Film berdurasi 106 menit ini dibintangi oleh Daru Jaya (Ndarboy Genk), Happy Asmara. Dok. Ist
Film berdurasi 106 menit ini dibintangi oleh Daru Jaya (Ndarboy Genk), Happy Asmara. Dok. Ist

Bukan Sekadar Musik, Ini Makna Campursari di Cidro Asmoro

A. Firdaus • 29 September 2026 17:16
Ringkasnya gini..
  • Campursari menjadi bagian penting dalam Cidro Asmoro.
  • Ndarboy Genk tengah mempersiapkan penampilan anniversary. Namun, proses tersebut tidak berjalan mulus.
  • Menerjemahkan dunia yang dekat dengan Ndarboy Genk dan musik campursari ke dalam pengalaman sinematik tanpa kehilangan rasa autentiknya.
Jakarta: Bagi Daru Jaya, sosok di balik Ndarboy Genk, campursari bukan sekadar musik. Genre tersebut sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup, persahabatan, sekaligus perjalanan Ndarboy Genk selama ini.

Kedekatan itu pula yang dibawa Daru ke layar lebar melalui Cidro Asmoro, film drama komedi musikal yang mengangkat musik campursari, persahabatan, mimpi, hingga dinamika kehidupan di era media sosial.

Film ini akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
 

Dalam Cidro Asmoro, Ndarboy Genk tengah mempersiapkan penampilan anniversary. Namun, proses tersebut tidak berjalan mulus. Perbedaan pilihan dan pendapat mulai menguji kekompakan yang selama ini terbangun di antara mereka.

Situasi semakin menarik ketika hadir Prita, seorang karyawan kafe yang mendadak viral setelah video dirinya bernyanyi dan berjoget tersebar di media sosial.

Popularitas yang datang secara tiba-tiba membuka peluang baru bagi Prita. Di sisi lain, kehadirannya juga membawa dinamika baru bagi perjalanan Ndarboy Genk.

Bagi Daru, cerita tersebut terasa dekat dengan perjalanan mereka. Karena itu, campursari dalam Cidro Asmoro tidak sekadar menjadi musik pengiring, tetapi ikut menjadi bagian dari identitas cerita.

“Campursari buat saya bukan cuma musik, tapi bagian dari perjalanan hidup dan pertemanan kami di Ndarboy Genk. Di Cidro Asmoro, rasa itu yang ingin kami bawa. Ada mimpi, ada persahabatan, ada perbedaan, dan ada pilihan-pilihan yang kadang menguji orang-orang yang tumbuh bersama kita,” ujar Daru Jaya.

“Jadi meskipun ceritanya ringan dan menghibur, ada bagian yang rasanya dekat banget dengan perjalanan kami sendiri,” lanjutnya.
 

Campursari Bertemu Cerita Anak Muda


Kedekatan dengan dunia Ndarboy Genk menjadi salah satu fondasi kreatif Cidro Asmoro. Campursari tidak ditempatkan sekadar sebagai latar musikal, tetapi menjadi bagian dari cerita yang mempertemukan persahabatan, ambisi, romansa, dan popularitas.

Aji Fauzi dari Adglow Pictures mengatakan salah satu tantangan dalam produksi film tersebut adalah menyatukan berbagai elemen tanpa membuat budaya Jawa terasa sekadar tempelan.
 
Cidro Asmoro

Cidro Asmoro tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. Dok. Ist

“Tantangan paling menarik dalam membuat Cidro Asmoro adalah menyatukan musik, komedi, drama, dan warna Jawa agar semuanya menjadi bagian utuh dari cerita, bukan sekadar tempelan,” kata Aji.

Menurut dia, identitas Jawa tetap ingin dipertahankan, tetapi dikemas dengan cara yang relevan sehingga dapat dinikmati penonton yang lebih luas, termasuk generasi muda.

“Harapannya, penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga membawa pulang rasa dan warna Jawa yang menjadi identitas Cidro Asmoro,” ujarnya.
 

Ketika Viral Mengubah Kehidupan


Selain mengangkat musik dan persahabatan, Cidro Asmoro juga memasukkan fenomena yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni bagaimana sebuah konten di media sosial dapat mengubah kehidupan seseorang dalam waktu singkat.

Perjalanan Prita menjadi salah satu pintu masuk untuk melihat sisi lain popularitas. Dari seorang karyawan kafe, ia tiba-tiba dikenal publik setelah video dirinya viral.

Popularitas tersebut kemudian menghadirkan berbagai kesempatan sekaligus konsekuensi. Hubungan dengan orang-orang di sekitarnya ikut berubah, sementara Prita harus berhadapan dengan pilihan-pilihan baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

Cerita tersebut membuat Cidro Asmoro tidak hanya berbicara tentang musik, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menghadapi perubahan ketika kesempatan datang secara tiba-tiba.
 

Membawa Warna Jawa ke Layar Lebar


Kreator Visual Indonesia (KVI) melihat tantangan lain dalam film ini, yakni menerjemahkan dunia yang dekat dengan Ndarboy Genk dan musik campursari ke dalam pengalaman sinematik tanpa kehilangan rasa autentiknya.

“Tantangan menarik dalam Cidro Asmoro adalah bagaimana membawa dunia yang sudah sangat dekat dengan Ndarboy Genk dan musik campursari ke layar lebar tanpa kehilangan rasa autentiknya,” ujar Vicky dari Kreator Visual Indonesia.

Ia mengatakan, kedekatan budaya dan keseharian tetap menjadi bagian penting dalam film, tetapi dikemas melalui pengalaman visual yang lebih utuh.

Dengan begitu, Cidro Asmoro mempertemukan budaya lokal dengan cerita yang dekat dengan kehidupan saat ini. Campursari menjadi salah satu benang merah yang menghubungkan kisah persahabatan, mimpi, romansa, ambisi, dan perubahan akibat popularitas.

Film drama komedi musikal ini diproduksi VISION+, Adglow Pictures, Hompimpa Sinema, dan Kreator Visual Indonesia. Cidro Asmoro disutradarai Senoaji Julius dengan durasi 106 menit.

Film tersebut dibintangi Daru Jaya (Ndarboy Genk), Happy Asmara, Jodilee Warwick, Erick Estrada, Andra Bagindas, serta sejumlah pemain lainnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA