GIGI Jazz Project (Foto: dok. Gaia Festival)
GIGI Jazz Project (Foto: dok. Gaia Festival)

GIGI Jazz Project Jadi Sajian Spesial di Gaia Music Festival 2026

Basuki Rachmat • 16 Agustus 2026 14:28
Ringkasnya gini..
  • GIGI tampil beda lewat GIGI Jazz Project dan menutup Gaia Music Festival 2026 dengan aransemen jazz serta lagu-lagu populer.
  • GIGI Jazz Project menghadirkan eksplorasi jazz lewat aransemen baru, jamming, dan kolaborasi session player di Gaia Music Festival 2026.
  • Armand Maulana menyoroti pentingnya festival berbayar dan kewajiban promotor membayar royalti demi menjaga ekosistem musik Indonesia.
Bandung: Grup musik GIGI menutup rangkaian Gaia Music Festival 2026 sebagai headliner utama pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026. Berbeda dari penampilan biasanya, Armand Maulana dan kawan-kawan hadir lewat proyek spesial GIGI Jazz Project di panggung Amphitheatre, The Gaia Hotel, Bandung.
 
Tampil sekitar pukul 22.10 WIB, GIGI yang diperkuat Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bas), dan Gusti Hendy (drum) membuka pertunjukan dengan salah satu lagu populer mereka, "Nakal". Lagu tersebut merupakan bagian dari album kesepuluh GIGI, Peace, Love 'n Respect (2007).
 
Tanpa banyak jeda, GIGI kemudian melanjutkan pertunjukan dengan "Janji" dan "Don't Stop" yang dikemas dalam aransemen bernuansa jazz. Eksplorasi tersebut turut diperkuat sejumlah session player, termasuk pemain saksofon Damez Nababan.

Sebelum masuk ke lagu "Menari-Nari" dari album terbaru Forever In The Air (2025), Armand menyempatkan diri menyapa para penonton yang memadati area Amphitheatre.
 
Ia sekaligus menjelaskan konsep GIGI Jazz Project yang menjadi sajian khusus mereka malam itu.
 
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Gaya Music Festival! Tagline-nya kalau di poster 'GIGI Jazz Project'. Mudah-mudahan kita mencoba aransemen ini diterima sebagai salah satu genre jazz," sapa Armand.
 
Armand kemudian memperkenalkan satu per satu personel dan musisi pendukung yang terlibat dalam proyek tersebut. Dengan gaya khasnya, ia juga sempat melontarkan candaan mengenai latar belakang para personel GIGI yang memiliki keterkaitan dengan musik jazz.
 
"GIGI nggak terlalu malu lah kalau GIGI Jazz Project, walaupun aransemennya banyak diaransemen mudah-mudahan jazz, ada sosok Budjana ya cukuplah jazz-lah. 'Nakal' tadi masuk jazz nggak? Enggak juga ya. Oke. Hendy pada drum! Oh ya, Hendty juga punya jazz progresif, Ligro, sama Agam dan Adi. Thomas Ramdhan pada bass! Ini maneh mah aing mah teu jelas pisan. Rio, Damez, Richi! Jarang GIGI pakai bintang tamu session player. Rugi, duitnya dibagi-bagi terus kelamaan," kelakar Armand.
 
GIGI kemudian membawakan "Menari-Nari", lagu yang mengangkat tema perjalanan kehidupan dari masa lalu, hari ini, hingga masa depan.
 
"'Don't Stop' itu dari album kita yang paling baru, Forever In the Air. Kemarin kita jalan-jalan ke New York bikinnya. Terus yang ini, lagu ini juga dari album Forever In the Air juga. Judulnya 'Menari-Nari'. 'Menari-Nari' itu lirik mengenai kehidupanlah. So, kehidupannya kemarin yang sudah lewat, hari ini, dan tomorrow, besok. Insya Allah kita diberikan kehidupan yang berkah dari Allah SWT. Amin," ungkapnya yang dilanjutkan dengan menampilkan lagu "Menari-Nari" dan hits lawas mereka "Andai".

GIGI Bawa "Pintu Sorga" dalam Balutan Jazz

Salah satu kejutan dalam GIGI Jazz Project malam itu adalah hadirnya "Pintu Sorga". Lagu religi yang menjadi bagian penting dalam perjalanan musik GIGI tersebut dikemas ulang dengan sentuhan jazz.
 
Sebelum membawakannya, Armand terlebih dahulu menceritakan latar belakang lagu yang menjadi bagian dari album Perdamaian tersebut.
 
"Sebetulnya perlu digarisbawahi bahwa lagu ini kayak lagu folk (folklore)-nya Suriah. Jadi lagu Suriah terus kita pas aransemen ditambah ada part dari GIGI, jadi ciptaannya ya setengah-setengah. Lumayanlah royalty-nya setengah-setengah. Liriknya ditulis oleh seorang penulis legend, paling dahsyat kalau sudah nulis religi: Om Taufiq Ismail. Alhamdulillah saat itu Perdamaian Pintu Sorga jadi sebuah album yang, ya, boleh kita banggakan lah. Jadi inovasi, jadi lagu religi. Akhirnya banyak banget yang bawa lagu religi," tutur Armand.
 
Eksplorasi jazz GIGI kemudian berlanjut lewat lagu "Melayang". Nomor tersebut menjadi ruang bagi Thomas, Budjana, dan Damez untuk melakukan jamming di atas panggung.
 
GIGI Jazz Project Jadi Sajian Spesial di Gaia Music Festival 2026
Thomas Ramdhan dan Dewa Budjana (Foto: dok. Gaia Music Festival)
 
Setelah itu, GIGI kembali mengajak penonton bernyanyi bersama melalui deretan lagu populer seperti "11 Januari" dan "Jomblo". Penampilan mereka kemudian mencapai klimaks lewat "Ya Ya Ya".

Armand Singgung Ekosistem Musik dan Royalti

Di penghujung penampilan, Armand juga menyampaikan apresiasinya kepada Gaia Music Festival yang menurutnya turut menunjukkan penghargaan terhadap karya seni dan musik melalui penyelenggaraan festival berbayar.
 

GIGI Jazz Project Jadi Sajian Spesial di Gaia Music Festival 2026
Penonton Gaia Music Festival (Foto: dok. Gaia Music Festival)
 
Ia sekaligus mengingatkan para promotor mengenai pentingnya menjalankan kewajiban terkait royalti dan lisensi musik.
 
"Terima kasih untuk festival musik seperti ini yang berbayar. Karena memang serius, kalau kebanyakan gratis ntar yang dirusak ekosistem musik Indonesia juga. Nggak papa ada yang gratis satu atau dua kali, tapi yang berbayar itu akhirnya kita bisa tahu bahwa kalian menghargai seluruh karya seni di Indonesia. Terutama promotor jangan lupa bayar LMK-nya ya! Aish si pejuang nasi! Lumayan awas wae! Alright," ungkap Armand.
 
GIGI kemudian menutup malam terakhir Gaia Music Festival 2026 dengan pesan yang selaras dengan semangat album Peace, Love 'n Respect.
 
"Keep the peace, love and respect for Indonesia. Wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," tutupnya.
 

 

 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA