Film Pretty Boys
Film Pretty Boys

Ulasan Film Pretty Boys

Hiburan ulasan film Film Pretty Boys
Dhaifurrakhman Abas • 22 September 2019 13:00
Biasa berada dalam satu layar membawakan acara atau bermain musik bersama, kini Vincent dan Desta menjajal medium lain yaitu film. Keduanya beradu akting di film Pretty Boys.
 
Film Pretty Boys berkisah tentang Rahmat (Deddy Mahendra Desta) dan Anugerah (Vincent Rompies) merupakan kawan akrab sejak kecil. Keduanya memiliki cita-cita yang sama. Mereka ingin menjadi pembawa acara televisi terkenal ketika dewasa.
 
Rahmat ingin terkenal agar bisa hidup mapan dan dikelillingi perempuan cantik. Sementara, Anugerah ingin menjadi pembawa acara profesional seperti Koes Hendratmo, Nico Siahaan, Sonny Tulung dan legenda lainnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bakat menjadi seorang entertainer tampaknya memang sudah mereka miliki sejak belia. Diantara bocah-bocah seusianya, mereka paling mencolok, memantik perhatian, dan paling bisa memecah suasana ketika tengah suntuk di siang bolong.
 
Aksi menghibur terus mereka lakukan hingga keduanya beranjak dewasa. Sayangnya, kehidupan di kampung tidak membuat mereka berkembang. Keduanya lantas mencoba merantau ke kota untuk meraih mimpinya menjadi pembawa acara terkenal.
 
Sesampainya di kota, rupanya mereka mendapatkan tantangan baru. Japan mereka tidak mulus. Justru mereka harus kembali ke titik terendah, bekerja serabutan agar bisa bertahan hidup di kota orang. Namun mimpi Rahmat dan Anugerah tidak pernah mereka lupakan.
 
Suatu ketika, dua sahabat karib ini mencoba bekerja sebagai penonton bayaran di salah satu acara televisi fenomenal, Kembang Gula, yang dibawakan Ferry Maryadi. Karena memiliki wajah yang rupawan, keduanya diajak tampil panggung sebagai figuran.
 
Namun siapa sangka, bermula dari peran figuran ini, lambat-laun kedua sahabat karib berhasil meraih cita masa kecilnya. Mereka berhasil menjadi dua orang pembawa acara pendatang baru yang cukup sukses.
 
Sayangnya, mimpi mulai diraih, persahabatan mereka justru diuji oleh cinta dan materi. Selain itu, tuntutan dunia pertelevisian membuat Anugerah muak. Dia merasa, menjadi publik figur memaksanya harus siap melacurkan diri sesuai apa yang dikehendaki penonton. Meskipun itu bersebrangan dengan pandangan hidupnya.
 
Pretty Boys merupakan film garapan Teuku Adifitrian (Tompi). Film yang ditulis Imam Darto ini, terinspirasi dari realita yang terjadi pada dunia pertelevisian Indonesia serta cerita-cerita di balik layar yang jarang diangkat ke dalam sebuah karya film.
 
Boleh diakui, meski kali pertama menggarap film layar lebar, Tompi tidak terlihat amatir. Cara Tompi membidik gambar dan menempatkan diri sebagai sinematografer, justru terlihat seperti sudah berpengalaman.
 
Selain itu, Tompi juga piawai memasukkan adegan sesuai dengan logika dan realita yang ada. Misalnya, dalam satu adegan, terlihat seorang satpam menggunakan pakaian yang sudah lusuh karena lama telah dikenakan.
 
Atau ketika adegan seorang pemeran yang tidak menggunakan riasan wajah ketika sedang berada di rumah sendiri. Hal ini barangkali terlihat sepele, namun logika yang diterapkan Tompi ampuh membuat adegan terlihat sangat natural, sesuai dengan kenyataan.
 
Tompi juga mampu membuat penonton terenyuh dan ikut menangis ketika film tersebut menampilkan adegan konflik. Padahal, adegan itu diperankan oleh Vincent dan Desta, yang terkenal sebagai publik figur yang selalu tampil apik mengocok perut penonton. Tompi sukses melepas stigma pelawak yang disandang para pemerannya hanya dalam 1 jam 40 menit.
 
Pretty Boys sudah dapat disaksikan di bioskop seluruh Indonesia pada 19 September. Selain Vincent dan Desta, film ini juga diperankan Danilla Riyadi, Roy Marten, Tora Sudiro, Imam Darto, Onadio Leonardo dan lainnya.
 
Pretty Boys
 
Sutradara: Teuku Adifitrian
Produser: Deddy Mahendra Desta
Penulis: Imam Darto
Rilis di bioskop: 19 September 2019
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif