Radhar Panca Dahana (Foto: Medcom.id/Abas)
Radhar Panca Dahana (Foto: Medcom.id/Abas)

Radhar Panca Dahana Kritik Spiritualitas Masyarakat lewat Pentas Kontemporer

Hiburan seni teater
Dhaifurrakhman Abas • 20 Februari 2020 12:06
Jakarta: Budayawan Radhar Panca Dahana bersama Teater Kosong menggelar panggung bertajuk LaluKau di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat pada 19 Februari 2020. Pentas ini ditujukan mengkritik negeri yang memiliki masalah dalam menghayati spiritualitas.
 
"Ini merupakan bentuk keprihatinan dalam kehidupan kita bermasyarakat berbangsa. Terutama dalam kehidupan spiritual," kata Radhar saat berbincang dengan Medcom.id di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat pada 19 Februari 2020.
 
Radhar melanjutkan, kehidupan spiritual bermasyarakat rusak lantaran dimanfaatkan kaum elite untuk kepentingan pribadi. Di dunia modern ini, kata dia, Tuhan dijadikan alat untuk merebut kekuasaan oleh para elit. Hal ini yang disampaikan dalam pentas tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nah ini adalah kemerosotan dari adab spiritual kita. Ini terjadi di dunia modern. sistem hidup bermasyarakat, bernegara, berpolitik, membuat kita jadi begitu," paparnya.
 
Esensi tersebut disampaikannya melalui 20 puisi yang dia bawakan bersama seniman besar seperti Aning Katamsi, Niniek L. Kariem, dam Deddy Mizwar. Selain dengan pembacaan puisi, makna Lalukau disampaikan melalui nyanyian yang diiringi Iwan Fals.
 
Soprano kondang Indonesia Aning Katamsi bersama pemusik Teater Kosong, Yaser Arafat Ensemble dihadirkan memperkuat panggung sastra bersama Paduan Suara Kancatala. LaluKau juga memanfaatkan teknologi video mapping dan hologram serta kualitas sistem suara yang membuat esensi pertunjukkan lebih dramatik.
 
"Sehingga ini tidak hanya menjadi sekadar tontonan. Makanya saya tidak bilang selamat menonton, tetapi, selamat menghayati," tutup dia.
 
LaluKau yang dihadirkan Radhar merupakan sub-genre baru bagi dunia teater Indonesia dan dunia. Sub-genre ini dipelopori RPD lebih 30 tahun lalu saat memanggungkan Simfoni Duapuluh di auditorium Bulungan, Jakarta Selatan pada 1985.
 
Sebelumnya, pada 2017 Radhar juga pernah mementaskan teatrikal puisi dari antologinya, Manusia Istana. Saat itu dia tampil bersama Cornelia Agatha, Maudy Koesnaedi, Tony Q, dan grup musik Slank.

 
(ASA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif