Di balik itu Dimas mengalami berbagai kesulitan dalam menjalankan peran di film besutan sutradara Delon Tio ini. Dimas ternyata memiliki cedera di lutut kirinya.
"Sebelum gue suka lari, lutut kiri gue sudah cedera. Awalnya memang ragu mau ambil peran di film ini, karena kebanyakan adegannya pasti lari-lari," ujarnya.
Tertarik dengan jalan cerita yang bagus dan tema olahraga lari yang kini sedang trend, membuatnya tak kuasa menolak tawaran film.
Selain itu, Dimas juga merasa beruntung bisa menjadi lawan main Olivia Jensen yang berperan sebagai Annisa, wanita yang menjadi penyemangatnya dalam berlari. Menurutnya, Olivia adalah orang yang fun.
"Olivia orangnya fun, cepet membaur dengan karakter lawannya. Ya seru banget," ujar aktor berusia 29 tahun itu.
Film 'Mari Lari' berkisah tentang Rio (Dimas Aditya) yang tidak pernah menyelesaikan apapun dalam hidupnya. Hingga kepergian sang ibu yang diperankan Ira Wibowo menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia kemudian berjuang untuk mencapai sesuatu yang dapat membanggakan ibu dan ayahnya yang diperankan Donny Damara.
Rio mencoba membuktikan kepada ayahnya bahwa ia mampu menyelesaikan lomba lari marathon sejauh 42 kilometer di pegunungan Bromo. Film ini secara garis besar merupakan kisah menarik tentang "from zero to hero" yang berdasarkan cinta. 'Mari Lari' tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 12 Juni 2014.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News