Film Inang berkompetisi melalui sesi kompetisi internasional Bucheon Choice Awards di ajang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN).
Film Inang berkompetisi melalui sesi kompetisi internasional Bucheon Choice Awards di ajang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN).

Film 'Inang' Wakili Indonesia di Bucheon International Fantastic Film Festival

Rosa Anggreati • 20 Juli 2022 17:04
Jakarta: Film thriller-horror berjudul Inang mendapatkan kesempatan berkompetisi melalui sesi kompetisi internasional Bucheon Choice Awards di ajang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN).
 
Film yang disutradarai oleh Fajar Nugros dan ditulis oleh Deo Mahameru ini dibintangi oleh sejumlah pemain kenamaan, yaitu Naysilla Mirdad, Lydia Kandou, Rukman Rosadi, Dimas Anggara, Pritt Timothy, Nungki Kusumastuti, Rania Putrisari, Totos Rasiti, Muzakki Ramdhan, David Nurbianto, dan Emil Kusumo. Film Inang menjadi film panjang pertama yang dibintangi oleh Naysilla Mirdad, sekaligus ia beradu akting dengan ibu kandungnya, Lydia Kandou.
 
Film Inang menggambarkan perjuangan seorang perempuan melawan kekuatan jahat yang ingin mengambil alih kehidupan bayinya. Sebagai film thriller-horror dengan segudang unsur thrilling & jump-scare, Inang menawarkan pelajaran berharga seputar perjuangan perempuan, kasih sayang orang tua, dan realita kehidupan yang dibalut dengan unsur mitos jawa, yaitu Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan.
 
Film Inang diputar dua kali selama perhelatan BIFAN, yaitu world premiere pada 8 Juli 2022 dan pemutaran kedua pada 13 Juli 2022. Mewakili Indonesia, film Inang bersaing dengan film-film yang berasal dari Spanyol, Jepang, Australia, Denmark, dan banyak negara lainnya.
 
Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN), diluncurkan pada tahun 1997 dan merupakan festival budaya yang digelar di Bucheon, kota sastra kreatif UNESCO. Karya-karya sineas ternama seperti Peter Jackson, Christopher Nolan, Darren Aronofsky, Guillermo del Toro, Jang Joonhwan, dan Na Hongin telah diputar dan diperkenalkan melalui panggung BIFAN. Dengan motto “Stay Strange,” BIFAN berusaha menjadi festival film yang memberikan panggung serta dukungan bagi karya dan talenta non-mainstream yang memiliki potensi.
 
Bisa tampil di BIFAN tentu saja merupakan sebuah prestasi sekaligus kebanggaan tersendiri. Head of IDN Pictures & Produser Film Inang Susanti Dewi mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi BIFAN terhadap film Inang.
 
“Melalui film ini kami di IDN Pictures mengangkat sebuah tema yang sarat akan kultur dan budaya Indonesia dengan unsur misteri yang menimbulkan banyak tanda tanya dan juga rasa penasaran. Kami di IDN Pictures selalu berkomitmen untuk membuat karya yang tidak hanya menghibur, tapi juga menghadirkan pengalaman hidup bagi yang menyaksikan. Film Inang merupakan contoh nyata dari komitmen tersebut. Tentu kami sangat bersyukur kesungguhan kami menggarap film Inang bisa mendapatkan apresiasi di BIFAN. Nantikan tanggal mainnya di Indonesia!” kata Susanti Dewi.
 
Rasa bangga turut pula dirasakan oleh Head of IDN Pictures & Sutradara Film Inang Fajar Nugros. Apalagi, Inang merupakan film pertama besutannya yang bergenre horror-thriller.
 
“Ini menjadi salah satu momen berkesan dalam perjalanan karier saya. Proses pembuatan film Inang tidaklah mudah. Namun dengan kerja keras dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat, film ini berhasil mendapat apresiasi dari BIFAN, sebuah festival film tingkat internasional. Tidak hanya bagi saya pribadi dan tim IDN Pictures, semoga pencapaian ini juga dapat memberikan motivasi kepada sineas-sineas Indonesia lainnya untuk terus berani berkarya karena sejatinya kita mampu dan kita siap untuk unjuk gigi di mata dunia,” ucap Fajar Nugros.
 
Selain film Inang, IDN Pictures juga memboyong film berjudul Horor Keliling yang dipilih oleh Network of Asia Fantastic Film (NAFF) Project Market untuk mengikuti seleksi It Project Selection bersama 12 judul lain.
 
Hadirnya IDN Pictures di BIFAN tahun ini melalui dua proyek terpilih yaitu Inang (The Womb) di kompetisi utama Bucheon Choice, dan Horor Keliling (Cursed Circus: Sweet Vengeance’s of A tale Teller) melalui It Project Selection, diharapkan dapat menjadi awal dari banyaknya rekognisi dan karya-karya berkualitas besutan sineas Indonesia yang tidak hanya sukses di pasar nasional, namun juga diakui di kancah internasional.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif