Asmara Abigail. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
Asmara Abigail. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Asmara Abigail Pernah Alami Inferioritas Perempuan saat Syuting Film

Hiburan film indonesia
Cecylia Rura • 16 September 2019 08:10
Jakarta: Inferioritas terhadap perempuan juga terjadi di industri perfilman. Aktris Asmara Abigail pernah dikekang hak berpendapat saat terlibat dalam sebuah proyek film non-horor.
 
"Aku pernah mengalami, merasa sutradara dan lawan mainnya sangat seksis dari perkataan dan perilaku. Cuma maksudnya cara mereka berdiskusi enggak mau langsung. Dan buat aku memang benar-benar saat produksi sangat tersiksa, stres, bukan di produksi film horor," cerita Asmara saat berkunjung ke kantor Media Group, Jakarta Barat, Jumat, 13 September 2019.
 
Asmara merasa kondisi tersebut dangat tidak baik untuk kesehatan jiwa seorang pemain film, terutama saat proses syuting film. Meski masalah tersebut sudah selesai, pengalaman itu menjadi pembelajaran bagi aktris Perempuan Tanah Jahanam tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pelajaran buat aku di kemudian hari untuk hati-hati banget karena, kesehatan jiwa kita sangat produksi juga sangat penting," kata Asmara.
 
Saat itu, Asmara Abigail memerankan sosok yang karakternya sepenuhnya dikehendaki sang sutradara. Untuk peran tersebut, sutradara tak mengajak Asmara berdiskusi dan langsung mengeksekusi keputusan. Sementara menurut Asmara, karakternya saat itu lebih dekat dengan kesehariannya.
 
"Dari cara dia memilih looks, baju, semua request dia yang menurut aku, seksis," terang Asmara.
 
"Dan waktu itu sangat sulit bertukar pikiran, sangat sulit memberikan opini, kayak kekeuh. Malah terkadang aku merasa dia enggak mau terima opini aku karena aku merasa inferior. Kayak mau masuk, enggak, harus masuk sama karakternya (menurut sutradara), karena dia sutradaranya," kenang Asmara.
 
Belum lama ini, tindakan inferioritas terhadap perempuan dalam perfilman juga dialami Adele Lim, rekan penulis sutradara Jon M. Chu untuk sekuel Crazy Rich Asians. Adele Lim memutuskan mundur perkara honor yang diterimanya jauh lebih rendah dibanding Peter Chiarelli yang turut membidani naskah sekuel. Meski begitu, Jon M. Chu mendukung keputusan Adele Lim karena memperjuangkan keadilan untuk dirinya. Jon M. Chu pun masih membuka pintu jika Adele Lim berubah pikiran untuk kembali membidani naskah.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif