drama korea Reply 1988 (Foto: soompi)
drama korea Reply 1988 (Foto: soompi)

Ketika Drama Korea Digunakan untuk Atasi Masalah Kesehatan Mental

Hiburan kesehatan mental Drama Korea
Medcom • 13 Oktober 2021 08:00
Jakarta: Penggemar serial drama korea (k-drama) menganggap tayangan tersebut merupakan terapi untuk pengalihan dari kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa penelitian.
 
Van Ta Park PhD, MPH, seorang penulis dari dua penelitian mengenai k-drama untuk membahas kesehatan mental. Dalam studi penelitiannya tahun 2020, Park menggunakan k-drama School 2013 untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan sikap siswa Asia-Amerika terhadap bullying setelah menonton drama Korea tersebut.
 
Park juga pernah mengadakan workshops mengenai ‘Menggunakan Drama Korea sebagai Alat Pendidikan Kesehatan Mental yang Tepat untuk Orang Amerika-Asia’. Peserta disajikan sebuah adegan dari k-drama yang memperlihatkan seorang tokoh yang diserang karena kesehatan mentalnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu benar-benar adegan yang memicu bagi banyak orang. Banyak orang berkata, 'Saya tidak pernah tahu.' Mereka akan membuat asumsi yang sama, memiliki kesalahpahaman yang sama jika mereka menyaksikannya," kata Van Ta Park dikutip dari Forbes.com.
 
Setelah studi tersebut, para peserta mulai membagikan perjuangan mereka dalam menghadapi kesulitannya untuk menjaga kesehatan mental. Hal tersebut menunjukkan sebuah adegan drama korea dapat mengubah persepsi orang tentang kesehatan mental dan menuntun mereka untuk mendapatkan bantuan.
 
"Latar belakang saya adalah kesehatan masyarakat dan saya pikir jika Anda bisa memindahkan jarum sedikit saja dalam hal destigmatisasi kesehatan mental yang akan signifikan dalam hal potensi manfaat bagi suatu populasi," lanjutnya.
 
Sementara itu, Jeanie Y. Chang, LMFT, CMHIMP, CCTP, yang merupakan seorang terapis pernikahan dan keluarga menggunakan k-drama ke dalam praktik terapinya. Chang biasa meminta pasiennya untuk menonton sebuah serial drama korea atau sebuah adegan dari serial tersebut sebagai pekerjaan rumah terapi mereka.
 
"Mereka dapat menonton adegan drama korea, dan mereka akan kembali kepada saya dan berkata, 'oke, sekarang saya dapat memvisualisasikan apa yang Anda maksud.' Ini telah membantu menjembatani kesenjangan sedikit antara budaya," kata Chang.
 
Jeanie Chang menggunakan drama korea Reply 1988 dalam praktek terapinya untuk menggambarkan masalah dalam hubungan keluarga. Terdapat orang tua korea yang mengatakan sulit untuk memahami perilaku anaknya, Ia pun menunjukkan sebuah adegan yang menggambarkan seorang anak yang tidak dapat memahami orang tuanya.
 
(Aulya Syifa)
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif