Nirina Zubir sebagai Emak dalam film Keluarga Cemara (Foto: Visinema Pictures)
Nirina Zubir sebagai Emak dalam film Keluarga Cemara (Foto: Visinema Pictures)

Hal yang Membuat Nirina Zubir Terharu dari Keluarga Cemara

Hiburan film indonesia
Purba Wirastama • 14 Januari 2019 19:23
Jakarta: Nirina Zubir terharu kala mendapat tanggapan sentimentil dari sejumlah penonton film Keluarga Cemara yang dia temui di bioskop. Nirina adalah aktris utama pemeran Emak dalam film adaptasi tersebut.

Pengalaman haru itu didapat Nirina selama dirinya dan tim film Keluarga Cemara mengunjungi beberapa bioskop Jabodetabek dalam rangka tur promosi filmnya. Hal yang paling bikin bahagia, beberapa orang berkata kepada Nirina bagaimana film itu mengubah hubungan mereka terhadap keluarga. 

"Campur aduk rasanya," kata Nirina di Kemang, Senin, 14 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Selama promo, banyak cerita yang kami dapatkan. Di suatu mall saat kunjungan bioskop, ada tiga orang melihat Na (Nirina), kasak-kusuk. Sampai lift, ada ibu yang sungkan mengajak ngobrol. Bapaknya omong, 'Mbak, filmnya bagus'. Ibunya juga bilang, 'Iya mbak, kami bertiga nangis-nangisan.' Kemudian, mereka bertiga sama anaknya pegangan tangan," kenang Nirina haru.  Pengalaman serupa tidak hanya ditemui Nirina satu kali. Dia merasa film ini punya dampak besar, bahkan bagi dirinya sendiri secara personal.

"Banyak hal terjadi dari film keluarga ini," imbuhnya. 

Produser Anggia Kharisma dan sutradara Yandy Laurens menceritakan sejumlah cerita lain terkait respons para penonton dan keluarga mereka. 

Misalnya, pasangan orangtua yang mendapat kejutan kecil berupa surat dari anak, anak perempuan yang rujukan dengan sang ayah, pasangan suami-istri yang kembali berdamai, serta seorang ayah yang menyadari sudah terlalu keras memarahi anak perempuannya. 

Bahkan ada satu momen usai pemutaran, ketika Yandy masuk bioskop bersama Ringgo Agus Rahman (pemeran Abah), tetapi hampir tidak ada yang menyadari kehadiran Ringgo. Alasannya, sebagian besar penonton sibuk berinteraksi dengan keluarga, termasuk saling memeluk. 

"Dampak-dampak itu yang menurut saya, nilainya jauh lebih berharga ketimbang nilai satu juta penonton. Bahwa film ini menggerakkan kita untuk menjadi manusia yang bisa mencintai keluarga lebih baik," ujar Anggia dalam kesempatan sama.

"Ketika tahu penonton filmnya sampai satu juta, di balik itu, ada orang- orang yang mengalami koneksi, kembali ke keluarga setelah keluarganya terlupakan, serta banyak yang menikmati dan merindukan keluarganya usai menonton film ini," ungkap Yandy.

Keluarga Cemara diadaptasi dari serial televisi berjudul sama era 1990-an karya Arswendo Atmowiloto. Naskah ditulis Gina S Noer bersama sutradara Yandy Laurens. Film diproduksi oleh Visinema bersama Ideosource dan Kaskus dengan produser Anggia Kharisma dan Gina.

Hingga Minggu, 13 Januari 2019 atau selama 11 hari tayang, film ini telah mencapai angka penjualan tiket lebih dari satu juta lembar. Ini menjadi film pertama Visinema yang sukses komersial. Sekuelnya dan adaptasi untuk medium lain sedang disiapkan untuk 2020.

 


(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi