Jakarta: Aktor Dimas Aditya mengalami kejadian mengejutkan saat menjalani proses syuting film terbarunya, Juminten Edan. Bukan karena gangguan mistis, Dimas justru mendengar langsung jeritan seseorang yang diketahui sedang dipasung di sebuah rumah dekat lokasi syuting.
Pengalaman tersebut membuat Dimas semakin menyadari bahwa tema yang diangkat dalam Juminten Edan ternyata masih terjadi di kehidupan nyata. Dia bahkan sempat tidak menyangka praktik pasung masih ditemukan di zaman modern, terlebih lokasinya berada tepat di sekitar tempat para pemain dan kru bekerja.
"Itu di lokasi kita syuting ada yang dipasung, jadi menurut gue ya ini relate. Tapi kayak bikin bertanya-tanya, tiba-tiba pas kita lagi di lokasi, 'beneran Bos itu ada yang dipasung di rumah sebelah gitu'. Jadi hampir tiap malam dia teriak-teriak," ujar Dimas Aditya di Jakarta.
Menurut Dimas, jeritan dari rumah tersebut hampir terdengar setiap malam. Pada awalnya, dia tidak mengetahui sumber suara tersebut dan sempat mengira ada warga sekitar yang sedang berteriak karena menonton pertandingan sepak bola.
Namun, Dimas mulai menyadari ada sesuatu yang berbeda setelah mendengar berbagai ekspresi dari balik rumah tersebut. Suara yang terdengar berubah-ubah, mulai dari kemarahan, tangisan, tawa, hingga permintaan tolong yang membuat suasana di sekitar lokasi syuting terasa memilukan.
"Teriaknya tuh mulai dari marah, sampai minta tolong, sampai ketawa. Jadi pertama-tama ada yang teriak-teriak gue pikir orang lagi nonton bola. Enggak tahunya ternyata nih kok tiba-tiba dia nangis, kok tiba-tiba dia marah, tiba-tiba dia ketawa, minta tolong, 'Ampun, tolong'... Jadi kayak semua emosi kayaknya campur aduk," tuturnya lagi.
Mendengar jeritan tersebut secara langsung meninggalkan kesan mendalam bagi Dimas. Alih-alih hanya merasa takut atau merinding, aktor berusia 41 tahun itu justru mengaku lebih banyak merasakan kesedihan setelah mengetahui kondisi orang yang berada di balik suara tersebut.
Dimas memahami bahwa pemasungan mungkin dilakukan oleh pihak keluarga sebagai upaya untuk menjaga keselamatan orang yang sedang mengalami gangguan serta orang-orang di sekitarnya. Meski demikian, kenyataan bahwa praktik tersebut masih terjadi tetap membuatnya merasa prihatin.
"Lebih ke sedih sih, tapi ya gimana ya, mungkin sebenarnya itu salah satu cara yang dilakukan untuk mengamankan. Baik untuk diri yang sedang sakit atau orang sekitarnya supaya tidak berbahaya buat diri dia dan orang lain," kata suami Tika Bravani ini.
Selain pengalaman mendengar jeritan orang yang dipasung, Dimas juga menghadapi tantangan lain selama mempersiapkan perannya sebagai Manto. Dia harus mempelajari bahasa isyarat hanya dalam waktu tiga hari setelah karakter yang diperankannya mengalami perubahan menjelang proses syuting.
Selain Dimas Aditya, Juminten Edan turut dibintangi Meisya Amira, Sharon Jovian, Anne J Cotto, dan Kukuh Prasetya. Film produksi Mercusuar Film dan Digital Frame Production tersebut dijadwalkan tayang pada 23 Juli 2026.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan