Film ini sendiri berpusat pada kisah tragis Darso (Marthino Lio) dan Darsi (Dayinta Melira), sepasang pengamen jalanan yang hidupnya hancur setelah Darsi dan janin di kandungannya tewas mengenaskan akibat kebiadaban preman. Darso yang kehilangan akal sehatnya nekat menyembunyikan jasad sang istri di dalam boneka badut gendong miliknya dan membawanya pulang ke kampung halaman.
Namun, setibanya di desa, Darso justru terjebak dalam pusaran dendam dan kekuatan gaib setelah seorang dukun memanggil kutukan entitas kejam yang memicu amuk massa berdarah karena kampungnya ingin dikuasai oleh developer perusahaan.
Baca Juga :
Dubes Swedia Puji Kualitas Musik Metal Indonesia, Nama Deadsquad sampai Death Vomit Disebut
Di tengah kekacauan kampung tersebut, muncul karakter Yu Tini (Vonny Anggraini), seorang warga lokal yang memiliki seorang bayi.
Demi Adegan Buka Mata Sang Bayi, Kru Harus Menunggu Berjam-jam
Dalam sesi jumpa pers di bioskop Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Mei 2026, Charles Gozali secara blak-blakan menceritakan betapa menguras energinya proses syuting yang melibatkan bayi milik karakter Yu Tini tersebut.
“Kalau secara proses di lapangan, yang paling sulit itu adegan bersama bayi. Bahkan untuk membuat dia tidur saja kami harus benar-benar memberi waktu istirahat yang cukup. Bayi juga nggak boleh sampai mengalami perlakuan yang tidak baik, jadi semuanya kami jaga semaksimal mungkin. Orang tuanya juga selalu ada di lokasi untuk melihat langsung prosesnya, jadi kami memang sangat berhati-hati," ungkap Charles Gozali.
Charles bahkan membocorkan salah satu adegan krusial di penghujung film yang membutuhkan tingkat kesabaran luar biasa dari seluruh kru di lokasi.
"Bahkan kalau dilihat di adegan terakhir, saat dia dari tidur sampai membuka mata, itu proses nunggunya berjam-jam. Dan terus terang, hasilnya bisa dapat itu ya berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, karena sejujurnya juga faktor hoki," tuturnya antusias sembari tertawa.
Pakai Trik Mainan hingga Siapkan Kru Berbaju Hijau
Karena sang aktor cilik belum bisa membaca naskah ataupun menerima arahan selayaknya aktor dewasa, tim produksi harus memutar otak dan melakukan berbagai aksi di belakang kamera demi memancing fokus si bayi."Begitu adegannya berhasil didapat, kami semua senang. Tapi karena dia masih bayi, jadi tentu belum bisa diarahkan seperti pemain lain. Saat ada adegan dia harus melihat ke ibunya, kami pancing dengan berbagai cara, mulai dari bercanda, pakai mainan, sampai guling-guling segala macam," tutur sutradara Qodrat Universe tersebut.
Meski atmosfer syuting dipenuhi visual horor dan ketegangan gore, Charles memastikan keamanan sang bayi tetap menjadi prioritas nomor satu. Pihak MAGMA Entertainment bahkan menyiapkan pengamanan khusus yang memanfaatkan teknologi efek visual.
"Sebenarnya di belakang proses itu juga ada kru yang memakai green suit untuk menjaga dia dari belakang dan bawah, supaya kalau terjadi apa-apa dia nggak sampai jatuh. Semua itu nantinya akan dihapus saat proses editing. Jadi semuanya benar-benar kami jaga seaman mungkin," lanjutnya.
Tantangan terbesar baru muncul ketika kondisi fisik dan suasana hati (mood) sang bayi tak dapat untuk diprediksi. Jika hal itu terjadi, Charles memilih untuk mengalah dan menghentikan sementara proses pengambilan gambar.
"Tantangannya lagi, bayi itu kalau sudah mulai kepanasan, capek sedikit, atau mood-nya berubah, kami langsung tarik keluar dulu. Jadi kadang proses syutingnya benar-benar mengikuti kondisi dan emosi si bayi. Itu yang mungkin jadi tantangan paling sulit," tutup Charles Gozali.
Dedikasi luar biasa dari Charles Gozali dan seluruh kru film Badut Gendong pun membuktikan bahwa menciptakan film horor berkualitas premium tidak hanya butuh modal besar, tetapi juga tingkat kesabaran yang luar biasa demi adegan yang terlihat natural.
Bagi Sobat Medcom yang penasaran dengan karya terbaru dari Charles Gozali, Film Badut Gendong siap menghantui dan menguji nyali seluruh pencinta film horor di bioskop tanah air mulai 27 Mei 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran Idul Adha.
Film ini turut dibintangi oleh aktor peraih piala Citra Marthino Lio, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, Iskak Khivano, Totos Rasiti, Akbar Kobar, Vonny Anggraini, hingga aktor teater senior Jose Rizal Manua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News