Lukman Sardi dan Raihaanun dalam 27 Steps of May (Foto: Green Glow Pictures)
Lukman Sardi dan Raihaanun dalam 27 Steps of May (Foto: Green Glow Pictures)

27 Steps of May, Film yang Terinspirasi Peristiwa Kelam 1998 Siap Dirilis

Hiburan film indonesia
Purba Wirastama • 26 Maret 2019 07:00
Jakarta: 27 Steps of May, film drama terbaru yang dibintangi Raihaanun, Lukman Sardi, dan Ario Bayu, siap dirilis di bioskop Indonesia bulan depan. Sebelumnya, film garapan sutradara Ravi Bharwani ini telah ditayangkan di beberapa festival film internasional serta menyabet penghargaan film terbaik dari Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2018.
 
Produser Wilza Lubis dari Green Glow Pictures telah memastikan jadwal rilisnya di bioskop, yaitu 27 April 2019. Ini adalah momentum sepekan setelah hari pemungutan suara Pemilu 2019, sepekan sebelum perilisan film Avengers: Endgame (Walt Disney), serta bertepatan dengan momentum Women's March Jakarta 2019.
 
"Pemilihan tanggal ini penuh dengan pertimbangan karena hampir bersamaan dengan rilisnya film superhero Hollywood dan Pemilu 2019," kata Wilza dalam pernyataan resmi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


27 Steps of May diproduksi oleh Wilza bersama Ravi serta penulis naskah Rayya Makarim. Go-Studio (Go-Jek) bergabung sebagai rekan produksi. Kisahnya, yang diinspirasi dari peristiwa Mei 1998, mengangkat isu trauma perempuan korban kekerasan seksual.
 
Film ini berpusat pada kisah May (Raihaanun), perempuan muda yang menjadi korban perkosaan oleh sekelompok orang tak dikenal ketika usianya 14 tahun. Akibat trauma mendalam, sudah delapan tahun May menarik diri sepenuhnya dari kehidupan biasa serta hidup tanpa koneksi, emosi, dan kata-kata.
 
Bapaknya (Lukman Sardi) sangat terpukul dan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga putrinya. Di rumah, bapak adalah seorang lembut yang siap mengorbankan segala bagi kenyamanan dan perlindungan anaknya. Namun di luar rumah, bapak menyalurkan segala emosinya di ring tinju.
 
Produser dan penulis naskah Rayya menyebut kisah May sangat universal dan bisa dialami siapa saja.
 
"Siapa saja bisa menjadi korban kekerasan seksual," kata Rayya.
 
"Kami merasa beruntung film ini bisa kami rilis ke penonton Indonesia pada waktu yang tepat – saat isu kekerasan seksual sedang kencang-kencangnya. Terlebih, film ini bakal rilis di bioskop bertepatan dengan Women’s March Jakarta, yang juga memiliki isu kekerasan seksual," lanjutnya.
 
Proses pengerjaan film ini, mulai dari riset hingga tahap akhir pasca-produksi, memakan waktu cukup panjang hingga lima tahun. Menurut sutradara dan produser Ravi, film ini minim dialog serta punya perhatian khusus pada elemen visual yang detail dan rapi.
 
"Hal tersebut memerlukan ketelitian, kesabaran, dan tentu waktu. Manajemen waktu ini yang menjadi tantangan paling berat. Bersyukur, saya didukung oleh tim yang solid sehingga bisa terlaksana dengan baik," kata Ravi.
 
27 Steps of May ditayangkan perdana di Busan International Film Festival pada Oktober 2018. Berikutnya menyusul tayang di Cape Town International Film Market & Festival, Goteborg Film Festival, Bengaluru International Film Festival, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), serta Plaza Indonesia Film Festival. Dari JAFF 2018, film ini meraih penghargaan film panjang terbaik Asia.
 
27 Steps of May, Film yang Terinspirasi Peristiwa Kelam 1998 Siap Dirilis

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif