Lola Amaria (Foto: MI/Sumaryanto)
Lola Amaria (Foto: MI/Sumaryanto)

Lola Amaria: Penulis Naskah Harus Paham Penyutradaraan

Hiburan film indonesia
Dhaifurrakhman Abas • 31 Maret 2020 09:58
Jakarta: Penulis skenario diharapkan mampu memiliki pemahaman directing dalam memproduksi sebuah film. Ini berguna untuk meringkas proses penggarapan.
 
"Pemahaman penulis soal directing perlu, karena penulis memang harus akomodir kebutuhan sutradara dan produser," kata Kepala Divisi Produksi Film Layar Lebar Perum PFN, Erwin Arnada, dalam Ngobrol Daring Dalam Rangka Hari Nasional bersama sutradara dan produser film, Lola Amaria yang ditayangkan melalui Live Instagram Medcom.id, Senin 30 Maret 2020.
 
Erwin melanjutkan, pemahaman directing yang dimiliki penulis skenario film membantu divisi lainnya dalam menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam mengerjakan sebuah proyek film. Contohnya, kata Erwin, dalam hal pembiayaan, penyediaan properti dan lainnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi harus paham dia, soal budget soal semuanya juga," papar Erwin.
 
Hal senada diungkapkan sutradara dan produser film, Lola Amaria. Selain kemampuan directing, Lola menganggap, penulis skenario juga diwajibkan memiliki pemahaman soal penyutradaraan.
 
"Ketika menulis skenario harus jelas deskripsinya, misalnya di tengah kota, ada rumahnya, bentuk rumahnya. Dan itu kebutuhan skenario untuk semua tim. Misalnya artistik menyediakan properti, dan juga jelas," ujar Lola.
 
Sebab itu, kata Lola, menjadi penulis skenario bukanlah perkara mudah. Namun ini merupakan sebuah tantangan yang dia sukai dari profesi tersebut.
 
"Jadi penulis enggak gampang, tapi asyik," tandas dia.
 
Lola Amaria dikenal sebagai pemain sinetron, bintang film, produser serta sutradara. Lola memulai karier di dunia hiburan dengan menggeluti dunia model untuk majalah Femina.
 
Lepas dari dunia model, Lola menjajal sinetron bertajuk Penari garapan Sutradara Nan Triveni Achnas. Dia juga didaulat membintangi beberapa film layar lebar berjudul Tabir (2000), Ca Bau Kan (2002) dan lainnya.
 
Perempuan berusia 42 tahun ini juga menjadi bintang sekaligus sutradara di film Novel Tanpa Huruf R (2004) dan Betina. FIlm Betina membawanya meraih penghargaan Netpac Award dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2006.
 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif