Jazz Goes To Campus hadirkan The City Series di TIM (Foto: instagram)
Jazz Goes To Campus hadirkan The City Series di TIM (Foto: instagram)

Jazz Goes To Campus Buat The City Series di TIM, Padukan Talkshow dan Konser

Elang Riki Yanuar • 17 April 2026 22:53
Ringkasnya gini..
  • JGTC luncurkan The City Series, format baru yang gabungkan talkshow edukatif dan konser jazz untuk menyambut 50 tahun perjalanan festival.
  • Jazz Goes To Campus The City Series digelar 25 April 2026 di TIM Jakarta, diawali talkshow lalu konser kolaborasi musisi besar Indonesia.
  • Erwin Gutawa, Tohpati, Ari Renaldi, Adra Karim tampil bareng Bandung Jazz Orchestra di konser JGTC City Series dengan konsep big band.
Jakarta: Jazz Goes To Campus (JGTC) kembali menghadirkan inovasi menjelang perayaan perjalanan panjangnya menuju usia 50 tahun. Tahun ini, JGTC memperkenalkan format baru bertajuk The City Series, sebuah konsep acara yang menggabungkan pertunjukan musik dengan ruang edukasi dalam satu rangkaian pengalaman.
 
The City Series dirancang sebagai perhelatan musik sekaligus forum diskusi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat urban. Melalui konsep ini, JGTC ingin menghadirkan jazz bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium percakapan lintas generasi.
 
Acara Jazz Goes To Campus The City Series akan digelar pada 25 April 2026 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Rangkaian acara dimulai dengan talkshow pada pukul 18.30 hingga 19.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan konser utama yang menampilkan sejumlah musisi dan arranger ternama Indonesia.

Format baru ini disebut sebagai langkah JGTC untuk membuat jazz terasa lebih inklusif dan relevan bagi generasi muda. Penonton tidak hanya diajak menikmati musik, tetapi juga memahami dinamika jazz yang berkembang dari masa ke masa di Indonesia.
 
"JGTC di kampus tetap berjalan, dan di sisi lain kami membuat seri kegiatan di kota, khususnya di Taman Ismail Marzuki,” ujar Candra Darusman sebagai salah satu Pendiri JGTC. 
 
Talkshow yang menjadi pembuka acara akan mengangkat tema “Pencapaian Menjelang 50 Tahun JGTC serta Harapan ke Depan”. Diskusi ini menjadi ruang refleksi tentang perjalanan JGTC yang telah melewati berbagai era dan tantangan dalam industri musik.
 
Sejumlah tokoh lintas generasi akan hadir sebagai narasumber, di antaranya Rano Karno, Candra Darusman, Chico Hindarto, Sri Harnurga, serta Agus S. Basuni. Talkshow ini akan dipandu oleh Kepra Prasetyo, yang akan mengarahkan pembahasan agar lebih dekat dengan audiens muda.
 
Dalam diskusi tersebut, para narasumber akan membahas perjalanan panjang JGTC dari masa ke masa, termasuk dinamika dan skeptisisme terhadap musik jazz di Indonesia. Selain itu, talkshow juga akan menyoroti bagaimana jazz berasimilasi dengan identitas lokal, termasuk unsur budaya Betawi.
 
Tidak hanya itu, peran jazz dalam ekosistem kreatif dan perkembangan kota juga akan menjadi topik penting. Talkshow ini menjadi bagian dari momentum menuju dua perayaan besar, yakni 50 tahun Jazz Goes To Campus pada 2027 dan 500 tahun Kota Jakarta.
 
Setelah sesi diskusi selesai, acara akan dilanjutkan dengan konser utama yang menampilkan kolaborasi besar para arranger ternama Tanah Air. Deretan nama besar seperti Erwin Gutawa, Tohpati, Ari Renaldi, dan Adra Karim dipastikan tampil dalam proyek aransemen spesial yang menjadi daya tarik utama.
 
Konser ini akan semakin megah karena diiringi Bandung Jazz Orchestra. Selain itu, vokalis Alonzo dan Rose Maryjane juga akan tampil berkolaborasi dalam format big band performance yang disebut akan terasa megah namun tetap intim bagi penonton di dalam teater.
 
Konsep The City Series diposisikan sebagai langkah strategis JGTC untuk memperluas jangkauan audiens dan memperkuat identitas festival jazz yang telah menjadi bagian penting dari sejarah musik Indonesia. Meski membawa format baru, JGTC menegaskan tetap menjaga akar artistik yang selama ini menjadi ciri khasnya.
 
 
"Dengan memadukan edukasi, refleksi, dan pertunjukan musik, Jazz Goes To Campus The City Series diharapkan mampu menghadirkan jazz sebagai bagian dari denyut kehidupan kota. Tidak hanya untuk didengarkan, tetapi juga untuk dipahami, didiskusikan, dan dirayakan bersama," tutupnya.
 

   
 
   
 
   
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA