Jurnalis Medcom Sobih Adnan mewawancarai Gus Sholah (Foto: Medcom.id)
Jurnalis Medcom Sobih Adnan mewawancarai Gus Sholah (Foto: Medcom.id)

Gus Sholah Penggemar Film

Hiburan obituari
Dhaifurrakhman Abas • 03 Februari 2020 14:26
Jakarta: Sosok pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah merupakan penggemar berat film. Sejak kecil menonton jadi hobinya.
 
"Kecil iya, saya suka nonton film waktu kecil," kata Gus Sholah, seperti dikutip Medcom.id melalui kanal YouTube, Sowan, berjudul Gus Sholah Suka Film, Senin 3 Februari 2020.
 
Hobi menonton juga kerap Gus Sholah lakukan hingga akhir hayatnya. Jika ada waktu luang, Gus Sholah menyempatkan nonton film di YouTube.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau ada waktu luang saya nonton di YouTube," paparnya.
 
Gus Sholah mengaku gemar menyaksikan film karya anak bangsa yang mengangkat kisah-kisah sejarah dalam kehidupan nyata. Terlebih film yang menanamkan kebaikan dan unsur positif lainnya
 
"Saya suka film Indonesia. Kemarin sempat nonton film Guru Bangsa: Tjokroaminoto, atau Soekarno: Indonesia Merdeka. Saya sempat juga nonton film Sang Penari dan Dilan. Pengin tahu, anak muda kayak apa sih sekarang?" ujarnya.
 
Lantaran gemar nonton film Indonesia, Gus Sholah bisa sedikit-sedikit membaca tren dan perkembangan industri perfilman di Indonesia. Menurutnya perkembangan film saat ini semakin membaik dengan jumlah penonton yang meningkat tajam.
 
"Kalau (film) Indonesia meningkat. Banyak sekali film yang penontonnya banyak. Seinget saya salah satu terbanyak Warkop DKI Reborn, Laskar Pelangi, Habibie juga banyak. Dan juga diberita saya lihat, Dua Garis Biru. Itu juga mencapai berapa juta. Itu luar biasa," jelas dia.
 
Sebelumnya, pihaknya juga telah memproduksi film betajuk Jejak Langkah 2 Ulama. Film garapan bersama Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah dengan Ponpes Tebuireng, Jombang itu mengangkat kisah mengenai dua tokoh Islam Indonesia, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari.
 
"Kami ingin memperkenalkan dua tokoh ini yang saya anggap sebagai dua dari empat raksasa tokoh Islam. Nanti, film ini hanya akan diputar di kalangan NU dan Muhammadiyah (bukan di bioskop)," tukasnya.
 
Gus Sholah wafat pada usia 77 tahun, di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, sekitar pukul 20.55 WIB, Minggu, 2 Februari 2020. Ia mengembuskan napas terakhir lantaran sakit.
 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif