Sang produser, Sunil Soraya pun mengungkapkan alasan mengapa film ini dirilis ulang. "Ada banyak potongan gambar yang bagus, dan adegan-adegan yang belum ada di film sebelumnya. Ini akan menjadi pelengkap visualisasi dari novelnya," ujar Sunil Soraya dalam konferensi pers yang berlangsung di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2014).
Untuk menjaga ke-otentikan visual, Sunil mengatakan, kapal Van Der Wijck dalam film dibangun dengan skala 1:1 dengan eksterior dan interior persis dengan kapal Van Der Wijck asli yang pernah berlayar dan tenggelam di lepas pantai Nusantara pada 1930-an. Proses pembuatannya berlangsung selama satu tahun.
Film ini merupakan kisah adaptasi dari novel karya Buya Hamka dengan judul yang sama. Dibintangi beberapa aktor seperti Herjunot Ali dan Pevita Pearce "Tenggelamnya Kapan Van Der Wijck" bercerita mengenai Zainuddin. Ia adalah pemuda asal Makassar yang pergi ke tanah kelahiran ayahnya di Padang untuk merantau dan membuka tali silaturahmi dengan keluarga besarnya.
Pada masa rilis awalnya yang dimulai pada 19 Desember 2013, "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" mampu meraup sukses dengan jumlah penonton sebanyak 1,8 juta orang. Menurut agenda, "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" versi 'extended' akan diputar perdana di bioskop pada 11 September 2014.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News