Film Yohanna (Foto: instagram)
Film Yohanna (Foto: instagram)

Laura Basuki Lihat Langsung Penderitaan Anak-Anak Sumba saat Syuting Film Yohanna

Elang Riki Yanuar • 04 April 2026 12:00
Ringkasnya gini..
  • Laura Basuki dipilih jadi Yohanna karena dinilai mampu bekerja cepat dan matang, mengingat syuting film ini hanya kurang dari dua minggu.
  • Syuting di Sumba jadi pengalaman berkesan bagi Laura, terutama saat beradu akting dengan anak-anak lokal yang dinilainya jujur secara emosi.
  • Film Yohanna tayang 9 April 2026, menyorot krisis iman biarawati muda di Sumba usai truk bantuan kemanusiaan dicuri.
Jakarta: Laura Basuki kembali membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu aktris papan atas Tanah Air lewat film Yohanna. Sutradara Razka Robby Ertanto mengungkapkan bahwa pemilihan Laura Basuki tidak dilakukan secara sembarangan. 
 
Ia membutuhkan aktris yang mampu bekerja cepat sekaligus memiliki kemampuan akting matang, mengingat waktu produksi film ini tergolong singkat. Robby menyebut proses syuting Yohanna hanya berlangsung kurang dari dua minggu. Situasi tersebut membuat tim produksi harus memastikan pemeran utama benar-benar siap secara mental dan teknis sejak hari pertama pengambilan gambar.
 
Setelah berdiskusi dan memberikan gambaran cerita kepada Laura Basuki, keputusan pun langsung mengarah pada kerja sama. Laura disebut tidak membutuhkan waktu lama untuk menyatakan kesediaannya terlibat dalam film ini.

Ketertarikan Laura muncul karena karakter Yohanna memiliki konflik batin yang dekat dengan realitas banyak orang. Ia menilai tokoh tersebut menghadapi tekanan sosial yang membuatnya mempertanyakan keadilan hidup.

Baca Juga :
 

Laura Basuki Punya Playlist Lagu Khusus Sebelum Syuting Film

 

"Ketika membaca naskah skenario film ini, aku melihat Yohanna mengalami pergolakan batin. Dia percaya Tuhan tapi kadang dia merasa ragu, kok dunia kadang nggak adil, dan itu wajar. Setiap manusia pasti pernah mengalami pergolakan batin seperti ini," kata Laura Basuki.

Selain cerita yang kuat, pengalaman syuting di Sumba menjadi hal yang sangat berkesan bagi Laura. Ia mengaku menikmati proses produksi karena suasana lokasi yang berbeda dari proyek film kebanyakan.
 
Laura juga merasa mendapat pengalaman berharga karena harus beradu akting dengan aktor anak-anak lokal dari Sumba. Ia menyebut interaksi tersebut justru membuatnya belajar banyak tentang kejujuran emosi dalam bermain peran.
 
"Tadinya aku mau memberikan wawasan akting kepada mereka, tapi ternyata justru aku yang belajar dari mereka. Mereka begitu jujur, mereka bermain, apa yang ada di diri mereka dikeluarin semua," kata Laura Basuki.
 
Aktris berusia 38 tahun itu menambahkan bahwa bekerja dengan anak-anak memang menjadi salah satu hal yang ia impikan sejak lama. Baginya, anak-anak di daerah seperti Sumba memiliki energi yang masih murni dan belum banyak dipengaruhi tontonan modern.
 
"Aku memang sangat tertarik bermain sama anak-anak, terutama anak-anak Sumba yang belum terpapar dengan tontonan-tontonan," katanya.
 
Selama berada di lokasi syuting, Laura juga mengaku merasakan langsung realita sosial yang menjadi latar cerita film Yohanna. Ia melihat banyak sisi kehidupan yang jarang diketahui masyarakat luas, terutama soal kondisi anak-anak yang harus bekerja dan kehilangan kesempatan sekolah.
 
"Membuka kacamata aku melihat bagaimana realita di Sumba. Bagaimana anak-anak di sana ada yang terpaksa bekerja sampai nggak sekolah, terlibat joki kuda, dan segala macam. Aku melihat sesuatu yang belum pernah aku lihat sebelumnya," katanya. 
 
Film Yohanna bukan hanya menyuguhkan drama yang emosional, tetapi juga mengangkat isu keberagaman, iman, dan kemanusiaan. Kisahnya menggambarkan bahwa kehidupan tidak selalu hitam dan putih, melainkan dipenuhi konflik batin yang kompleks.
 
Robby menegaskan bahwa film ini ingin memperlihatkan sisi manusia yang realistis, termasuk bagaimana iman bisa berubah sesuai keadaan hidup yang dialami seseorang.
 
“Manusia itu abu-abu. Keimanan bisa naik turun, dan justru dalam ujian kita bisa kembali mendekat kepada Tuhan,” jelas Robby.
 
Film Yohanna mengisahkan seorang biarawati muda bernama Yohanna yang berangkat ke Sumba untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan niat tulus dan keyakinan kuat pada panggilan pelayanannya, ia meminjam sebuah truk untuk mengangkut donasi. Namun, misi tersebut berubah menjadi krisis ketika truk berisi bantuan itu dicuri, memaksanya turun langsung ke lapangan untuk mencarinya kembali.
 
Dalam proses pencarian, Yohanna merasakan realitas sosial yang keras, serta sistem yang penuh ketidakadilan. Ia bertemu dengan anak-anak yang berjuang untuk hidup dan terjebak dalam pekerjaan berbahaya, termasuk seorang gadis muda yang kemudian membantunya. Pengalaman ini mengguncang pandangannya tentang pelayanan dan iman, karena ia menyaksikan langsung penderitaan yang sebelumnya hanya ia pahami secara teoretis.
 
Pada akhirnya, pencarian truk menjadi perjalanan batin. Yohanna tidak hanya menghadapi tantangan eksternal, tetapi juga krisis keyakinan dan identitas dirinya sebagai biarawati. Melalui perjumpaannya dengan mereka yang tertindas, ia menemukan pemahaman baru tentang makna iman, pengorbanan, dan kemanusiaan.
 
Yohanna bakal tayang di bioskop pada 9 April 2026.
 

 

 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA