Dwiki Dharmawan, Dira Sugandi, Dirly Dave (Foto: Medcom/Basuki)
Dwiki Dharmawan, Dira Sugandi, Dirly Dave (Foto: Medcom/Basuki)

Dwiki Dharmawan Angkat Karya Frank Sinatra di TPJF 2026, Gandeng Dira Sugandi dan Dirly

Basuki Rachmat • 05 Oktober 2026 08:42
Ringkasnya gini..
  • A Night of Frank Sinatra hadir di TPJF 2026 lewat kolaborasi Dwiki Dharmawan, Dirly Dave, Dira Sugandi, dan Bandung Jazz Orchestra.
  • Dwiki Dharmawan memilih Dirly Dave dan Dira Sugandi untuk membawakan karya Frank Sinatra karena karakter vokal dan kemampuan musikal mereka.
  • Dwiki Dharmawan mengaku kesulitan memilih lagu Sinatra karena banyaknya hits sang legenda yang harus disesuaikan dengan durasi festival.
Bandung: Proyek spesial bertajuk A Night of Frank Sinatra menjadi salah satu sajian menarik dalam gelaran hari kedua The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026. Acara tersebut berlangsung di The Papandayan Hotel, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu, 4 Oktober 2026.

A Night of Frank Sinatra merupakan proyek yang diinisiasi oleh musisi, arranger, sekaligus kurator TPJF, Dwiki Dharmawan. Dalam proyek ini, Dwiki menggandeng penyanyi Dirly Dave, Dira Sugandi, serta Bandung Jazz Orchestra untuk membawakan sejumlah lagu legendaris milik Frank Sinatra.

Dwiki mengatakan pemilihan Frank Sinatra sebagai tema utama TPJF tahun ini tidak terlepas dari besarnya pengaruh sang legenda terhadap perkembangan musik dunia. Menurutnya, Sinatra merupakan sosok ikonik yang tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, tetapi juga aktor dengan deretan karya yang berpengaruh.

"Kali ini di TP Jazz Festival yang ke-11, kita mengangkat tema 'A Night of Frank Sinatra'. Seperti yang kita tahu, Frank Sinatra adalah salah satu tokoh musik yang paling berpengaruh abad ini. Dia sangat ikonik, seorang penyanyi dan juga aktor. Karya-karyanya sangat luar biasa," ungkap Dwiki saat ditemui Medcom.id di The Papandayan Bandung Hotel, pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Dwiki juga menjelaskan alasan memilih Dirly Dave dan Dira Sugandi sebagai vokalis dalam proyek tersebut. Ia menilai keduanya memiliki karakter vokal serta kemampuan musikal yang sesuai untuk membawakan karya-karya Sinatra.
"Tapi yang terpenting, saya memang jatuh cinta dengan kemampuan mereka, karakter vokalnya, dan kapasitas musikalnya. Untuk menyanyikan karya dari tokoh sekelas Frank Sinatra, harus benar-benar penyanyi yang mendunia, dan merekalah yang paling pas," ungkapnya.

Dwiki Dharmawan Kesulitan Memilih Lagu Frank Sinatra


Membawakan karya Frank Sinatra dalam sebuah festival jazz juga menjadi tantangan tersendiri bagi Dwiki dan timnya. Pasalnya, Sinatra memiliki begitu banyak lagu populer yang ingin dibawakan.

Namun, keterbatasan durasi membuat mereka harus menentukan sejumlah lagu yang dianggap paling tepat untuk masuk ke dalam setlist A Night of Frank Sinatra.

"Kita cukup kesulitan memilih lagu di waktu yang cukup pendek untuk show ini. Namanya jazz festival kan banyak performer-nya ya, bukan konser solo kita. Ingin sekali membawakan semua lagu, tapi kita harus memilih beberapa saja sesuai dengan durasi yang diberikan kepada kita," ujar Dwiki.

Bagi Dirly Dave, tantangan lainnya datang dari karakter vokal Sinatra yang dikenal memiliki warna suara bariton. Sementara Dirly memiliki karakter vokal tenor sehingga ia perlu melakukan penyesuaian ketika membawakan lagu-lagu sang legenda.

"Tantangannya ada, karena Bapak Frank ini vokalnya low, bariton. Sementara aku kan tenor. Jadi tantangannya lumayan berasa, tapi karena diajarin, jadi bisa," kata Dirly Dave.
 

Hal serupa dirasakan Dira Sugandi. Ia mengaku sempat kesulitan menentukan lagu yang akan dibawakan lantaran Sinatra memiliki begitu banyak karya populer.

"Benar kata Kang Dwiki, hits-nya itu banyak banget. Jadi kita cukup kesulitan, mau bawain yang mana, mana yang nggak sempat dibawain. Tapi mudah-mudahan setlist kita sore hari ini bisa mencakup setidaknya lagu-lagu favorit yang banyak didengar ya," tutup Dira Sugandi.









 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA