Kabar duka ini disampaikan oleh keluarga dan konfirmasi dari industri perfilman setempat. Pelopor kebangkitan sinema Korea era 1960-an ini sebelumnya mengalami cedera akibat terjatuh saat mengajak anjingnya berjalan sekitar dua bulan lalu dan dirawat di Rumah Sakit Universitas Soonchunhyang. Kondisi fisiknya semakin memburuk setelah terpapar COVID-19.
Mendiang memulai debutnya di dunia perfilman pada awal dekade 1960-an melalui film berjudul The Only Son. Namanya semakin dikenal berkat sejumlah karya monumental seperti Betrayal, A Student Boarder, Oyster Village, Hanging Tree, dan Shall Cuckoo Sing at Night.
Selain produktif berkarya, Jeong Jin Woo juga aktif memperjuangkan kesejahteraan para pekerja film. Pada tahun 1967, ia turut mendirikan Asosiasi Sutradara Film Korea. Kemudian, di tahun 1984, pria yang pernah menjabat Ketua Asosiasi Seniman Film (1985) ini menggagas pendirian Yayasan Kesejahteraan Film.
Dedikasinya yang tinggi terhadap dunia seni diakui secara internasional. Pada tahun 1993, di Festival Film Cannes, pemerintah Prancis menganugerahinya penghargaan jasa budaya. Penghargaan bergengsi nasional, Penghargaan Prestasi Seumur Hidup di Grand Bell Awards ke-51, juga ia terima pada 2014.
Keluarga besar perfilman Korea Selatan dan para pecinta karyanya berduka atas kepergian salah satu maestro layar lebar tersebut.
(Maulia Chasanah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News