NEWSTICKER
Ade Irawan (Foto: MI/ M Irfan)
Ade Irawan (Foto: MI/ M Irfan)

Ade Irawan Saksi Sejarah Perfilman Indonesia

Hiburan obituari Ade Irawan Meninggal
Elang Riki Yanuar • 17 Januari 2020 18:42
Jakarta: Dunia perfilman Indonesia kembali kehilangan salah satu pilar terbaiknya. Arzia Dahar atau biasa disapa Ade Irawan meninggal dunia setelah bertahun-tahun didera penyakit.
 
Ade Irawan meninggal pada Jumat, 17 Januari 2020 sekitar pukul 14.22 WIB di RS Fatmawati. Ade Irawan bukan orang sembarangan di dunia perfilman Tanah Air. Dia punya karier yang membentang luas sejak industri film Indonesia masih merangkak hingga era milenium ke-3 saat ini.
 
Ade memulai kariernya sejak 1960-an lewat film Diambang Fadjar. Sejak saat itu, perjalanan panjangnya di industri layar lebar terus melaju. Hampir semua genre film pernah dia bintangi: drama, komedi, horor hingga sejarah. Sudah ratusan film Ade Irawan bintangi sehingga punya tempat terhormat di dunia sinema Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia tercatat pernah bekerjasama dengan sutradara legendaris Indonesia seperti Sjuman Djaya, Sophan Sophiaan, Asrul Sani, Arizal, Putu Wijaya, Wim Umboh hingga Bambang Irawan yang juga menjadi suaminya.
 
Ade Irawan merupakan juga terlibat akting bersama aktor-aktor terkenal dengan latar belakang yang beragam. Sebut saja seperti pernah terlibat dalam film Benyamin Sueb dalam Benyamin Spion 025 atau Rhoma Irama Berkelana I bersama sang raja dangdut Rhoma Irama hingga terlibat di film horor Suzanna.
 
Daya jelajah Ade itu membuktikan kelasnya sebagai aktris serbabisa dan mampu diterima di kalangan apapun di industri film. Tak heran, Ade bisa dibilang merupakan saksi sejarah perfilman Indonesia.
 
Keterlibatan Ade yang paling dikenal orang banyak tentu perannya sebagai istri Jendral AH Nasution sekaligus ibunda Ade Irma Nasution dalam film Pengkhianatan G30S/PKI.
 
Di usia senjanya, Ade Irawan tak pernah jauh dari dunia akting. Dia tercatat terakhir kali bermain layar lebar dalam film Dreams yang dirilis pada 2016.
 
Atas pengabdiannya itu, Ade Irawan diganjar penghargaan tinggi Lifetime Achievment dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2019 yang digelar bulan Desember kemarin.
 
"Saya juga bersyukur semakin banyak orang yang bisa menghargai karya film. Mensyukuri kesempatan ini, untuk itu saya tidak akan pernah berhenti berterima kasih kepada mereka-mereka yang begitu banyak jasanya buat saya. Kepada keluarga-keluarga yang sudah percaya kepada saya, dan juga sesama insan film yang sudah bekerja sama, terakhir kepada penonton film Indonesia. Tanpa mereka saya bukan apa-apa," kata Ade Irawan dalam video yang diputar ketika namanya disebut meraih piala.
 
Piala Lifetime Achievment dari FFI rupanya sudah lama dinantikan Ade. Anak Ade yang juga aktris, Dewi Irawan mengungkapkan itu ketika mewakili sang ibu menerima penghargaan.
 
"Selama ini ibu saya ingin sekali dapat Lifetime Achievement. Ibu saya selalu bilang, kalau FFI selalu kasih Lifetime Achievement kepada orang sedang sakit, jadi tidak bisa datang. Kenapa pas tidak sedang sehat ya? Tapi Bu, paling enggak Ibu sudah dapat sekarang. Terima kasih," kata Dewi Irawan di atas panggung.
 
Tak lama menerima penghargaan tertinggi bagi insan perfilman Indonesia itu, Ade Irawan menghembuskan nafas terakhirnya. Paling tidak, Ade masih bisa melihat langsung piala yang selama ini dia idam-idamkan.
 
Ade meninggal 11 hari setelah kematian sang anak, Ria Irawan.
 


 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif