Money Heist / La Casa de Papel. (Foto: Netflix)
Money Heist / La Casa de Papel. (Foto: Netflix)

Rekomendasi Film dan Serial dari Adipati Dolken hingga Adinia Wirasti

Hiburan netflix rekomendasi film
Cecylia Rura • 31 Maret 2020 19:11
Jakarta: Sejumlah sineas Indonesia merekomendasikan tayangan Netflix favorit. Mulai Dari aktor Adinia Wirasti, Adipati Dolken, Dennis Adhiswara, Hannah Al Rashid, Lukman Sardi, penulis naskah Salman Aristo, hingga produser Lifelike Pictures Sheila Timothy.
 
Adinia Wirasti: 13 Reasons Why
 
Serial 13 Reasons Why mengisahkan remaja laki-laki bernama Clay Jensen yang menemukan kaset berisi 13 alasan Hannah Baker bunuh diri. Hannah Baker adalah teman sekaligus orang yang disukai Clay Jensen. Drama 13 Reasons Why berangkat dari novel karya Jay Asher.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adinia Wirasti menjelaskan alasan memilih serial ini. 13 Reasons Why dinilai mampu memberi kepekaan untuk menolong pribadi yang bertarung dengan kondisi kesehatan mental.
 
"Kenapa? Karena film atau serial seperti ini bisa menjadi sarana kita semua untuk menjangkau mereka yang hidup dengan mental health issues, yang membutuhkan dukungan sebanyak-banyaknya. Bukan hanya menjadi tontonan, tapi juga sedikit banyak menjadi public service announcement untuk mental health," kata Adinia.
 
Adipati Dolken: Money Heist
 
The Professor dikenal sebagai dalang aksi kriminal. Dia merencakanan perampokan besar sepanjang sejarah dengan mencetak miliaran uang Euro di Royal Mint Spanyol.
 
The Professor mengajak delapan orang dengan kemampuan beragam untuk menjalankan misinya. Money Heist memasuki musim keempat yang bakal tayang 3 April nanti.
 
Bagi Adipati Dolken, Money Heist adalah refleksi kehidupan yang kini seperti sebuah heist atau pencurian. "Kita harus pintar-pintar menyusun strategi ketika menjalankannya dan bagaimana kita akan berhadapan dengan pola pikir berbeda setiap manusia," kata Adipati.
 
Dennis Adhiswara: The Naked Director
 
Perjalanan sutradara video dewasa di Jepang, Toru Muranishi diabadikan dalam serial. Beberapa di antaranya menentang norma-norma budaya kuno di Jepang untuk mengikuti ambisinya.
 
Dennis berpendapat, serial The Naked Director memuat materi pembelajaran tentang bagaimana caranya membangun sebuah usaha.
 
"Pada awalnya, mungkin penonton hanya tertarik dengan premisnya yang nakal dan berani. Tetapi, penonton sebenarnya sedang disuguhi sebuah 'materi kuliah' mengenai kewirausahaan dalam kemasan yang intens, dramatis, dan gilanya based on the true story!" kata Dennis.
 
Hannah Al Rashid: When They See Us
 
Berangkat dari kasus nyata lima remaja yang divonis bersalah atas kasus pemerkosaan yang tak dilakukan. Mereka adalah Antron McCray, Kevin Richardson, Yusef Saalam, Raymond Santana, dan Korey Wise. Kelimanya dijuluki Central Park Five.
 
Hannah Al Rashid menyoroti nilai kemanusiaan di dalamnya. "When They See Us adalah serial yang sangat penting. Ava Duvernay membawa kita dalam sebuah perjalanan kemanusiaan paling menyakitkan dan memilukan mengenai lima bocah laki-laki yang diperlakukan secara tidak manusiawi oleh masyarakat dan sistem pengadilan yang rasis. Tidak ada serial lain yang menggerakkan saya seperti ini," kata Hannah.
 
Lukman Sardi: Rise of Empires: Ottoman
 
Drama dokumenter Rise of Empires: Ottoman berkisah tentang kejatuhan konstantinoperl dari perspektir bangsa Turki. Lukan Sardi mengagumi tema sejarah yang diangkat.
 
"Saya suka tema yang diangkat di serial ini, terlebih karena saya suka sejarah. Serial ini memiliki cara bertutur yang unik, seperti dokumenter yang dibuat menjadi feature film," kata Lukman.
 
Salman Aristo: Kingdom
 
Kondisi negara diterpa korupsi dan keleparan, hingga wabah yang membuat penderitanya tak dapat mati. Wabah ini menyebabkan mereka kelaparan untuk memakan daging manusia.
 
Konspirasi ini mengorbankan Putra Mahkota. Dia memulai perjalanan untuk mengungkap tindak kejahatan yang terselubung sekaligus menyelamatkan rakyatnya.
 
"Selain bagus secara pengerjaan, isi serial ini juga tidak satu dimensi. Meskipun fokus utamanya tentang masyarakat yang ditantang wabah, serial ini menjadi berbobot karena masih bisa mengangkat intrik politik dan kemanusiaannya," kata Salman Aristo.
 
Sheila Timothy: Ugly Delicious
 
Seorang koki bernama David Chang berkesempatan keliling dunia dan berwisata kuliner. Dia ditemani penulis, aktivis, seniman, dan koki lain yang memanfaatkan makanan sebagai pendobrak hambatan budaya.
 
Sheila Timothy tertarik dengan kisah David Chang karena menjadikan masakan sebagai elemen penting yang berdekatan dengan manusia dan budaya. Film ini juga yang menginspirasinya membuat Tabula Rasa. Sheila Timothy merencanakan sekuelnya.
 
"Acara ini bercerita mengenai makanan dan masakan, tetapi juga tidak melupakan elemen penting yang melingkupinya, yaitu manusia dan budaya. Film atau serial tentang makanan selalu punya tempat spesial di hati saya. Ini salah satu alasan yang membuat produksi film Tabula Rasa menjadi sangat berkesan dan saya berencana untuk memproduksi food film lagu di tahun ini," kata Sheila Timothy.

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif