Jakarta: Ferly Halim menjadikan film Takkan Kubiarkan Kau Menangis sebagai ajang pembuktian di awal perjalanannya sebagai sutradara. Lewat film drama keluarga tersebut, Ferly berusaha menjawab keraguan yang sempat muncul terhadap kemampuannya sebagai sineas pendatang baru di industri perfilman Indonesia.
Takkan Kubiarkan Kau Menangis menjadi film debut Ferly Halim sebagai sutradara di bawah naungan Langit Pictures Indonesia. Memilih drama keluarga sebagai karya pertama bukan keputusan mudah karena genre tersebut membutuhkan kekuatan cerita, karakter, dan emosi yang mampu terasa dekat dengan kehidupan penonton.
Keraguan terhadap Ferly perlahan terjawab ketika film tersebut diperkenalkan melalui Gala Premiere. Sambutan hangat dan respons emosional penonton menjadi momen penting bagi Ferly dalam membuktikan kapasitasnya sebagai sutradara.
Tepuk tangan hingga air mata yang mewarnai pemutaran film menjadi gambaran bagaimana cerita Takkan Kubiarkan Kau Menangis diterima oleh para tamu undangan. Bagi Ferly, respons tersebut menjadi pencapaian tersendiri setelah melalui perjalanan panjang untuk membawa film debutnya ke layar lebar.
Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis mengangkat perjuangan sebuah keluarga menghadapi masalah komunikasi dan tekanan ekonomi. Cerita tentang ketegaran, kasih sayang, serta keberanian untuk bertahan menjadi kekuatan utama yang ditawarkan film tersebut.
Melalui kisah itu, Ferly berusaha menghadirkan tontonan yang tidak hanya mengandalkan drama untuk menguras emosi penonton. Film ini juga membawa pesan mengenai pentingnya komunikasi dalam menjaga keharmonisan keluarga ketika berbagai persoalan datang.
Keseriusan Ferly bersama tim produksi turut mendapat perhatian dalam penyelenggaraan Gala Premiere. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh pemerintahan, pelaku industri kreatif, dan figur publik yang memberikan dukungan terhadap kehadiran karya baru dari sineas muda Indonesia.
Sejumlah tamu yang hadir antara lain Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman bersama Tina Astari Maman, Deputi Kreatif Media Kementerian Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Kepala BAZNAS Sodik Mudjahid, serta sejumlah perwakilan kementerian dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Gala Premiere juga dimeriahkan oleh sejumlah figur dari industri hiburan, termasuk Kiesha Alvaro yang membawakan original soundtrack Takkan Kubiarkan Kau Menangis. Selain itu, Penta Boys, Naufal Utomo, dan Dianna Dee Starlight turut hadir memberikan dukungan terhadap film tersebut.
Bagi Ferly, film pertamanya bukan hanya menjadi kesempatan untuk membuktikan kemampuan sebagai sutradara. Takkan Kubiarkan Kau Menangis juga menjadi medium untuk menyampaikan kegelisahannya mengenai persoalan komunikasi yang kerap terjadi di dalam keluarga.
Ferly berharap pesan yang dibawa film tersebut dapat terus hidup setelah penonton meninggalkan bioskop. Ia ingin kisah yang disajikan menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga komunikasi dan hubungan antarangota keluarga.
"Semoga film ini menjadi inspirasi dan dapat membangun hubungan keluarga yang lebih harmonis lagi dalam hal komunikasi sehari-hari di dalam rumah," ungkap Ferly.
Takkan Kubiarkan Kau Menangis dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan