Rimba (Foto: dok. Inou Yoshikazu)
Rimba (Foto: dok. Inou Yoshikazu)

Band Jakarta, Rimba Tampil di Festival Musik Jepang Bareng Musisi Ternama

Elang Riki Yanuar • 19 Oktober 2026 14:00
Ringkasnya gini..
  • Band Rimba tampil di Kyoto Music Expo 2026 di hadapan sekitar 12.000 penonton dan memperkenalkan musik Pop Belantara ke pendengar Jepang.
  • Lagu-lagu berbahasa Indonesia milik Rimba disambut meriah penonton Jepang yang ikut bertepuk tangan dan melompat mengikuti irama.
  • Album debut Rimba, Technicolor Meeting, kini tersedia di Tower Records, HMV, dan toko rekaman independen di Jepang.
Jakarta: Band asal Jakarta, Rimba, sukses mencuri perhatian penonton Jepang melalui rangkaian tur yang membawa mereka dari panggung intim di Tokyo hingga tampil di hadapan sekitar 12.000 penonton dalam festival Kyoto Music Expo 2026. Mengusung karakter musik Pop Belantara, Rimba memadukan melodi pop, aransemen eksperimental, dan lirik berbahasa Indonesia.

Perjalanan Rimba di Jepang dimulai pada 24 September 2026 melalui penampilan di Moon Romantic Aoyama, Tokyo, sebuah venue berkapasitas sekitar 150 orang. Dua hari berselang, mereka melanjutkan penampilan di panggung utama Ringo Fest di Matsumoto yang dihadiri sekitar 300 penonton.

Puncak perjalanan tersebut berlangsung pada 10 Oktober 2026, ketika Rimba tampil di panggung utama Kyoto Music Expo 2026 di Umekoji Park, Kyoto. Penampilan ini menjadi pencapaian penting bagi Rimba dalam memperluas jangkauan musik mereka di luar Indonesia.

Tampil di Festival Bergengsi Jepang


Kyoto Music Expo 2026 menandai 20 tahun penyelenggaraan festival sekaligus merayakan tiga dekade perjalanan Quruli, band rock alternatif asal Kyoto yang dibentuk pada 1996. Grup yang digawangi vokalis sekaligus gitaris Shigeru Kishida tersebut dikenal melalui eksplorasi musikal yang memadukan beragam elemen.

Sebagai penggagas festival, Quruli tampil dalam kedua hari penyelenggaraan. Pada hari pertama, 10 Oktober 2026, Rimba berbagi panggung dengan sejumlah musisi Jepang, seperti Quruli, Homecomings, indigo la End, Macaroni Empitsu, Suchmos, dan Miyamoto Hiroji.
 
1000168417


Sementara itu, hari kedua pada 11 Oktober 2026 menghadirkan Quruli bersama ASIAN KUNG-FU GENERATION, Tamio Okuda, Hitsujibungaku, dan milet.

Tiket yang terjual habis untuk kedua hari penyelenggaraan menunjukkan antusiasme penonton terhadap festival tersebut. Bagi Rimba, kesempatan tampil di hadapan ribuan penonton menjadi pengalaman penting dalam perjalanan mereka di panggung internasional.

Lagu Berbahasa Indonesia Disambut Meriah


Sepanjang penampilan di Kyoto Music Expo 2026, Rimba mendapat sambutan hangat dari penonton. Mereka terlihat mengayunkan tangan dan bertepuk tangan mengikuti irama lagu-lagu yang dibawakan, termasuk “Kampiun”, “Rimba Raya”, dan “Crave Me, Superstar”.

Suasana semakin meriah ketika Rimba menutup penampilan dengan “Diego Superego”. Penonton serentak melompat mengikuti irama musik, menciptakan energi yang terasa hingga akhir pertunjukan.

Sambutan tersebut memperlihatkan bagaimana musik Rimba dapat menjangkau pendengar dari latar belakang budaya berbeda. Meski membawakan lagu-lagu berbahasa Indonesia, mereka tetap mampu mengajak penonton Jepang menikmati pertunjukan melalui melodi dan energi panggung.
   

Album Debut Rimba Hadir di Toko Rekaman Jepang


Selain melalui pertunjukan langsung, Rimba juga memperluas jangkauan musik mereka lewat distribusi album debut, Technicolor Meeting, di Jepang. Album dalam format piringan hitam tersebut kini tersedia di sejumlah toko rekaman, termasuk Tower Records, HMV, dan berbagai toko independen.

Technicolor Meeting pertama kali dirilis secara independen dalam format digital pada 14 November 2025. Big Romantic Records kemudian merilis album tersebut dalam format piringan hitam pada 6 Maret 2026 untuk distribusi global.

Kehadiran album ini di toko rekaman Jepang menjadi langkah lain bagi Rimba untuk memperkenalkan karya mereka kepada pendengar internasional, di luar penampilan di panggung festival.

Mengenal Rimba dan Musik Pop Belantara


Rimba terbentuk pada 2019 dan terdiri dari Latasya Dinar (vokal), Vari Rivano (gitar dan vokal latar), Marvin Muhammad (bas dan vokal latar), serta Ivando Jeremy (drum).

Melalui konsep Pop Belantara, mereka mengembangkan musik pop melodis dengan pendekatan eksperimental. Perpaduan aransemen yang eksploratif dan lirik berbahasa Indonesia menjadi bagian penting dari identitas musikal mereka.

Dari venue kecil di Tokyo hingga panggung utama Kyoto Music Expo, Rimba menunjukkan perkembangan perjalanan mereka di kancah internasional. Pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa musik Indonesia dapat menjangkau pendengar lintas budaya tanpa harus meninggalkan identitasnya.










 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA