Film Beloved Wife
Film Beloved Wife

Seks dan Susahnya Jadi Penulis dalam Film A Beloved Wife

Hiburan Tokyo International Film Festival 2019
Luhur Hertanto • 30 Oktober 2019 22:41
Tokyo: Bungkahan bokong wanita berbalut celana dalam warna merah yang sudah kusam dan getas pinggirannya memenuhi layar. Di latar belakangnya adalah suara pria yang berbunyi:
 
"Sudah sudah dua bulan istriku enggak mau bercinta. Sial, aku terlalu takut cari selingkuhan dan enggak punya duit untuk pelacur. Aku mau seks. Aku harus cari akal agar istiku mau bercinta".
 
Itulah adegan pembuka film "A Beloved Wife" karya sutradara Shin Adachi yang berkompetisi dalam Tokyo International Film Festival (TIFF) 2019. Bokong terbungkus celana dalam merah itu adalah milik Chika (diperankan Asami Mizukawa/foto model) yang sedang tidur dan yang curhat kurang seks itu adalah Gota (diperankan Gaku Hamada/aktor) yang bermata pencaharian sebagai penulis lepas skenario film.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih dari setahun terakhir Gota tidak mendapat order menulis skenario film. Naskah yang pernah diajukannya ke rumah-rumah produksi, tidak kunjung mendapat kabar baik. Demi memenuhi kebutuhan keluarga dan sekolah bagi putri tunggalnya, Chika yang bekerja sebagai customer service di sebuah toko swalayan harus sering lembur.
 
Sementara Gota, bukannya mencari pekerjaan lain tetap seharian browsing internet di rumah dengan alasan mencari insprasi menulis cerita. Yang juga menjadi masalah, Gota tidak bisa mengetik di komputer. Ide cerita ditulisnya di buku tulis lalu diketik ulang dengan komputer oleh Chika.
 
Akal-akalan Gota merayu Chika agar mau melayani kebutuhan biologisnya bukan inti dari "A Beloved Wife" yang lebih menjurus kepada dark comedy ini. Drama dijalin dari kabar dari produser bahwa skenario yang Gota sadur dari sebuah novel beberapa tahun lalu ahirnya disetujui sutradara dan produksi film dimulai bulan depan. Gota lalu memenuhi janjinya mengajak keluarganya piknik sambil dirinya mencari data untuk cerita yang sedang ditulisnya.
 
Di tengah kegembiraan tersebut, si produser kembali menelepon tapi dengan kabar buruk. Film batal diproduksi karena penulis novel tidak berkenan dengan skenario yang Gota tulis. Itu artinya Gota tidak mendapat bayaran atas kerja kerasnya menulis skenario.
 
Gota marah karena merasa menjadi korban PHP (pemberi harapan palsu) si produser. Tetapi tidak bisa berbuat sebab takut tidak mendapat order menulis skenario dari si produser. Sementara Chika semakin frustasi kepada Gota yang dipandangnya gagal menjalankan tanggung jawab sebagai kepala keluarga.
 
"Gota dan Chika bukan pasangan suami-istri yang happily ever after, sering ribut gara-gara uang. Tapi keluarga ini punya ikatan yang kuat dan tidak menyerah kepada keadaan," papar Shin Adachi kepada wartawan usai pemutaran "A Beloved Wife" di Toho Cinema, Roppongi Hills, Tokyo, Selasa (29/10/2019) malam.
 
Seks dan Susahnya Jadi Penulis dalam Film A Beloved Wife
 
Ditanya mengenai sebagian gambar dan dialog yang cenderung vulgar, Adachi menjawab bahwa dia mau menampilkan keseharian yang lazim dalam sebuah rumah tangga. Seperti adegan Gota yang beronani dengan menonton film porno virtual reality, mengirimkan SMS mesum kepada tetangga juga adegan telanjang di depan anak dan istrinya.
 
Shin Adachi adalah sutradara Jepang yang banyak menggarap film bertema remaja. Film "A Beloved Wife" dia akui sebagai semi-autobigrafi karena ide dasar ceritanya adalah dinamika kehidupan keluarganya sendiri dan rekan-temannya sesama pekerja film. Sebagian adegannya bahkan dilakukan di kediaman Shin Adachi.
 
"Ceritanya tentang keseharian. Keseharian kita semua. Kita menghadapi masalah yang sama kan dalam rumah tangga?" ujar Adachi.
 
Rencananya film "A Beloved Wife" diputar di bioskop-bioskop Jepang pada 2020.
 

 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif