1. Plastic Beauty
Plastic Beauty mengangkat isu standar kecantikan dan tekanan sosial terhadap perempuan untuk memenuhi gambaran tertentu tentang penampilan ideal.
Serial ini mengikuti karakter yang kehidupannya berkaitan erat dengan industri kecantikan. Ceritanya memperlihatkan bagaimana penampilan dapat memengaruhi cara seseorang diperlakukan sekaligus membentuk pandangan terhadap diri sendiri.
Melalui kisah tersebut, Plastic Beauty mengajak penonton melihat bagaimana standar kecantikan dapat memberikan tekanan psikologis dan sosial.
2. The Journalist
The Journalist menghadirkan kisah jurnalis yang berusaha mengungkap dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan.
Serial ini mengikuti Anna Matsuda, seorang reporter yang dikenal berani mempertanyakan informasi resmi dan mencari fakta di balik sebuah skandal politik. Perjalanannya memperlihatkan berbagai tekanan yang dapat dihadapi jurnalis ketika berusaha mengungkap kebenaran.
Isu kebebasan pers, korupsi, dan hubungan antara media dengan kekuasaan menjadi bagian penting dalam cerita The Journalist.
Kotaro Lives Alone mengangkat persoalan penelantaran anak melalui kisah seorang anak laki-laki yang hidup seorang diri di sebuah apartemen.
Kotaro Sato masih berusia empat tahun, tetapi memutuskan untuk tinggal sendirian. Kehidupannya kemudian bersinggungan dengan para penghuni apartemen lain yang perlahan menjadi bagian dari kehidupannya.
Di balik tingkah Kotaro yang terkadang menggemaskan, serial ini membahas persoalan keluarga, kesepian, trauma masa kecil, serta pentingnya dukungan dari lingkungan sekitar.
4. Fishbowl Wives
Fishbowl Wives mengangkat kehidupan sejumlah perempuan yang menghadapi masalah dalam rumah tangga mereka.
Serial ini memperlihatkan berbagai bentuk ketidakbahagiaan dalam pernikahan, termasuk hubungan yang penuh tekanan dan kekerasan dalam rumah tangga. Setiap karakter memiliki cerita dan persoalan berbeda yang membuat mereka mempertanyakan kehidupan rumah tangganya.
Melalui kisah tersebut, Fishbowl Wives membahas relasi dalam pernikahan, perselingkuhan, kekerasan domestik, serta pilihan sulit yang dihadapi para karakternya.
5. Midnight Diner: Tokyo Stories
Midnight Diner: Tokyo Stories menawarkan cerita yang lebih sederhana dengan menjadikan sebuah kedai makan kecil sebagai tempat bertemunya berbagai karakter.
Setiap episode menghadirkan kisah berbeda dari pelanggan yang datang ke kedai tersebut. Mereka berasal dari latar belakang yang beragam dan membawa persoalan masing-masing.
Serial ini turut memperlihatkan isu kesepian, kehidupan kelompok marginal, hubungan antarmanusia, hingga bagaimana sebuah komunitas kecil dapat menjadi tempat seseorang menemukan rasa diterima.
Kelima serial tersebut menunjukkan bahwa cerita dari Jepang dapat menjadi medium untuk membahas berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Tidak hanya menghadirkan hiburan, serial-serial tersebut juga mengajak penonton melihat isu sosial dari sudut pandang karakter yang berbeda.
(Annisa Julinah)