VM Pictures didirikan oleh Viola Harahap, Muhtar Mili, Kicky Herlambang, dan Lukman Hqeem. Keempat pendiri membawa pengalaman serta peran berbeda dalam membangun rumah produksi yang bergerak di sejumlah bidang industri kreatif.
Saat ini, VM Pictures tengah mematangkan berbagai kebutuhan sebelum memasuki proses produksi. Persiapan mencakup pengembangan cerita, talent, kru, hingga aspek teknis yang diperlukan untuk merealisasikan film perdana tersebut.
Bagi Viola Harahap, membangun rumah produksi tidak hanya berkaitan dengan mendirikan perusahaan, tetapi juga menghasilkan karya. Karena itu, film menjadi salah satu langkah pertama yang dipersiapkan VM Pictures.
Baca Juga :
Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Sabet Film Horor Terbaik di Fantastic Fest Amerika Serikat
“Buat kami, VM Pictures bukan hanya soal mendirikan sebuah perusahaan. Kami ingin mulai dari karya. Karena itu, film menjadi salah satu langkah pertama yang kami persiapkan,” ujar Viola.
Viola mengatakan proses persiapan menjadi bagian penting agar seluruh tim memiliki arah yang jelas ketika produksi dimulai. Menurut dia, setiap film memiliki proses dan tantangan masing-masing sehingga membutuhkan perencanaan yang matang.
“Setiap film punya prosesnya sendiri. Kami sedang mempersiapkan semuanya supaya ketika masuk produksi, tim sudah memiliki arah yang jelas,” katanya.
Selain film, VM Pictures juga mengembangkan sejumlah bidang kreatif lain, yakni advertising atau periklanan, multimedia, podcast, serta music termasuk produksi music video. Meski demikian, produksi film perdana menjadi salah satu agenda utama perusahaan untuk saat ini.
“Yang paling penting sekarang adalah kita produksi dulu. Kita buktikan bahwa proyek yang sudah disiapkan bisa diwujudkan menjadi karya,” kata Muhtar Mili.
VM Pictures juga mulai membangun identitas melalui website dan media sosial untuk memperkenalkan perusahaan serta aktivitas kreatifnya. Lukman Hqeem mengatakan kanal digital dapat menjadi ruang komunikasi dengan publik selama proses pengembangan karya berlangsung.
“Film memang membutuhkan proses yang panjang. Tetapi perusahaan tetap bisa berkomunikasi dengan publik selama proses itu berjalan,” ujar Lukman.
Dengan persiapan yang terus berjalan, VM Pictures menargetkan produksi film perdananya pada akhir 2026. Proyek tersebut sekaligus menjadi langkah konkret bagi rumah produksi ini untuk memulai perjalanan dan membangun rekam jejak di industri perfilman Indonesia.
“Kami tahu perjalanan ini tidak sebentar. Tapi semuanya harus dimulai dari satu karya, satu produksi, dan satu langkah nyata,” pungkas Viola.