Jumpa pers film Pulung Gantung (Foto: Medcom/Patricia Vicka)
Jumpa pers film Pulung Gantung (Foto: Medcom/Patricia Vicka)

Film Pulung Gantung Angkat Mitos Bunuh Diri di Gunungkidul

Hiburan film indonesia
Patricia Vicka • 26 Maret 2019 16:14
Yogyakarta: Rianti Cartwright didapuk sebagai tokoh utama di film Pulung Gantung. Dalam film bergenre suspect thriller ini, Rianti bakal berperan sebagai dokter jiwa.
 
Mantan VJ MTV ini akan beradu peran dengan Donny Alamsyah. Film garapan Kamp Pictures ini bakal tayang di seluruh bioskop XXI pada September 2019.
 
Pulung Gantung adalah sebuah mitos bunuh diri yang lekat dengan masyarakat Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Wujud pulung gantung adalah bola api berwarna merah yang memiliki ekor kekuning-kuningan. Sebagian warga Gunungkidul percaya kemunculan pulung gantung akan diikuti dengan peristiwa bunuh diri dengan cara menggantung diri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mitos ini tak dapat dianggap sepele. Karena data menunjukkan tingkat bunuh diri di Gunungkidul tertinggi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Data dari Pemkab Gunungkidul mencatat selama 2018 ada 30 warga yang meninggal karena bunuh diri. Sebagian besar mereka menggantung diri untuk mengakhiri nyawanya. Sementara di tahun 2019 sudah ada 13 orang yang bunuh diri.
 
Executive Producer film Pulung Gantung, Mohammad Solikin mengatakan, walau diangkat dari mitos, film ini justru lebih banyak mengupas fenomena bunuh diri dari pada aspek medis yang logis. Namun tetap tidak menghapuskan budaya dan kepercayaan masyarakat Gunungkidul yang dikenal masih menjunjung tinggi adat istiadatnya.
 
Sutradara Pulung Gantung, Indra Tirtana, menjelaskan bahwa alur cerita dimulai dari kedatangan seorang dokter ahli kejiwaan ke Kabupaten Gunungikidul. Dokter yang diperankan oleh Rianti bertugas untuk mengedukasi dan menyembuhkan kesehatan jiwa masyarakat Gunungkidul dari tindakan bunuh diri.
 
"Dokter bertugas mengedukasi warga bahwa bunuh diri bukan karena pulung gantung tapi karena ada gangguan jiwa," kata Indra saat jumpa pers di Yogyakarta beberapa waktu lalu.
 
Sang dokter kemudian mendapat tugas menyembuhkan seorang warga Gunungkidul yang berusaha bunuh diri. Bersama satuan tugas anti bunuh diri, sang dokter berjuang memberikan konsultasi dan penyembuhan psikologi kepada warga dan masyarakat sekitar.
 
Dalam menjalankan tugasnya sang dokter kerap menemukan kesulitan karena masih kentalnya kepercayaan terhadap pulung gantung. Masyarakat masih sulit diajak untuk menyembuhkan kejiwaan dari sisi medis. Padahal data dari Pemerintah setempat menyebutkan, fenomena bunuh diri terjadi karena perasaan depresi yang berlebihan, perasaan sendiri dan kesepian mendalam.
 
"Ada pergumulan besar di dokter soal itu. Apalagi masyarakat Gunungkidul masih percaya peristiwa gantung diri itu ada hubunganya sama pulung gantung,” kata dia.
 
Film Pulung Gantung akan dibuat dalam bentuk trilogi. Di film pertama, sutradara akan lebih menekankan pada latar belakang budaya terbentuknya mitos pulung gantung dengan tindakan bunuh diri. Juga soal nilai-nilai kehidupan masyarakat Gunungkidul yang kental dengan guyub rukunnya.
 
Film pertama berdurasi 1,5 jam. Beberapa aktor dan aktris kawakan turut meramaikan film ini yaitu, Febi Febiola, Ray Sahetapi, dan Piet Pagau. Tak ketinggalan artis lokal dan warga Gunungkidul turut dilibatkan dalam film yang menelan biaya sekitar Rp3 miliar ini.
 
"Melalui film ini kami juga ingin mengedukasi masyarakat akan kesehatan jiwa yang perlu dijaga. Bahwa fenomena bunuh diri itu karena adanya gangguan kesehatan jiwa. Juga ingin mengangkat pariwisata Gunungkidul," kata Indra.
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif