Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Foto: Instagram @guruh_soekarno_putra)
Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Foto: Instagram @guruh_soekarno_putra)

Jejak Lagu Guruh Soekarnoputra di Film Indonesia: Gita Cinta Hingga Roman Picisan

Elang Riki Yanuar • 26 September 2026 23:31
Ringkasnya gini..
  • Wafatnya Guruh Soekarnoputra pada usia 73 tahun di RS MRCCC Siloam Hospitals Jakarta menyisakan warisan lagu film paling ikonis dalam sejarah sinema.
  • Almarhum merancang deretan tembang abadi untuk film Gita Cinta dari SMA, Puspa Indah Taman Hati, Roman Picisan, hingga karya kebudayaan kolosal.
  • Setiap lagu ciptaannya menghidupkan karakter dan emosi penonton lewat paduan lirik puitis, melodi elegan, serta sentuhan etnik Nusantara.
Jakarta: Lanskap musik dan sinema Indonesia diselimuti duka mendalam atas berpulangnya maestro seni Guruh Soekarnoputra pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB. Putra bungsu Presiden pertama RI Bung Karno dan Ibu Fatmawati ini meninggal dunia pada usia 73 tahun di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Kepergian almarhum setelah menjalani perawatan medis akibat penurunan kondisi kesehatan meninggalkan jejak karya yang tak ternilai, terutama deretan lagu tema (soundtrack) film layar lebar era 1970-an hingga 1980-an yang sukses membentuk estetika sinema Indonesia.

Jejak Lagu Guruh Soekarnoputra di Film Indonesia

Harmoni Romansa Remaja dalam Gita Cinta dari SMA (1979)

Dalam film "Gita Cinta" dari SMA yang dibintangi Rano Karno dan Yessi Gusman, Guruh bertindak sebagai penata musik utama sekaligus pencipta lagu. Tembang utama "Gita Cinta" hadir dengan komposisi melodi lambat nan mendayu yang menggambarkan kesucian asmara dua sejoli, sementara tembang "Galih dan Ratna" dibawakan dengan irama pop yang dinamis namun tetap anggun.

Kedua lagu ini berhasil menangkap kepolosan cinta masa remaja dan menjadi pilar emosional utama yang membuat alur cerita film terasa begitu hidup dan dikenang sepanjang masa.


(Sumber: YouTube @Generasi Emas)

Warna-Warni Pop Elegan dalam Puspa Indah Taman Hati (1979)

Melanjutkan sukses sekuelnya, Guruh kembali menggarap seluruh lagu tema untuk film "Puspa Indah Taman Hati". Lewat vokal emas Chrisye, lagu Puspa Indah menyajikan aransemen musik pop yang manis dan melankolis untuk menggambarkan konflik rasa dalam hubungan asmara.

Di sisi lain, lagu "Marlina" serta gubahan populer "Lenggang Puspita" dan "Zamrud Khatulistiwa" hadir memberikan kejutan dengan aransemen yang jauh lebih ceria, upbeat, dan segar. Kombinasi lagu-lagu ini menunjukkan kepiawaian Guruh dalam mempermainkan dinamika emosi penonton dari sedih menuju kebahagiaan.


(Sumber: YouTube @Generasi Emas)

Puncak Kebudayaan dan Nasionalisme dalam Untukmu Indonesiaku! (1980)

Untuk film dokudrama pagelaran seni "Untukmu Indonesiaku!", Guruh tidak hanya merangkai lagu pop, melainkan lagu-lagu bertema kebudayaan dan nasionalisme yang megah. Tembang-tembang bernuansa penghormatan tanah air seperti "To' Samora", "Melati Suci", "Rinjani", dan lagu "Untukmu Indonesiaku" dihadirkan dengan aransemen instrumen gabungan antara musik barat dan alat musik tradisional Nusantara.

Kehadiran lagu "Gita Cinta" versi aransemen kolosal dalam film ini semakin mempertegas kejeniusan Guruh dalam mengangkat musik lokal ke panggung pertunjukan yang sangat megah dan berkelas.


(Sumber: YouTube @Sanggar Cerita)

Puitisasi Cinta dan Aransemen Spiritual Sejarah

Daya cipta Guruh terbukti sangat luas saat ia menggarap lagu tema untuk film drama romantis "Roman Picisan" (1980) lewat lagu Roman Picisan serta deretan tembang pop magis seperti "Kala Cinta Menggoda" dan "Simfoni Cinta" yang sarat akan diksi puitis mendalam. Tidak berhenti di situ, dalam film latar sejarah keagamaan "Sembilan Wali" (1985), Guruh merancang musik latar dan tembang bernuansa etnomusikologi Jawa yang kental dengan aura spiritual.

Fleksibilitas Guruh dari lagu romansa pop hingga aransemen musik sakral ini membuktikan bahwa karya-karyanya di layar lebar adalah mahakarya abadi yang terus menginspirasi industri kreatif tanah air.

"Roman Picisan" (1980)

(Sumber: YouTube @BIOSKOP DJUWITA)






(Dinda Intan Ramadhani)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA