Jakarta: Sutradara Fajar Nugros berhati-hati mengolah humor politik dalam film Bapak Paling Jujur agar materi komedi yang dihadirkan tidak menyinggung atau merugikan pihak tertentu. Fajar memilih mengembangkan humor berdasarkan keresahan yang dapat dirasakan lebih luas oleh penonton.
Dalam proses pengembangan cerita, Fajar Nugros melibatkan komedian David Nurbianto sebagai konsultan komedi. Keterlibatan David diisebut Fajar menjadi perlu untuk menjaga agar unsur humor tetap sesuai dengan cerita sekaligus tidak melewati batas yang berpotensi menimbulkan persoalan.
Fajar menyadari materi komedi yang bersinggungan dengan politik memiliki risiko tersendiri. Karena itu, berbagai bagian dalam cerita dipertimbangkan agar kritik yang disampaikan tetap menjadi bagian dari humor tanpa diarahkan untuk merugikan pihak tertentu.
Fajar ingin isu mengenai kejujuran dan kehidupan politik tetap menjadi bagian utama, sementara unsur satir berfungsi sebagai bumbu dalam cerita.
“Jadi hopefully itu hanya bumbu-bumbu aja, tapi tapi poinnya adalah jujur itu penting dan jujur itu mulai harus dicoba dari sekarang,” kata Fajar di Jakarta.
David Nurbianto juga menjelaskan bahwa proses menyusun materi komedi dalam film tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keresahan yang bisa dipahami oleh banyak orang. Menurut dia, humor yang hanya berasal dari pengalaman atau perasaan satu orang belum tentu cocok dimasukkan ke dalam cerita.
Bapak Paling Jujur berkisah tentang Jonas Prakoso yang diperankan Andovi da Lopez. Jonas merupakan calon Gubernur yang terbiasa menjaga citra dan memilih setiap perkataan ketika menjalani kontestasi politik.
Kondisinya berubah setelah sebuah kutukan dari neneknya membuat Jonas tidak bisa berbohong. Bukan hanya kehilangan kemampuan untuk menyampaikan kebohongan, Jonas juga kehilangan filter sehingga berbagai hal yang ada di pikirannya bisa langsung terucap.
Situasi tersebut kemudian menjadi sumber kekacauan dalam kehidupan Jonas. Ucapannya dapat memengaruhi kampanye, pekerjaan, hubungan keluarga, hingga kehidupan pribadinya.
Bagi Fajar, kondisi yang dialami Jonas menjadi cara untuk membicarakan kejujuran dan kepercayaan tanpa membuat film terasa seperti sebuah ceramah politik. Humor digunakan untuk memperlihatkan konsekuensi ketika seseorang terbiasa membangun kehidupan berdasarkan citra.
"Pada akhirnya yang menentukan bukan hanya bagaimana sesuatu terlihat dari luar, tetapi juga fondasi yang menopangnya. Itulah yang menarik dari perjalanan Jonas: ketika fondasi yang selama ini ia bangun mulai runtuh, ia dipaksa menghadapi konsekuensi dari setiap perkataan dan pilihannya,” kata Fajar.
Bapak Paling Jujur merupakan adaptasi dari film Brasil O Candidato Honesto pada 2014 dan film Korea Selatan Honest Candidate pada 2020. Versi Indonesia mengembangkan cerita tersebut melalui karakter, situasi, dan humor yang disesuaikan dengan konteks masyarakat Indonesia.
Selain Andovi da Lopez, film ini dibintangi Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, David Nurbianto, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki M. Firman, Jeremy Teti, Elwina CeritaIbun, Mieke Shahir, dan sejumlah pemain lainnya.
Bapak Paling Jujur akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan