20 Film Anak dalam Lima Tahun Terakhir (Bagian Satu)
Cuplikan film Para Pemburu Gajah (Foto: YouTube)

Jakarta: Ada dua film anak-anak terbaru yang datang ke bioskop pada musim liburan sekolah tahun ini, yaitu Kulari ke Pantai dan Koki-Koki Cilik. Belakangan kita juga sering dengar, Indonesia darurat film anak karena jumlah film serupa sangat minim.

Baca juga: Indonesia Darurat Film Anak

Berapakah sebenarnya jumlah film dengan tokoh anak untuk penonton semua umur yang pernah beredar di bioskop? Menurut penelusuran Medcom.id berdasarkan data Katalog Film Indonesia, ada sedikitnya 45 judul film cerita panjang dengan kategori tersebut yang dirilis selama 2000-2017. Petualangan Sherina turut menjadi pelopor karena dirilis lebih dulu pada 1999. 



Dari 45 film itu, 20 di antaranya dirilis dalam lima tahun terakhir. Tidak ada satupun dari film ini yang berhasil menembus rekor box office sejuta penonton atau berada dalam jajaran 10 film laris tahunan. Padahal bisa saja, film-film ini punya potensi untuk dipasarkan lebih kuat. 

Apa sajakah film-film tersebut? Berikut 10 daftar judul, tahun rilis, sutradara, beserta sinopsis ceritanya.


1. Tiga Sekawan: Iiih... Hantu...??? (2013, Ivan Alvameiz)   

Tiga sahabat dengan karakter berbeda, Zee (Rizky Black), Flo (Stefhani Zamora Husen), dan Jo (Dandy Rainaldy) bergabung ke Pramuka dan ikut berkemah di Jatinangor. Di sana, mereka terlibat suatu petualangan dan menghadapi ketakutan akan takhayul dari orang tua, bahwa anak-anak akan didatangi hantu bila melanggar peraturan.   




2. Leher Angsa (2013, Ari Sihasale)

Film drama ini berlatar sebuah desa yang seluruh warganya terbiasa berak di sungai karena pantat harus tercelup air. Fasilitas buang air besar sehat di desa itu hanyalah satu kakus leher angsa milik kepala desa (Ringgo Agus Rahman). 

Berpusat pada persoalan kakus dan bisulan, film ini mengikuti perjalanan Aswin (Bintang Panglima) dalam menghadapi berbagai hal, mulai dari duka kematian sang ibu, kebencian terhadap ayah (Lukman Sardi), membantu temannya sekolah lagi, serta keinginan untuk membuatkan WC leher angsa bagi ibu barunya (Alexandra Gottardo). 




3. Petualangan Lollypop (2013, Dede Ferdinand)

Petualangan lima anak membongkar sindikat perdagangan anak. Mereka menjadi korban penculikan. Dengan kecerdasan dan kekompakan, mereka berusaha melarikan diri dari para penjahat. 




4. 1000 Balon (2013)

Resti (Shafa Azahra Siregar) berlibur di Sentul bersama Alvin (Ihsan W Nasution), Dhita (Aisyah Aqilah), Melodi (Veadora), dan Junot (Baharudin) serta kedua orangtua Junot. Namun saat itu Resti sedang sedih karena orangtuanya hendak berpisah. Resti pun pergi sendiri ke hutan di belakang villa untuk meniup balon permohonan, yang biasa dimainkan bersama ayah ibunya.

Sementara itu, Junot dan tiga kawan lain mendapati Resti tidak ada. Mereka menyusul ke hutan dan terlibat dalam petualangan memecahkan misteri harta karun. Film ini adalah proyek hasil karya 50 anak yang terpilih dalam program Biskuat Kreasi Semangat. 


 

5. Laskar Semut Merah (2014, Revo)

Drama musikal ini berkisah tentang petualangan lima sahabat cewek yang menamakan diri Semut Merah. Mereka sedang mengikuti kegiatan pramuka di hutan. Namun mereka tidak sadar, ada bahaya yang sedang mengancam.  

 

6. Princess, Bajak Laut & Alien (2014, Eko Kristianto, Alfani Wiryawan, Rizal Mantovani, Upi) 

Omnibus drama anak ini memuat empat penggal kisah bertema pertemanan, keluarga, dan keberanian. Misteri Rumah Nenek berkisah tentang kakak-adik yang menghabiskan waktu liburan di rumah nenek. Babeh Oh Babeh berkisah tentang anak yang malu dengan profesi bapaknya, penyanyi dangdut. 

Kamu Bully, Aku B-Boy berkisah tentang bocah berusia enam tahun yang kerap dirundung dan akhirnya menemukan breakdance sebagai penghibur diri. Princess, Bajak Laut & Alien berkisah tentang anak pandai dan gemar baca buku, tetapi kawan-kawannya menganggap dirinya sosok aneh.



 

7. Para Pemburu Gajah (2014, Hermawan Rianto)

Film ini berlatar Sumatera dan mengikuti kisah lima bocah yang sedang berkemah. Mereka menyadari bahwa seekor anak gajah Sumatera sedang diburu dan diselundupkan. Kelima bocah melarikan anak gajah itu dan menyelamatkan diri dari kejaran para pemburu. 




8. Suka Suka Super Seven dan Idola Cilik dalam Habis Gelap Menuju Terang (2014, Geri Busye)

Film ini melibatkan 300 lebih anak, termasuk Super 7 dan Idola Cilik. Ada tiga penggal kisah dan salah satunya tentang grup bocah Super 7 yang dilanda krisis. Dibantu pihak manajemen, mereka berkunjung ke rumah singgah penderita kander dan daerah kumuh Jakarta. Mereka pun tahu hidup tidak selalu berjalan mulus sesuai harapan. 


 

9. Bombe (2014, Syahrir Arsyad Dini)

Kendati gemar berkelahi, enam anak bersatu karena kesamaan nasib tersesat di sebuah kota mati. Bahu-membahu, mereka saling membantu dan mencari kabar orangtua masing-masing. Namun mereka menghadapi beberapa masalah pelik. Saat itulah, muncul sosok Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, yang menuntun mereka untuk mendapatkan jawaban. 


 

10. Petualangan Singa Pemberani Magilika (2015, Alvin Chung, Jerry Yu Ching, Nickson Fong)

Film animasi ini diproduksi oleh Paddle Pop dan kisahnya berpusat pada tokoh singa yang menjadi ikon merek es krim tersebut. Suatu ketika, Kristal Bulan disalahgunakan untuk menguasai dunia dengan gerhana abadi. Banyak makhluk jahat bangkit. Putri Bintang lalu meminta bantuan Singa untuk menemukan Pangeran Petir, supaya segera mendapatkan kembali Kristal Matahari yang dapat menghentikan kegelapan. 




Baca juga: Kulari ke Pantai, Pemantik Bangkitnya Film Anak Indonesia
 





(ASA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id