Joko Anwar (Foto: MI/PIUS ERLANGGA)
Joko Anwar (Foto: MI/PIUS ERLANGGA)

Peran Vital Joko Anwar di Jagat Sinema Bumilangit

Hiburan joko anwar Jagat Sinema Bumilangit
Cecylia Rura • 10 September 2019 17:16
Jakarta: Penulis sekaligus sutradara film Joko Anwar membuka Jagat Sinema Bumilangit lewat Gundala. Joko tidak hanya berperan sebagai penulis, tetapi sutradara, dan produser kreatif.
 
Joko Anwar juga berperan sebagai produser kreatif untuk seluruh judul film yang dirilis bersama Jagat Sinema Bumilangit. Peran ini diemban Joko Anwar untuk menjaga keutuhan cerita aslinya.
 
"Beberapa film ini harus konsisten, namanya characters arc atau perkembangan karakter dan story arc atau perkembangan story. Jadi harus ada satu orang yang memastikan ini konsisten mulai dari film pertama sampai film terakhir. Jadi harus ada creative director," kata Joko Anwar di Jakarta Pusat belum lama ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jagat Sinema Bumilangit memiliki ribuan karakter ciptaan komikus Indonesia di bawah lisensi Bumilangit. Beberapa komikus tersebut di antaranya Hasmi, RA Kosasih, Ganes TH, Jan Mintaraga, Mansyur Daman, Wid NS, Banuarli Ambardi, Nono GM, Mater, Iwan Nazif, dan Is Yuniarto. Cerita-cerita mereka dikenal sejak tahun 1960-an. Film adaptasi karya ini sekaligus mendukung niatan Bumilangit melestarikan cerita komik produksi Indonesia.
 
"Pertama tujuan dari Jagat Sinema Bumilangit itu, saya suka. Karena visinya mempreservasi perbendaharaan dari komik-komik Indonesia, komik dari tahun 1950-an sampai sekarang, dipreservasi dengan cara dijadikan film. Jadi kita berharap begitu orang menonton film ini ketertarikan untuk menggali kembali komik-komik ini semakin besar di orang Indonesia," jelasnya.
 
Selain itu, Joko Anwar menilai Indonesia sudah seharusnya siap merilis karya yang mampu bersaing di tingkat internasional.
 
"Kedua, misinya adalah menjadikan Jagat Sinema Bumilangit sebagai showcase dari talenta-talenta terbaik Indonesia. Baik di belakang layar maupun di depan layar. Saya sangat menyambut ini karena saya kepingin Indonesia bisa melahirkan karya-karya film yang bisa disejajarkan dengan karya-karya lain di dunia. Enggak ada kata-kata, ya untuk orang Indonesia sudah bisa dianggap baik. Jadi kita harus siap untuk bisa disejajarkan dengan karya-karya lain di seluruh dunia. Makanya saya ikut," terangnya.
 
Gundala sebagai film adaptasi pembuka menampilkan asal-usul beberapa karakter dari silang empat era yakni era legenda, era jawara, era patriot, dan era revolusi. Pada Agustus lalu, telah diumumkan sejumlah nama untuk peran-peran di Jagat Sinema Bumilangit Jilid I.
 
Setelah Gundala, Joko Anwar baru saja memperkenalkan film Virgo and the Sparklings, dibintangi Adhisty Zara alias Zara JKT48. Pengumuman ini dibarengi pencarian pemain dengan tagar #VirgoTalentSearch menemani Zara. Alasan pemilihan pemain di luar profesi seni peran untuk mencari wajah baru di perfilman Indonesia.
 
"Aku bikin film selalu memasukkan talenta baru. Perempuan Tanah Jahanam itu 40 persen pemainnya bukan pemain film dan ada yang guru agama, driver ojol, beneran. Kita datang ke Pasuruan. Misalnya kita ke Banyuwangi blast WhatsApp siapa yang mau audisi datang tanggal segini jam segini, on location," terang Joko Anwar.
 
Karakter Virgo akan diangkat melalui judul Patriot Taruna: Virgo and the Sparklings. Kisahnya disadur dari Webtoon karya Annisa Nisfihani dan Ellie Goh rilisan 2017, versi modern dari ciptaan Jan Mintaraga rilisan 1973.
 
Meski begitu, Virgo belum dipastikan menjadi adisatria kedua yang difilmkan dari Jagat Sinema Bumilangit Jilid I.
 
"Belum bilang urutannya. Kita cuma umumkan 2020 bakal ada Virgo and the Sparklings," kata Joko Anwar.
 

 
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif