medcom.id, Los Angeles: Jelang peluncuran film Beauty and the Beast, muncul penolakan dari kalangan pendeta. Penyebabnya, film produksi Walt Disney itu menampilkan karakter gay (homoseksual).
Diduga film tersebut sebagai alat propaganda LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) kepada konsumen film yang mayoritas anak-anak.
Franklin Graham, putra dari Pendeta Billy Graham yang berbasis di Carolina Utara dan presiden dari Billy Graham Evangelistic Association, menyerukan memboikot film tersebut melalui postingan di Facebook pada Kamis pekan lalu. Postingan tersebut telah dibagikan netizen lebih dari 88 ibu kali. Demikian dikutip Reuters, Selasa (7/3/2017).
"Mereka mencoba untuk mendorong agenda LGBT ke dalam hati dan pikiran anak-anak Anda. Hati-hati!" tulis Graham dalam postingannya. Graham mengatakan, "Disney tengah berupaya untuk membuat gaya hidup gay terlihat normal."
"Saya berharap orang-orang Kristen di mana pun akan mengatakan tidak untuk Disney," kata Graham. Dia sekaligus meminta pendukungnya untuk menyampaikan kepada Disney tentang penolakan mereka terhadap film tersebut.
Pada awal pekan ini sutradara Beauty and the Beast, Bill Condon, mengatakan kepada majalah gaya hidup homoseksual dari Inggris, Attitude, bahwa film tersebut akan menampilkan karakter gay bernama LeFou. Melalui LeFou, Disney untuk pertama kalinya menampilkan karakter dan adegan gay dalam film.
"Karakter LeFou membawa pesan untuk berdamai dengan seksualitas. Akhir dari film ini tampak bagus, dengan adegan eksklusif gay dalam film Disney," ujar Bill Condon.
Gelombang penolakan juga muncul di Alabama. Pemilik jaringan bioskop Henagar Drive-In Theatre di Henagar, Alabama, tegas menyatakan tidak akan memutar film yang diadaptasi ulang dari animasinya pada 1991.
"Kami tidak akan berkompromi terhadap apa yang Alkitab ajarkan," demikian pernyataan yang diposting melalui Facebook.
Sementara itu, pemerintah Rusia sedang mempertimbangkan apakah akan melarang penayangan film live-action tersebut. Pemerintah Rusia tengah melakukan investigasi apakah konten film itu melanggar aturan yang dirilis Rusia pada 2013 tentang "propaganda homoseksual."
"Keputusan soal apakah Beauty and the Beast akan dilarang tayang atau tidak, dipastikan setelah petugas resmi melakukan pengecekan," ucap Menteri Kebudayaan Rusia Vladimir Medinsky, dilansir NME.
Beauty and the Beast yang dibintangi Emma Watson dijadwalkan rilis pada 17 Maret 2017, di sejumlah bioskop dunia. Diprediksi film tersebut akan mencetak lebih dari USD100 juta pada pekan pertama penayangan di Amerika Utara.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan