Ifa saat berinteraksi dengan para sineas muda untuk film #Instalie (Foto: Dok. Amygdala Publicist)
Ifa saat berinteraksi dengan para sineas muda untuk film #Instalie (Foto: Dok. Amygdala Publicist)

Ifa Isfansyah Produseri Film Pendek tentang Kehidupan Bermedia Sosial

Hiburan film indonesia
Agustinus Shindu Alpito • 23 Juli 2019 17:49
Jakarta: Ifa Isfansyah membesut film pendek berjudul #Instalie, dia duduk sebagai produser film itu. Lewat #Instalie, Ifa mengangkat kehidupan anak muda yang kesehariannya diisi dengan aktif di media sosial. Bahkan media sosial jadi aktualisasi diri mereka.
 
Naskah asli film ini ditulis oleh Annisa Diandari, sedangkan bangku sutradara diduduki oleh Luthfi Dzulfikar.
 
“Menggabungkan dua generasi di dunia film akan selalu memiliki sesuatu yang menarik, terlebih masing-masing generasi mempunyai perspektif yang berbeda, dan setiap generasi juga memiliki tantangannya tersendiri,” ujarnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ifa sebelumnya menjadi produser film Kucumbu Tubuh Indahku (2018) karya sutradara Garin Nugroho. Meski dikenal membesut proyek-proyek film besar, Ifa mengaku tetap memberikan ruang kreasi yang luas bagi para sineas muda yang terlibat dalam film #Instalie.
 
“Sejauh ini dalam hal rencana produksi berjalan cukup lancar dan on the track. Namun yang paling penting dalam penggarapan film ini, saya tidak memaksakan apa yang ada di kepala saya, dan memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi dalam satu project ini,” lanjut Ifa.
 
Lutfhi sendiri merupakan sineas muda yang cukup konsisten di dunia film. Dia merupakan jebolan program Erasmus+ Exchange di Madrid, Spanyol. Proyek ini dia kerjakan bersama para sineas muda berbakat lain yang terpilih dalam ajang LA Indie Movie Festival 2019.
 
“Saya begitu menaruh hormat pada Mas Ifa yang tak ragu untuk membagi pengetahuan dan
pengalamannya dalam proses pembuatan film. Ia banyak memberikan masukan menarik yang
mungkin tidak ada dalam pikiran saya, salah satunya adalah dalam hal membangun logika dan alur
cerita film. Hal yang mungkin hanya bisa dipelajari oleh pengalaman,” ujar Luthfi.
 
Beberapa nama lain yang terlibat dalam film ini antara lain Maria Fransisca sebagai art director, Fandy Putra dipercaya sebagai sinematografer, dan Grisnaldi Piten Andoro sebagai editor film.
 
Belum ada informasi lebih lanjut terkait waktu perilisan film ini.
 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif