Sebagai pendatang baru, Anggun mengaku terkejut dengan produktivitas industri sinema tanah air yang sangat masif setiap tahunnya.
“Aku sebenarnya sangat surprise melihat betapa banyaknya produksi film di Indonesia per tahun ya,” ungkap Anggun di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Senin, 30 Maret 2026.
Anggun Soroti Dominasi Genre Horor
Anggun menyoroti pentingnya keberagaman tema dalam industri perfilman nasional. Ia berharap layar lebar Indonesia tidak hanya didominasi oleh satu genre tertentu secara terus-menerus.
“Jadi yang enggak selalu film horor terus gitu lho,” tutur Anggun.
Ia juga meluruskan anggapan beberapa pihak yang menilai film debut aktingnya, Para Perasuk, merupakan film bergenre horor.
“Dulu kita selalu dibilangi Para Perasuk ini film horor bukan sih? Bukan, bukan, mana ada film horor tengah hari bolong ya,” jelas Anggun.
Harapan untuk Kreativitas Sineas IndonesiaPelantun lagu “Tua Tua Keladi” tersebut berharap agar para pelaku industri film lebih berani mengeksplorasi cerita di luar genre horor dan komedi yang selama ini merajai pasar.
“Mungkin cuma itu saja sih dari dari sisi kreatif para sineas, sutradara, dan juga PH gitu lho, lebih berani jadi mungkin untuk memproduksi film-film yang enggak cuma film yang lucu-lucu atau film-film horor gitu saja,” ujar Anggun.
Sebagai informasi, Para Perasuk merupakan karya terbaru dari sutradara Wregas Bhanuteja. Film ini dibintangi oleh Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, dan Anggun sendiri.
Sinopsis Film Para Perasuk
Para Perasuk dijadwalkan tayang di bioskop mulai 23 April 2026. Film ini mengangkat kisah Bayu di Desa Latas, sebuah tempat di mana warga menjalankan tradisi pesta kerasukan roh binatang—seperti bulus, kerbau, hingga kera. Tradisi tersebut menjadi bentuk perayaan sekaligus pelarian dari realitas, yang menyimpan sumber kebahagiaan sekaligus misteri mendalamKeterangan foto:
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News