The Doll Ghawiah  (Foto: Dokumen Pribadi)
The Doll Ghawiah (Foto: Dokumen Pribadi)

The Doll Ghawiah Tembus 18 Layar IMAX, Film Indonesia Mulai Dilirik

Agustinus Shindu Alpito • 18 Oktober 2026 18:54
Ringkasnya gini..
  • Film horor The Doll Ghawiah mencatat pencapaian dengan mendapatkan kesempatan tayang di seluruh 18 layar IMAX di Indonesia.
  • Pencapaian ini menjadi sorotan karena film Indonesia sebelumnya masih relatif jarang mendapatkan kesempatan tayang di bioskop premium tersebut.
  • Rocky mengaku antusias ketika pihak IMAX mengajak mereka berdiskusi mengenai kemungkinan penayangan film di layar besar.

Jakarta: Film horor The Doll Ghawiah mencatat pencapaian dengan mendapatkan kesempatan tayang di seluruh 18 layar IMAX di Indonesia. Pencapaian ini menjadi sorotan karena film Indonesia sebelumnya masih relatif jarang mendapatkan kesempatan tayang di jaringan bioskop premium tersebut.

Rocky Soraya selaku Producer film, mengungkapkan kesempatan penayangan di IMAX tidak datang semata-mata dari inisiatif rumah produksi. Pihak IMAX memiliki proses seleksi untuk menentukan film yang dinilai sesuai dengan pengalaman menonton di layar berukuran besar.

Menurut Rocky, pihak IMAX mempertimbangkan genre dan elemen visual film sebelum memutuskan apakah sebuah film cocok ditayangkan di jaringan bioskop mereka.

“Sebetulnya proses IMAX itu bukan dari kita. IMAX-nya sendiri yang sebetulnya pilih film apa yang menurut mereka cocok untuk tayang di bioskop IMAX,” ujar Rocky dalam sesi Press Conference Minggu, 18 Oktober 2026 di XXI Agora Mall.

The Doll Ghawiah Tayang di Seluruh 18 Layar IMAX

Rccky mengungkapkan film tersebut akan ditayangkan di seluruh layar IMAX yang tersedia di Indonesia. Ia menyebut terdapat 18 layar IMAX yang dimaksud dalam wawancara tersebut.

“Kami tayang di semua layar IMAX. Kalau enggak salah ada 18 layar IMAX di Indonesia,” ungkapnya.

 

Kesempatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi tim produksi. Rocky mengaku antusias ketika pihak IMAX mengajak mereka berdiskusi mengenai kemungkinan penayangan film di layar besar.

Namun, prosesnya tidak langsung berujung pada kesepakatan. Pihak IMAX terlebih dahulu melakukan pembicaraan untuk mengetahui konsep film, termasuk porsi aksi dan horor yang ditampilkan.

Setelah menonton film tersebut, pihak IMAX menilai The Doll Ghawiah sesuai untuk mendapatkan pengalaman penayangan di layar IMAX.

IMAX Mulai Memilih Film Indonesia

Rocky juga menyoroti perkembangan kesempatan bagi film Indonesia untuk menjangkau penonton IMAX. Menurutnya, sebelumnya film Indonesia belum terlalu banyak mendapatkan ruang di jaringan bioskop tersebut.

“Karena sebelumnya IMAX enggak terlalu banyak tayang film Indonesia. Sekarang mereka mulai memilih film-film Indonesia yang menurut mereka cocok untuk tayang di IMAX,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemilihan film tidak semata-mata didasarkan pada negara asal produksinya, melainkan pada kesesuaian konten dengan pengalaman menonton di layar besar.

Menurut Rocky, film dengan elemen aksi dan horor memiliki potensi untuk memberikan pengalaman visual yang lebih terasa ketika ditayangkan di layar berukuran besar. Sebaliknya, film drama atau komedi dinilai tidak selalu membutuhkan format tersebut.

Standar Produksi Jadi Perhatian

Pengalaman menayangkan film di IMAX juga menjadi pertimbangan bagi proyek-proyek Hitmaker Studios berikutnya. Roki menyebut pihaknya akan memperhatikan kebutuhan teknis sejak proses pengambilan gambar apabila menggarap film dengan genre yang dinilai sesuai untuk layar besar.

“Pastinya untuk film-film berikutnya, kalau memang filmnya menuju ke action, thriller dan lain sebagainya, pasti kita akan make sure bahwa shooting kita itu cocok untuk ditayangin di IMAX,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya perencanaan teknis sejak awal produksi agar hasil gambar sesuai dengan kebutuhan penayangan di layar besar.

Bagi industri film Indonesia, kesempatan seperti yang diperoleh The Doll Ghawiah membuka peluang lebih luas bagi karya lokal untuk menjangkau penonton melalui format bioskop premium. Meski demikian, pemilihan film tetap bergantung pada penilaian dan kesesuaian konten dengan standar penayangan IMAX.

Film horor The Doll Ghawiah dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.



(Annisa Julinah)



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA