kalian lebih mapan dalam segala aspek. Lalu, bagaimana cara SID membangun relevansi hari ini dengan spirit yang kalian rasakan di masa awal? 

Personel lain mungkin iya, berubah. Kalau soal point of view, saya enggak terlalu susah. Secara personal kehidupan saya masih di gelanggang hedonis. Saya punya bar, saya masih keluar malam, masih banyak petualangan-petualangan seru di kehidupan saya. Dua tahun terakhir hal itu diseimbangkan dengan dunia aktivisme. Meskipun saya tidak pernah mengklaim diri sebagai aktivis tapi saya sering terlibat di skena aktivis. Kehidupan saya secara garis besar di dunia fantasi rock & roll. Dunia malam masih dekat dengan saya, termasuk alkohol dan teman-teman. Channeling saya (dengan era awal SID) masih gampang. 

Berapa persen materi album Tiga Perompak Senja yang ditulis oleh Jerinx?

Di album sekarang 50 persen materi dari saya.

Dibandingkan dengan karya-karya awal SID, sekarang kalian terdengar lebih puitis. Mengapa?

Kalau saya mikirnya lirik puitis relevansinya lebih panjang. Misal saya nyanyi tentang Perpres 51, setelah perjuangan tersebut berhasil, lagunya akan kehilangan momentum. Makanya saya pakai bahasa yang sedikit poetic, yang bisa digunakan untuk perjuangan yang lain.



Superman Is Dead (Foto: Media Indonesia/Arnold Dhae)


Jerinx sepertinya suka memakai kata "sunset" dan "senja." Mengapa?

Senja itu masa peralihan dari terang menuju gelap. Saya suka meromantisasi senja karena saya sering merasa jiwa saya ada di sana. Kadang saya cenderung terang dan kadang saya gelap.

Saya banyak bertemu dengan orang-orang yang hingga sekarang orang-orang itu jadi orang-orang terdekat saya, persamaan kami adalah sering merasa lost in between heaven and hell. Senja itu bukan masalah peralihan siang dan malam, ini lebih kepada frasa. Seseorang bisa ada di sana selamanya.

Peluncuran album Tiga Perompak Senja seperti adem-adem saja. Tanpa kabar pesta perilisan dan jumpa pers. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sepertinya Sony juga paham. Karena ini album terakhir kami di Sony Music. Kami dikontrak 6 album dan ini album terakhir kami dengan Sony. Mungkin Sony juga mikir kalau kontrak kami lagi akan bagaimana.

Di zaman serba digital kami sudah punya bayangan setelah album ini kami akan ngapain. 

Apa yang akan SID lakukan setelah lepas dari Sony Music?

Sejauh ini kami di internal ingin lebih independen, kami ingin produksi sendiri. Secara kreatif enggak akan ngaruh, dari awal bersama Sony Music juga enggak ada keterbatasan. Sony cuma pesan satu hal, jangan bikin lagu SARA. Itu make sense kan.

Lucunya, banyak orang sok tahu, mereka tidak pernah baca kontrak dan mengasumsikan SID itu kontraknya seperti band-band lain yang kontrak dengan Sony. Bukan karena band idolamu keluar dari Sony (karena kontrak bermasalah), lantas SID kontraknya sama dengan band idolamu itu. It's different, band-band punya negosiasi yang berbeda. Our contract is special. Why? Karena waktu itu SID punya posisi tawar yang kuat. Waktu itu banyak label yang memburu SID.

Apa momen terberat SID?

Belum datang kayaknya.

Pernah alami fase nyaris bubar?

Jauh dari itu. Untuk mikir SID bubar pun enggak pernah terlintas sama sekali. Berantem sering, adu argumen sering. Kami bertiga sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan. Kami punya kesepakatan tidak tertulis kalau enggak ada Bobby, enggak ada Eka, enggak ada saya, itu bukan SID.

Untuk proyek musik lain tidak masalah, selama SID diprioritaskan.

Menurut Jerinx, apakah semangat punk masih relevan hari ini?

Very grey, depend on you carry it. Tergantung cara lo mengimplementasikan, memaknainya. Setiap orang punya persepsi beda-beda soal "What is punk." Asal jangan sampai, kamu pikir dirimu punk, padahal kamu seorang fasis. Kalau kamu klaim dirimu seorang punk, kamu harus respect pilihan orang lain. Selama mereka enggak merusak kehidupan orang, selama tidak mencuri dan menginjak-injak hak orang lain. Terserah mereka, mau bikin clothing-an, mau di-endorse alkohol. Just because you're punk, bukan berarti kamu punya hak ngatur-ngatur orang. 

Kalau saya memaknai punk, untuk saya punk itu sepenuhnya menjadi diri sendiri. Seratus persen jadi diri sendiri. Kalau ada orang lain bilang, "Kamu punk kenapa kamu di-endorse alkohol? Kamu punk kenapa masuk major label?" Dude, selama hak saya tidak diinjak-injak, selama mereka tidak mencuri sesuatu dari saya, selama saya tidak harus mencium pantat siapapun, itu win-win solution. I get what i want, they get what they want. Engak ada yang mati, kan?

Belakangan, Jerinx makin aktif di media sosial. Termasuk rajin meladeni haters. Bagaimana dua personel SID lain menanggapi kelakuan drummer mereka di internet?

Mereka sebenarnya aktif (menggunakan media sosial) juga, tapi jarang bikin statement. Kadang kalau saya terlalu emosi mereka japri bilang, "Chill, bro." Wajar, namanya saudara mengingatkan seperti itu.

Mengapa Jerinx perhatian kepada para haters di internet?

I do. Ini hal yang ingin saya bicarakan, I love them. Because from haters, I learn a lot from them
Enggak semua haters bodoh, banyak haters saya yang berpendidikan. Saya jadi belajar juga, soal psikologinya, dasar-dasar argumennya. Mungkin mereka using me sebagai tools, mungkin cari panggung, whatever. I don't care! Saya juga manfaatkan mereka untuk pengetahuan baru. Apapun yang enggak membunuh saya, it makes me stronger.

Biasanya, kegiatan apa yang Jerinx lakukan sembari membalas komentar haters?

(Memeragakan gerakan merokok) Ha-ha-ha. Itu hiburan buat saya, it's fun! Waktu santai saya banyak. Kalau orang bilang, "Musisi kok sibuk di media sosial." Because I know how to enjoy my life. Bisnis saya sudah ada yang urus semua, tugas saya di band untuk bikin lagu dan aransemen sudah selesai, bikin artwork sudah beres. Many free time.

Banyak yang salah mengartikan maksud kritik Jerinx kepada Via Vallen. Bagaimana Jerinx melihat itu?

Berkaca dari kasus kemarin, tentang VV, saya rasa statement saya kuat. Jujur, saya enggak sangka isunya jadi gede. Padahal, itu berawal dari sahut-sahutan di Twitter sama orang. Banyak orang mikir ini karena SID baru rilis album baru. F*ck no!

Honestly, awalnya niat aku cuma reply orang di Twitter. Yang kemarin berita jadi besar, it's for a good reason. Bukan hanya untuk karya SID, tetapi untuk karya seniman dan musisi lain yang mendedikasikan karya mereka untuk sesuatu yang lebih besar dari sekadar nominal. Ada anaknya Widji Thukul, Efek Rumah Kaca dan musisi lain yang mendedikasikan karya untuk kemanusiaan. Semoga dengan kasus seperti ini ada efek jera.

Mayoritas penyanyi dangdut yang berprofesi seperti VV itu semoga jadi agak mikir, lagunya (yang mereka bawakan) tentang apa. Which is itu good things. Kan, enggak semua musisi dangdut ignorant. Siapa tahu ada penyanyi koplo yang punya jiwa sosial dan mereka murni membawakan lagu (sarat pesan sosial) dengan gestur yang sesuai dan menyampaikan isi pesan lagunya tentang apa. It's beautiful. Itu yang saya idamkan. 

Koplo market-nya grassroots. Ketika pesan itu disampaikan oleh duta-duta seni grassroots, itu akan lebih menancap.

Saya juga bilang beberapa kali di statament saya, ketika VV bisa mem-backup lagu itu dengan sedikit saja pesan yang bisa menjaga roh lagu itu, saya akan bangga.

Bagaimana kekesalan Jerinx melihat warganet yang menjadikan momen ini untuk menyerang dengan dalih Jerinx ingin royalti?

Kami enggak pernah mempermasalahkan copyright dan tetek bengeknya! Itu cuma sekelompok anarko goblok yang membawa ke arah sana! F*ck you! Saya dibilang gila copyright oleh mereka! F*ck you!

Kalau seandainya ada kesempatan kolaborasi dengan penyanyi dangdut, siapa pedangdut yang Jerinx inginkan?

So far Mbak Inul. Respect itu muncul karena beliau berani melawan Rhoma Irama.

Apa yang akan Jerinx lakukan kalau bertemu langsung dengan Via Vallen?

Saya akan pura-pura pakai kacamata hitam. Ha-ha-ha. 

Saya enggak punya niat jahat. Saya cuma mengingatkan saja, that's it. Ketika saya bilang "f*cking whore" itu kan ada kata "jika dia cuma bla-bla."  Saya tidak ada bilang dia pelacur. Cuma netizen saja, yah whatever.

Seandainya Jerinx membentuk band imajiner, siapa saja yang akan Jerinx ajak untuk bermain bersama dalam satu band?

Drummer mungkin Gembul eks Navicula. Beliau skill-nya luar biasa. Manusia satu itu aneh, diberikan gift yang sedemikian hebat.

Kemudian pada gitar, saya mau dengan gitarisnya Wali, Apoy. Dia pilihan gitarnya norak, gitar yang ada pegangannya (di body), warnanya nge-jreng, saya mau bikin band yang anti-cool.

Saya akan megang gitar rhytm biar kompak sama Mas Apoy. Vokalisnya Andika (Kangen Band), dia sambil main bass. Nanti kami arahkan dia agar seperti Sid Vicious. Terus nama bandnya, The Anarkoplo! Ha-ha-ha.

Ada rencana seorang Jerinx mengeksplorasi musik ke luar genre punk-rock dan rockabilly?

Kemarin ngobrol sama Heru (Shaggydog) ada beberapa lagu yang cocok dijadikan hip-hop. Jadi, mungkin akan membuat beberapa singel sama dia, tapi hip-hop. 

Ini lebih ke solo. Rencananya, proyek ini ramai-ramai. Ada sembilan vokalis, empat gitaris, tiga drummer. Lagunya lagu sing along tapi liriknya dibikin se-badass mungkin

Baik lewat lirik atau citra di internet, Jerinx terkesan seperti laki-laki nakal dan penakluk cinta. Ngomong-ngomong kapan terakhir seorang Jerinx patah hati oleh perempuan?

Oh shit! Saya menghindari nonton infotainment karena saya tidak percaya dengan itu. Kemudian ada yang kirim saya link video infotainment, saya lihat VV dalam video itu. Dia bilang "Seharusnya SID yang berterimakasih sama saya." Sakit saya, mas! Pengin nangis tapi takut mati. Ha-ha-ha.

Jerinx tak jarang mengkritik kondisi sosial-politik. Lantas, bagaimana situasi politik ideal menurut Jerinx?

Damn, ini susah dijawab! Kompleks! Urgensinya, saya sebagai orang Bali, saya melihat apa yang dibutuhkan masyarakat Bali. 

Pertama, kami tidak butuh khilafah. Kedua, kami tidak butuh pembangunan yang merusak, reklamasi contohnya. 

Belum ada sosok presiden sampai sekarang yang menjamin kedua hal itu tidak terjadi. 

Misal pilih A, reklamasi tidak terjadi tapi ekstremis radikal menggila. Kalau pilih B, reklamasi terjadi, tapi ekstremis tidak makin ganas. Tapi, apakah ada yang menjamin? 

Dalam beberapa situasi, biasanya both of them punya king maker yang sama. Itu kenapa politisi selalu terjebak di sebuah titik yang tidak bisa ke mana-mana. Di belakang mereka ada orang-orang sama yang rule this country. Mereka funding pihak A dan B agar bisa menjalani agenda mereka. 

Sebagai orang Bali, saya akan pilih yang paling aman untuk rumah saya dahulu. 

Bagaimana Jerinx melihat kontestasi Pemilu 2019?

Saya yakin kedua calon mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Kalau berharap hukum ditegakan itu seperti mimpi. Itu komedi.

Saya hanya berharap 2019 hanya banyak orang baik lebih punya banyak pengaruh daripada orang jahat. Semoga orang baik memberi pengaruh pada orang yang belum tahu mana yang baik dan benar. Itu paling realistis yang bisa saya pikirkan. Meski baik dan benar juga sangat relatif dan bisa diperdebatkan

Jerinx cukup vokal dalam menyuarakan perjuangan. Pernah diancam akan dibunuh?

Ancaman dengan text messages pernah, makanya saya beberapa kali ganti nomor. 

Melihat ancaman yang ada, apakah pernah berpikir untuk berhenti menyuarakan perjuangan?

Telanjur basah. Saya di point "no return." Kalau saya mundur konyol juga. Saya sudah ditandai (oleh pihak-pihak yang dilawan Jerinx). 

Apakah Jerinx meningkatkan pengamanan diri setelah ancaman-ancaman itu?

I believe something bigger always protecting me.

Jika punya kesempatan satu jam berdua bersama Habib Rizieq, apa yang akan Jerinx sampaikan?

I just wanna know, bagaimana rasanya jadi Tuhan?

 



(ASA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id