Poster film Yuni (Foto: Istimewa)
Poster film Yuni (Foto: Istimewa)

Film Yuni Terpilih Wakili Indonesia di Piala Oscar 2022

Hiburan piala oscar Film Indonesia
Sunnaholomi Halakrispen • 17 Oktober 2021 09:00
Jakarta: Film Yuni berhasil menjadi perwakilan Indonesia di ajang penghargaan film bergengsi di dunia, Piala Oscar 2022. Hal ini sesuai keputusan Komite Seleksi Oscar Indonesia (The Indonesian Oscar Selection Committe).
 
Komite Seleksi Oscar Indonesia sendiri dibentuk oleh pengurus Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), yang bekerja sejak bulan September lalu. Anggotanya adalah Alim Sudio, Tya Subiakto, Benni Setiawan, Widyawati, Chand Parwez Servia, Yudi Datau, Deddy Mizwar, Garin Nugroho, Hanung Bramantyo (ketua), Ilham Bintang, Sentot Sahid, Tittien Wattimena, dan Zairin Zain.
 
Film Yuni akan berlaga di ajang Piala Oscar ke-94 untuk kategori The International Feature Film Award. Film yang disutradarai Kamila Andini ini merupakan produksi bersama Fourcolours Films dan Starvison. 
 

Alasan Film Yuni Wakili Indonesia di Piala Oscar 2022

Film karya Kamila Andini ini terpilih, karena dinilai mampu membawa penonton sangat dekat dengan masalah remaja perempuan dalam usia akil balik. Tepatnya, di tengah perubahan jaman penuh paradoks, baik masalah patriarki, religi, perempuan, sex, dunia kerja serta pendidikan. Tema yang direlasikan dalam dunia sekolah, rumah, dan ruang publik. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kamila Andini dengan cara tutur sederhana dan alamiah sebagai kekuatan utamanya. Tanpa upaya menggugat dan menghakimi, dia mampu membawa isu-isu sensitif yang tidak mudah diangkat ke layar lebar. 
 
Demikian juga konsep visualnya, melahirkan pengalaman visual sehari-hari yang membawa penonton merasakan hidup di dalamnya. Pada gilirannya, menjadi potret sosial yang membawa renungan dengan bersahaja namun begitu dalam. 
 
Komite seleksi melihat bahwa cara tutur dan konsep visual keseharian yang menjadi kekuatan utama film Yuni, merupakan sebuah konsep film dengan tingkat kerumitan yang tinggi, apalagi dengan membawa isu-isu sensitif di dalamnya. Konsep yang juga langka dalam sinema Indonesia. 
 
Isu keseharian yang familiar dan warna lokal yang kental, serta prestasi yang telah dicapai di beberapa ajang festival internasional. Hal-hal itu membuat film Yuni diyakini layak dan mampu bersaing dengan film-film dari negara lainnya di ajang Oscar nanti. 
 

Sinopsis Film Yuni

Film ini menceritakan tentang Yuni, gadis remaja cerdas yang memiliki mimpi besar. Ia pikir semuanya mungkin untuk tercapai, hingga suatu hari ia dilamar oleh seorang pria yang hampir tidak ia kenal sama sekali. 
 
Yuni menolak lamaran tersebut, yang kemudian membuatnya jadi pembicaraan di kampungnya. Lamaran kedua datang. Yuni masih percaya dengan mimpinya, begitu pun dengan keluarganya. 
 
Tetapi kali ini, muncul sesuatu yang membuatnya semakin rumit. Sebuah mitos, tentang larangan menolak lamaran lebih dari dua kali, yang jika dilanggar, akan membuat pelanggar tidak akan bisa menikah.
 
Menghadapi semua tekanan ini, ada dua hal yang menjadi tempat pelarian Yuni, yakni hubungannya dengan Yoga, adik kelas pemalu di sekolahnya, dan puisi dari kelas sastra yang diampu oleh guru kesayangannya, Pak Damar.
 
Lewat puisi, Yuni merasa bisa menghilang dan bersembunyi sejenak dari dunianya. Hingga suatu saat, Pak Damar datang ke rumahnya, dan menjadi orang ketiga yang melamarnya.
 
Yuni masih memiliki dua pilihan dalam kondisi hidupnya, yaitu melarikan diri dengan Yoga atau menikah dengan Pak Damar. Dua pilihan yang terlihat baik. Tetapi, apakah pernikahan harus selalu menjadi kesepakatan?
 
(PEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif